Kafe bercorak Nazi di Bandung dibuka kembali

soldaten kafe
Keterangan gambar, Lukisan Hitler masih terpampang di kafe tersebut

Satu tahun setelah ditutup karena menuai kontroversi, sebuah restoran di Bandung yang memasang simbol-simbol Nazi Jerman dibuka kembali.

Kafe yang awalnya bernama <link type="page"><caption> Soldaten Kaffee der Kommandantur Gross</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/07/130723_pemda_bandung_kafenazi_dicopot.shtml" platform="highweb"/></link> di Jalan Pasir Kaliki itu menjadi perhatian media massa lokal dan internasional karena memajang foto Hitler dan lambang-lambang SS.

Meski disebut berwajah baru, nyatanya masih ada lukisan Hitler di sana.

"Bukan cuma Hitler, tapi ada KNIL dan ada juga dari Amerika," kata pemilik kafe Henry Mulyana.

Ia menegaskan bahwa yang ia tidak berniat menyebarkan paham Nazi atau memuja Nazi.

"Yang kami angkat adalah sejarah perang dunia, bukan khusus Nazi-nya tapi kan Nazi bagian dari sejarah juga," imbuhnya.

Tahun lalu, kontroversi ini membuat pemerintah Kota Bandung memanggil pemilik Soldatenkaffee untuk memastikan tujuan dari pemasangan simbol rasisme itu.

soldaten kafe
Keterangan gambar, Pemilik kafe mengaku menyukai sejarah perang dunia

Pemkot Bandung mengakui tidak memiliki aturan khusus yang melarang pemasangan simbol Nazi berupa Swastika.

Namun, pemkot mengatakan simbol yang erat dengan peristiwa pembantaian etnis Yahudi itu semestinya tidak digunakan. Karena reaksi yang cukup besar, kafe akhirnya ditutup oleh pemiliknya.

Ketika dibuka kembali akhir pekan lalu, pengguna media sosial Twitter memiliki reaksi beragam. Sebagian tidak setuju dengan langkah tersebut, namun yang lain justru penasaran ingin mengunjunginya.