KPK masih hitung uang sitaan dari Rudi Rubiandini

Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan telah menyita uang ratusan ribu dolar dari kediaman Ketua SSK Migas Rudi Rubiandini.
Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan selain menyita uang ratusan dolar, lembaganya juga menyita alat tranportasi milik Rudi.
"Uang yang diamankan masih dalam penghitungan, ketika dalam proses tangkap tangan awal ada uang dalam bentuk dolar sekitar 400 ribu," kata Johan, seperti dilaporkan Andreas Nugroho dari gedung KPK di Jakarta Selatan.
"Tapi ini masih ada pengembangan, dengan kemudian kita temukan lagi dalam bentuk dolar."
"Barang bukti ada tas hitam berisi uang dan motor gede itu kita bawa dari rumah R. Kita amankan dulu di KPK,” tambah Johan.
KPK hingga saat ini belum menjelaskan secara detail kasus kejahatan yang dituduhkan kepada Rudi Rubiandini.
"Status dari pihak-pihak yang diamankan KPK adalah terperiksa sampai pukul 22.00 nanti," jelas Johan.
KPK melakukan <link type="page"><caption> operasi tangkap tangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/08/130814_rubiandini_ditangkap.shtml" platform="highweb"/></link> terhadap Rudi Rubiandini di kediamannya pada hari Selasa (13/08) pukul 22:00 WIB.
Rudi merupakan mantan wakil menteri ESDM yang menduduki posisi sebagai ketua SKK Migas sejak Januari lalu.
SKK Migas normal
Sementara itu dalam pernyataan resmi, SKK Migas mengatakan kegiatan usaha tetap berjalan normal terlepas adanya pemeriksaan KPK.
"Industri dan lembaga ini tetap berjalan, termasuk kegiatan di lapangan. Kegiatan hulu migas tidak boleh terganggu dan tidak boleh ada kevakuman,” kata Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana dalam pernyataan tersebut.
Selama Rudi menjalani pemeriksaan, manajemen SKK Migas akan dikendalikan oleh pimpinan yang ada dan berkoordinasi dengan Komisi Pengawas yang terdiri atas Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Wakil Menteri Keuangan dan Kepala BKPM.
"SKK Migas menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada mekanisme hukum yang berlaku," tambah Gde.
Sejumlah kalangan mengutarakan kekagetan mereka akan penangkapan Rudi, termasuk pengamat hukum Hikmahanto Juwana.
"Sangat terkejut, karena sepengetahuan saya ini sosok Rudi bukan seperti itu apalagi ia selama ini menggebu-gebu bilang bahwa BP Migas tidak pro asing," kata Hikmahanto kepada BBC.









