Transportasi hambatan logistik pilpres

Sumber gambar, AFP GETTY
Sehari menjelang pemilihan umum presiden, Komisi Pemilihan Umum mengklaim bahwa persiapan sudah maksimal hingga ke daerah terpencil, namun transportasi disinyalir masih menjadi kendala di Papua.
Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan: "Secara umum persiapan sudah optimal, proses logistik kita upayakan H-1 sudah masuk ke TPS-TPS."
Namun, sejumlah laporan menyebut masalah transportasi masih menjadi halangan.
Solusinya, sejumlah pihak pun turut membantu. TNI, misalnya, membantu kelancaran aliran logistik pilpres ke sejumlah wilayah terpencil.
"Bantuan dilakukan untuk salah satu pulau di Maluku Selatan yang (surat suara-nya) masih belum terdistribusi di tingkat kecamatan karena cuaca buruk," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Andika Perkasa.
"KPU masih mengandalkan transportasi umum dalam standar operasi mereka. Karena masih belum bisa, kami menggunakan helikopter dari Kupang."
Hal ini juga terjadi di Papua - yang pada pemilu legislatif lalu <link type="page"><caption> dua kabupaten gagal mengadakan pemilu tepat waktu. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140409_pemilu_papua_ntt_pencolosan" platform="highweb"/></link>
"Kalau menurut saya masih sama (masalahnya). Belum semua logistik terkirim karena tidak adanya armada penerbangan," kata wartawan Pasific Post Angel Bertha Sinaga yang melaporkan persiapan pemilu di Jayapura.
Didahulukan
Namun, masalah distribusi diklaim tidak terjadi di Aceh karena Komisi Independen Pemilihan (KIP) telah mendahulukan daerah-daerah terpencil.
Wakil Ketua KIP Aceh Basri M Sabi mengatakan: "Ketika daerah-daerah lain belum datang, di daerah jauh, pulau-pulau justru sudah datang duluan,"
"Sejauh ini dari 23 kabupaten/kota di Aceh, semua logistik siap, bahkan sudah sampai ke kecamatan atau desa-desa," kata Basri.
Sejumlah laporan media menyebut distribusi pemilu di sejumlah daerah lainnya masih terpantau lancar dan belum ada kendala berarti.
Pada pemilu 9 Juli mendatang jumlah pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap adalah 188 juta pemilih di dalam negeri dan dua juta pemilih di luar negeri.
Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam negeri sebanyak 478.685 lokasi dan TPS di luar negeri berjumlah 498 lokasi.









