Cuaca buruk ganggu harga pangan

Harga sayur mayur melonjak akibat pasokan terhambat menyusul cuaca buruk.
Keterangan gambar, Harga sayur mayur melonjak akibat pasokan terhambat menyusul cuaca buruk.

Dalam seminggu terakhir cuaca buruk menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia.

Cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga Februari mendatang dan bukan hanya menimbulkan bencana alam tetapi juga membuat harga pangan melonjak.

Harga pangan terutama sayur mayur merangkak naik akibat pasokan yang tersendat.

Data Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, APPSI, menyebut kenaikan harga dalam seminggu terakhir bisa mencapai lebih dari 20%.

''Cuaca buruk mengakibatkan pendistribusian bahan pokok ke kota menjadi terhambat,'' kata Hasan Basri Ketua Majelis Pertimbangan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, APPSI, Jakarta.

''Dari Sumatera rata-rata naik penyeberangan, dengan cuaca buruk, ombak tinggi, kalau udara tidak bagus hujan besar, banyak truk yang tertahan di pelabuhan. ''

''Akibatnya akan berkurang pasokan barang-barang tertentu terutama cabe-cabe, informasi di lapangan harganya sudah mencapai 38 ribu rupiah,'' kata Hasan Basri.

Dalam keadaan normal, disribusi bahan pangan biasanya hanya memakan waktu satu hingga dua hari, tetapi saat ini memakan waktu lebih lama karena truk pengangkut tertahan di pelabuhan penyeberangan yang tak berfungsi maksimal akibat cuaca buruk atau jalur terputus banjir.

'Pengaruhi produksi nasional'

Banjir yang meluas di beberapa kawasan di Indonesia juga menyebabkan petani terancam gagal panen seperti yang disampaikan Winarno Tohir, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan, KTNA.

''Sentra-sentra komoditi, terutama padi yang kemarin tingkat banjirnya sampai 41 kecamatan di Banten, yang padinya mau masak, kebanjiran.''

''Daerah sentra bawang, di Tegal, Brebes itu juga kebanjiran, sayur mayur terutama cabe dan bawang merah ini terpengaruh sehingga harga sudah mulai naik karena di daerah sentranya kebanjiran, jadi produksinya tidak maksimal,'' kata Winarno Tohir kepada BBC.

Winarno memperkirakan jika cuaca buruk masih akan berlangsung hingga Februari ini, maka bisa mempengaruhi hingga 20 persen persediaan pangan nasional.

Selain sayur-sayuran, harga ikan juga melonjak hingga dua kali lipat lantaran pasokan minim karena ombak tinggi memaksa nelayan tak melaut sejak sepekan terakhir