Banjir di Nias Selatan menewaskan dua warga

Banjir merendam ribuan rumah di Nias Selatan, Sumatera Utara, menewaskan dua orang dan satu warga hilang.

Banjir terjadi menyusul hujan deras yang berlangsung sejak Sabtu (29/12) di Kab. Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Nias Barat, dan Mandailing Natal.

Hujan deras berkepanjangan ini terjadi akibat pusat tekanan rendah di sebelah barat Nias.

Di Kabupaten Nias Selatan banjir diakibatkan hujan deras yang berlangsung selama lebih dari 24 jam sehingga sungai-sungai meluap dengan ketinggian 2 hingga10 meter.

Setidaknya banjir merendam tujuh kecamatan yaitu Teluk Dalam, Fanayama, Maniamolo, Amandraya, Lahusa, Lolowau dan Gomo sejak Sabtu (29/12) pukul 15.30 WIB.

Banjir ini menimbulkan korban jiwa dengan penemuan dua mayat korban akibat terseret arus Sungai Eho yang meluap.

Di Teluk Dalam lebih 1.300 jiwa mengungsi di sejumlah tempat diantaranya di gereja BNKP Yohanes Telukdalam. Banjir juga menyebabkan akses jalan ke lokasi terganggu.

Status darurat bencana

Banjir juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah yang merendam permukiman di puluhan desa.

Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menyebabkan sebuah jembatan darurat bantuan Provinsi Sumatera Utara yang dibangun pada bulan Nopember 2012 mengalami kerusakan.

Sementara di Kabupaten Mandailing Natal banjir juga menyebabkan longsor di Desa Lingga Bayu, Kecamatan Lingga Bayu.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada BBC menyebutkan dalam insiden ini empat orang di dalam rumah terseret banjir.

''Tiga orang selamat dan satu orang hilang atas nama Taher berusia 68 tahun. Pencarian masih dilakukan,'' kata Sutopo.

Longsor juga terjadi di Desa Aek Galingging dan Dusun Sigala-gala Kelurahan Simpang Gambir.

Bupati Nias Selatan dilaporkan telah menetapkan status darurat bencana selama 14 hari sejak Minggu (30/12) hingga pertengahan Januari 2013.