Penembakan polisi: Polri lakukan olah TKP

KPK
Keterangan gambar, Penembakan Bripka Sukardi terjadi di depan gedung KPK, Jakarta Selatan

Kepolisian akan melakukan olah TKP di lokasi penembakan Bripka Sukardi di depan gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (11/09).

Bripka Sukardi, anggota Provost Baharkam Mabes Polri (Satpol Air), ditembak oleh orang tidak dikenal pada pukul 22:15 WIB, seperti disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto melalui pesan pendek di telepon.

Saat kejadian, korban sedang mengawal enam unit truk tronton bermuatan komponen elevator dari Tanjung Priok menuju gedung Setia Budi Tower.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah empat orang dan mengendarai sepeda motor berwarna merah.

Korban ditembak tiga kali di bagian dada dan perut.

Polisi saat ini memeriksa 11 orang saksi sementara jenazah Bripka Sukardi divisum di RS Kramat Jati.

Pihak keluarga dalam keterangan di televisi mengatakan akan memakamkan korban di TPU Kemiri di Jalan Sunan Giri, Jakarta Timur.

Kelompok baru

Polda Metro Jaya
Keterangan gambar, Dua terduga pelaku penembakan polisi di Tangerang

Penembakan Bripka Sukardi adalah yang kesekian kalinya terhadap anggota kepolisian sepanjang 2013.

Berdasarkan catatan BBC, penembakan paling akhir terjadi pada 16 Agustus lalu, <link type="page"><caption> Bripka Maulana dan Aipda Kus Hendratma</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/08/130819_polisi_teror.shtml" platform="highweb"/></link> ditembak di Jalan Graha Raya Pondok Aren, Tangerang. Keduanya tewas dengan luka tembak di kepala.

Insiden itu terjadi dalam waktu kurang dari 10 hari pasca penembakan Aiptu Dwiatno, anggota satuan Pembinaan Masyarakat Polsek Metro Cilandak di Ciputat, Tangerang.

Dalam peristiwa yang terjadi pada 7 Agustus itu, Aiptu Dwiatno meninggal dunia.

Kasus serupa terjadi pada 27 Juli. Aipda Patah Saktiyono ditembak orang tidak dikenal di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan. Jiwanya berhasil diselamatkan.

Pada 4 Juli, Briptu Ratijo, anggota Pos Polisi Bunut Polsek Seragi juga ditembak orang tak dikenal di Simpang Tanggul, Desa Bunut, Kecamatan Seragi, Lampung Selatan.

Pada 30 Agustus, Polda Metro Jaya <link type="page"><caption> mengungkap identitas dua orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/08/130830_polda_identitas_penembak_polisi.shtml" platform="highweb"/></link> terduga pelaku rentetan penembakan sejumlah anggota kepolisian di wilayah Tangerang Selatan, Propinsi Banten.

Menurut polisi, kedua orang itu adalah Nurul Haq alias Jeck, kelahiran Jakarta pada 1985, dan Hendi Albar kelahiran 1983.

Temuan polisi menyimpukan, kedua pria itu sebelumnya terlibat kasus perampokan BRI Cililin dan Kantor Pos Cibaduyut di Bandung, serta perampokan toko emas di Jalan Tambora, Jakarta.

Namun Kapolri Jend. Timur Pradopo mengatakan kepada media saat meninjau lokasi penembakan, bahwa kemungkinan pelaku penembakan Bripka Sukardi adalah kelompok baru.