Erupsi Kelud: 'Batu sekepal tangan berterbangan'

kelud

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Seorang warga Desa Mbladak, Blitar, membersihkan atap rumahnya dari debu gunung Kelud.

Seorang pengungsi mengatakan, letusan Gunung Kelud pada Kamis (13/02) malam sempat memuntahkan batu sekepal tangan yang menimpa rumahnya di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Elson Rizal, 37 tahun, bersama keluarganya tinggal di Dusun Blumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, yang berjarak sekitar delapan kilometer dari gunung Kelud.

<link type="page"><caption> Gunung Kelud</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/02/140214_galerifoto_gunung_kelud_meletus.shtml" platform="highweb"/></link> terletak di antara wilayah Kabupaten Kediri, Blitar dan Kabupaten Malang.

Elson, yang kini mengungsi di rumah saudaranya di kota Malang, mengatakan, dia mendengar ledakan keras dan disusul gempa sekitar pukul 23.00 WIB.

"Saya lantas keluar rumah, dan tiba-tiba turun <link type="page"><caption> hujan debu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140214_gunung_kelud_meletus.shtml" platform="highweb"/></link> ditambah kerikil, lalu disusul hujan batu yang menghantam rumah saya. Sebagian batu itu sebesar kepalan tangan," kata Elzon kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (14/02) siang.

'Lebih dahsyat'

Menurutnya, letusan gunung Kelud kali ini "lebih dahsyat" ketimbang letusan pada tahun 1990.

kelud

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Hujan abu akibat letusan gunung Kelud juga terjadi di wilayah Yogyakarta.

"Sekarang hujan abunya lebih pekat dan gelap, sehingga masyarakat lebih panik," katanya, membandingkan.

Semula Elson dan sebagian penduduk Dusun Blumbang menunggu <link type="page"><caption> tim evakuasi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140214_kelud_evakuasi.shtml" platform="highweb"/></link>, namun ditunggu sampai pukul 23.30 WIB , tim tersebut tidak kunjung datang.

kelud

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Muntahan berupa kerikil dan batu juga menimpa Desa Mbludak di Blitar, Jatim.

Mereka kemudian memutuskan untuk mengungsikan anak-anak ke Kecamatan Pujon, yang dianggap relatif lebih aman."Karena anak-anak mengaku sesak napas," katanya.

Menurutnya, sebagian <link type="page"><caption> pengungsi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140214_pengungsi_pmi_kelud.shtml" platform="highweb"/></link> ditempatkan di beberapa tempat di Pujon. Namun Elson, istri dan anak-anaknya kemudian memutuskan untuk mengungsi ke rumah saudaranya di kota Malang, yang berjarak lebih dari 30 km dari desanya.

"Di Malang, relatif lebih segar, karena hujan abu tidak selebat di Pujon," kata Elson.