Erwiana masuk tokoh berpengaruh TIME

Sumber gambar, Reuters
Erwiana Sulistyaningsih, pekerja domestik Indonesia yang diduga menjadi korban penyiksaan di Hong Kong, masuk dalam daftar 100 tokoh paling berpengaruh di dunia menurut majalah TIME.
Erwiana <link type="page"><caption> diduga menjadi korban penyiksaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/01/140114_hongkong_tki.shtml" platform="highweb"/></link> oleh majikan selama berbulan-bulan dan kasusnya memicu kecaman baik dari Hong Kong maupun secara internasional.
TIME memuji keberanian Erwiana untuk mengangkat nasibnya dan atas keputusannya untuk berbicara dan membawa kasusnya untuk diproses secara hukum, yang pada gilirannya membantu memberikan perlindungan yang lebih besar kepada para pembantu rumah tangga yang bekerja di Hong Kong.
"Erwiana berhasil mengkampanyekan peraturan yang lebih baik untuk melindungi orang-orang seperti dirinya," kata aktivis Kamboja, Somaly Mam, dalam tulisan di majalah TIME.
Perhatian internasional
"Hanya orang-orang yang berani seperti dia yang bisa mewakili suara-suara diam untuk mendapatkan perubahan yang lebih baik," kata Mam.
Erwiana yang berusia 23 tahun dirawat di rumah sakit di Sragen, Jawa Tengah, setelah kembali dari Hong Kong pada Januari lalu.
Kondisinya ketika itu kritis, yang diperkirakan akibat penyiksaan oleh majikan.
Majikan Erwiana sudah <link type="page"><caption> dinyatakan sebagai tersangka</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/01/140122_erwiana_pidana.shtml" platform="highweb"/></link> oleh kepolisian Hong Kong.
Juru bicara Badan Koordinasi Pekerja Migran Asia, Eman Villanueva, kepada kantor berita AFP mengatakan masuknya nama Erwiana di TIME membuat mata internasional kembali tertuju ke nasib para pembantu rumah tangga di Hong Kong.









