Mogok angkutan umum landa daerah

Aksi pemogokan angkutan umum terjadi hari ini di berbagai daerah, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kota Solo, Jawa Tengah.
Di Kota Solo, Jawa Tengah, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Solo melancarkan <link type="page"><caption> mogok operasi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/11/141118_indonesia_organda_bbm" platform="highweb"/></link>.
sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah yang menaikkan harga <link type="page"><caption> bahan bakar minyak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/11/141117_tarifbbm_naik" platform="highweb"/></link> premium menjadi Rp8.500 per liter dan solar menjadi Rp7.500 per liter.
Berdasarkan pantauan kontributor BBC, sejumlah penumpang terlihat menunggu di halte bus Batik Solo Trans (BST). Bus tersebut setiap harinya melayani angkutan untuk jalur kota di Solo. Selain BST, sejumlah bus-bus kota lainnya juga ikut mogok.
Guna menghindari terjadinya penumpukan penumpang, sejumlah bus dan truk milik Pemerintah Kota Solo serta TNI dikerahkan untuk mengangkut penumpang yang terlantar secara gratis.
"Kira-kira ada sekitar 21 armada bus dan truk yang dikerahkan untuk mengangkut penumpang. Armada itu terdiri dari 9 bus milik Dishubkominfo, truk Satpol PP 6 unit, truk dan bus milik TNI AU 8 unit dan sisanya angkutan dari truk Kodim dan Kepolisian," kata Kepala Dishubkominfo Kota Solo, Yosca Herman Sudrajat.
Sementara itu, salah satu supir bus kota, Loso Sutikno,mengaku keberatan dengan <link type="page"><caption> kenaikan harga BBM</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/11/141118_indonesia_transportasi_bbm" platform="highweb"/></link>. Pasalnya dengan kenaikan harga BBM, setoran akan naik dan penumpang semakin berkurang.

"Nanti setoran pasti naik, sementara tarif angkutan umum nggak naik. Padahal penumpang angkutan umum itu sedikit. Kadang sekali perjalanan itu saya hanya mengangkut nggak lebih dari 10 penumpang," ujarnya.
Yogyakarta
Di Yogyakarta, ratusan moda transportasi darat baik dalam kota maupun antar provinsi yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Yogyakarta, berhenti beroperasi.
“Hari ini kami mogok bersama,” kata Agus Ardianto, ketua Organda DIY, Rabu (19/11).
Menurut Agus, aksi pemogokan sudah menjadi kesepakatan bersama. Hal itu merupakan wujud aksi keprihatinan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
Organda DIY memiliki angkutan perkotaan sebanyak 281 unit, bus antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 440 unit, dan antar kota dalam provinsi (AKDP) sekitar 450 unit.
Semua angkutan itu berhenti beroperasi kecuali taksi, Trans Jogja ,dan angkutan pariwisata.
Dari pantauan di lapangan, tidak nampak angkutan umum antar kota di DIY yang beroperasi. Kelengangan juga terjadi di Terminal Giwangan, DIY.
Menurut Andreas Suhendro, staf terminal Giwangan, DIY, angkutan AKAP yang melakukan mogok total adalah jalur utara yang melayani jurusan Semarang dan Magelang, Jawa Tengah, dan jalur barat, yakni jurusan Purwokerto, Purworejo, dan Kebumen, Jawa Tengah.
Sementara untuk AKAP jalur timur jurusan Solo, 45% masih beroperasi.
Menurut rencana, aksi mogok total angkutan di DIY hanya berlangsung sehari. Pada Kamis (20/11), angkutan akan kembali beroperasi.









