Proses evakuasi di Freeport berakhir

Proses evakuasi para pekerja Freeport yang tertimbun bebatuan akibat ambruknya tambang Big Gossan telah dihentikan dengan ditemukannya seluruh 28 jenazah.
Sementara dari 10 korban yang selamat, semuanya berada dalam kondisi yang membaik kecuali seorang yang masih belum sadarkan diri yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan.
Mereka berhasil melarikan diri saat <link type="page"><caption> tambang Big Gossan ambruk</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/05/130513_freeport_kecelakaan.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> menimpa ruang latihan pada Selasa 14 Mei</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/05/130513_freeport_kecelakaan.shtml" platform="highweb"/></link> pagi waktu setempat.
<span >"Seluruhnya ada 38 pekerja yang terperangkap reruntuhan dan 10 berhasil menyelamatkan diri sementara 28 meninggal dunia. Dengan demikian proses evakuasi sudah selesai,"<span > tutur Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, kepada para wartawan.
<span >Pernyataan pers Jero Wacik disampaikan, Rabu 22 Mei, usai bertemu dengan Pimpinan Eksekutif Freeport McMoran, Richard C Adkerson, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto.
Jero Wacik menambahkan bahwa PT Freeport sudah sepakat untuk memberi santunan yang sesuai dengan peraturan tenaga kerja Indonesia sementara putra-putri korban yang meninggal akan mendapat bea siswa hingga ke pendidikan tinggi.
Sehubungan dengan penyebab kecelakaan, Jero Wacik menegaskan tidak ingin berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan tim investigasi independen.
"Sudah dibentuk sebuah tim independen yang akan menyelidiki penyebab dari ambruknya tambang yang dipimpin oleh seorang tenaga pengajar senior dari Institut Teknologi Bandung."
Namun tidak dijelaskan rincian dari tim tersebut, antara lain seperti batas waktu yang ditetapkan untuk mengumumkan hasil penyelidikan.
Masih dihentikan
Operasi tambang di Freeport hingga saat ini masih dihentikan sejak Rabu (15/05) pekan lalu akibat ambruknya tambang Big Gossan.
"Saat ini prioritas kami adalah mengerahkan tim lapangan untuk melakukan inspeksi keselamatan kerja menyeluruh pada semua fasilitas tambang bawah tanah," kata Rozik B Soetjipto.
"Kami garis bawahi bahwa kami belum memikirkan untuk memulai kembali kegiatan operasional kami."
<span >Setiap harinya, Freeport memproduksi sekitar 220.000 ton biji per hari dan Rozik tidak bersedia menyebutkan jumlah kehilangan pendapatan yang dialami Freeport sejak operasi dihentikan sementara waktu.
Sementara itu Richard C Adkerson mengatakan keselamatan kerja selalu menjadi prioritas dalam operasi Freeport di seluruh dunia.
"Tenaga kerja selalu dan akan terus menjadi prioritas teratas kami. Tujuan dalam operasi kami di seluruh dunia adalah mengurangi insiden dan mencegah korban jiwa. Jatuhnya korban jiwa tidak bisa diterima dalam perusahaan kami."
Adkerson mengatakan bahwa Big Gossan bukan merupakan tambang yang dibangun khusus oleh Freeport Indonesia namun tetap digunakan, termasuk untuk pelatihan.
Tempat itu dianggap sempurna untuk pelatihan karena para pekerja bisa belajar di dalam kelas dan langsung menerapkannya di tambang dekatnya.
Dia juga menjanjikan akan besikap transparan dalam upaya penyelidikan yang dilakukan bersama tim bentukan Kementrian ESDM.









