
Kapolri Jenderal Timur Pradopo menjamin Jakarta aman dari teror
Pemerintah mengatakan pemerintah masih ada banyak kelompok teroris di Indonesia yang berpotensi melakukan aksi serangan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai mengatakan sejumlah kasus yang terungkap belakangan ini merupakan bagian dari jaringan kelompok teroris yang lebih besar.
"Jaringan terorisme di Indonesia merupakan jaringan yang sangat besar. Solo merupakan salah satu simpul jaringan yang besar dan bergerak di seluruh Indonesia. Tr [tersangka perakit bom di Tambora, Jakarta Barat] dan Depok itu merupakan salah satu simpul," kata Mbai seusai mengikuti rapat program nasional kontra radikal terorisme di Istana Wapres, hari Senin (10/09), seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia Andreas Nugroho.
"Mereka terikat dengan ideologi radikal itu. Agenda mereka ingin mendirikan suatu kekhalifahan berdasarkan syariat dan musuh utamanya adalah empat pilar bangsa Pancasila, UUD '45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Tiap kelompok punya agenda sendiri-sendiri."
Ansyaad Mbai mengatakan lembaganya tidak bisa memastikan berapa jumlah anggota kelompok- kelompok ini di Indonesia.
"Kita tidak bisa memastikan jumlah mereka berapa. Kita hanya bisa menangkap indikator-indikator. Di Poso pelatihan sudah sembilan angkatan. Di perbatasan Sulteng dan Sulsel ada lima angkatan. Di tempat lain seperti di Merbabu juga ada yang lain lain."
Jakarta aman
"Soal seberapa kuat senjata mereka seperti terungkap sekarang ini. Bahkan tadi malam di Ambon sempat menangkap tiga orang awalnya kemudian menangkap tiga lagi di salah satu rumah sehingga menjadi enam dan saat ini sudah empat jadi tersangka. Itu disita senjata MK3 senapan ringan, senapan serbu,pelontar granat dengan ribuan peluru."
" Agenda mereka ingin mendirikan suatu kekhalifahan berdasarkan syariat dan musuh utamanya adalah empat pilar bangsa Pancasila, UUD '45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika"
Ansyad Mbai
"Kita tidak tahu masih berapa lagi. Kita hanya bisa waspada.Intelijen kita bekerja keras."
Kepolisian sendiri saat ini masih menyelidiki serangkaian kasus kepemilikan senjata dan bahan peledak yang terungkap sepanjang pekan lalu.
"Kita fokus pada Tambora dan Depok. Pemeriksaan (di Ambon) masih dikembangkan terus. Yang ada keterkaitan adalah tersangka F (tertangkap di Depok) dengan kelompok Solo. Kemudian soal Tambora dengan yang di depok (ledakan di kawasan Beji) masih didalami," kata Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo.
Jenderal (Pol) Pradopo juga menjamin kondisi Jakarta sejauh ini aman dari ancaman teror.
"Insya Allah semua masih berjalan aman."






