Cegah ISIS, masjid harus waspadai khatib

Menteri Agama menyebutkan paham Daulah Islamiyah atau ISIS merupakan ancaman besar bagi Indonesia, dan upaya pencegahan dilakukan salah satunya meminta ormas Islam melalui tokoh dan pemuka agama lebih selektif dan mewaspadai khatib yang berasal dari luar komunitas tersebut.
Sejauh mana pengaruh paham ISIS di Indonesia, dan bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah? Simak wawancara khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan wartawan BBC Indonesia Sri Lestari.
Seberapa besar ancaman Daulah Islamiyah atau ISIS di Indonesia?
Saya pikir ancaman ISIS dalam konteks Indonesia itu cukup besar, bahkan persoalan yang serius menurut saya, karena paham yang dibawa oleh ISIS ini bukan hanya bertentangan dengan paham mayoritas umat Islam di Indonesia, tetapi bisa menganggu bahkan merusak sendi-sendi kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Karena mereka punya paham yang sangat khas yang sangat bertentangan dengan paham mayoritas umat Islam di Indonesia yang ahlul sunnah wal jamaah, Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang sangat toleran, Islam yang penuh kedamaian dan Islam yang sama sekali menolak kekerasan. Sementara kehidupan berbangsa Indonesia dengan berdasarkan Pancasila, dimana Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, yang plural tidak hanya etnis tetapi juga bahasa dan agama itu akan terganggu dengan itu.
Sejauh ini berapa besar pengaruh paham ISIS di Indonesia?
Sebenarnya belum besar tetapi embrio sekecil apapun yang dapat merongrong dan mengancam keutuhan kita sebagai bangsa itu harus ditanggapi serius, seperti demo dengan membawa bendera, mereka sudah merekrut para pendukung untuk kegiatan mereka. Meski gerakannya masih sporadis tetapi harus serius diantisipasi oleh pemerintah Indonesia.
Bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini kementerian agama?
Pendekatan softpower begitu, jadi intinya melalui tokoh-tokoh agama, pemuka agama, melaui ormas keagamaan, kita ingin menyebarkan pemahaman apa yang dibawa oleh ISIS ini bertolak belakang dengan pemahaman keagamaan kita. Yang paling baik adalah umat Islam memiliki filter pada dirinya dengan pengetahuan yang cukup. Bahwa Islam yang benar adalah Islam yang menebar kemaslahatan bagi sesamanya, Islam yang penuh perdamaian, Islam yang toleran. Islam yang memanusiakan manusia dan bukan memaksakan kehendak. Hal seperti itu yang harus diterjemahkan melalui proses penyadaran. Kami sudah mengadakan pertemuan nasional dengan ormas Islam dan dihadiri oleh tokoh agama, sehingga mereka bisa menularkan di masyarakat masing-masing.
Akhir pekan lalu, kepolisian menangkap warga Turki terkait dengan ISIS, selain itu sekitar 50 warga Indonesia juga disebutkan pergi di Suriah dan Irak, bagaimana kementerian agama melalui tokoh agama untuk mengatasi masalah ini?
itu bagian yang saya tekankan kepada ormas Islam melalui tokoh agamanya, harus lebih selektif dan mewaspadai terhadap adanya orang yang tidak kita kenal, yang mereka dengan leluasa melakukan ceramah-ceramah yang isi nya bertentangan dengan umat Islam di Indonesia. Bukan penceramah dari negara luar tapi orang-orang asing yang tidak dikenal masyarakat, orang asing dalam hal ini adalah mereka yang berasal dari luar komunitas, bukan warga asing. Pemerintah juga memperketat orang Indonesia yang akan berkunjung ke Suriah dan Irak, kalau tidak ada kunjungan yang betul-betul mendesak tidak ada diberikan exit permit, dan sebaliknya orang yang dari negara tersebut perlu dipantau aktivitas hariannya seperti apa. Itu memang ada pengetatan lebih dan penekanan tertentu dalam memonitor pergerakan orang-orang yang kita duga berpotensi menyebarluaskan paham yang bertentangan ini.
Bagaimana dengan adanya sekitar 20 'pesantren' yang disebut menyebarkan ajaran radikal DI?
Pesantren yang sesungguhnya adalah pendidikan Islam yang jika dia pesantren tentunya mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamin itu, jadi kalau ada lembaga pendidikan yang menjadi pesemaian terorisme yang mengajarkan kekerasan dan pemaksaan kehendak, saya yakin itu bukan pesantren. Itu harus dilakukan penegakan hukum dengan pendekatan hukum. Kalau itu pesantren dia tidak akan mengajarkan hal-hal yang bertolak belakang dengan ajaran Islam itu sendiri. Dan jika itu ditemukan itu hanya mengatasnamakan pesantren saja.
Peran Indonesia untuk memerangi ISIS?
Kita terus menjalin kerjasama dengan beberapa negara bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin, saya juga ikut mendampingi pertemuan presiden dengan mantan PM Inggris Tony Blair pekan lalu. Intinya adalah bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin yang menjadi corak di Indonesia sehingga bisa menjadi acuan bagi dunia. Islam di Indonesia yang sangat khas yang bisa dapat dijadikan model dalam menata kerukunan umat manusia di dunia ini.
Sejauh mana pengaruh tindakan ISIS terhadap dunia Islam?
Ini akan sangat merugikan citra Islam yang merupakan agama yang penuh kedaiaman yang membawa keselamatan bagi umat di dunia. Ini terdistorsi, tercemari dengan paham-paham yang mereka bawa, dan ini jadi kewajiban khususnya bagi umat Islam Indonesia dan dunia untuk meluruskan hal-hal seperti itu.









