Produsen tahu tempe mogok produksi

tofu
Keterangan gambar, Harga kedelai naik 40% sejak Januari

Ribuan pengrajin tahu dan tempe di Jakarta akan mulai mogok pada Rabu - Jumat (25-27 Juli) sebagai protes atas tingginya harga kedelai yang merupakan bahan baku utama.

Mereka juga meminta kepada pemerintah untuk mengambil alih tata niaga kedelai.

Ketua Pusat Koperasi Tempe dan Tahu DKI Jakarta Suharto mengatakan langkah pengambilalihan itu perlu dilakukan oleh pemerintah agar harga kedelai menjadi lebih murah.

Menurut Suharto, harga bahan baku utama tempe dan tahu itu naik hingga 40 % sejak awal tahun ini.

"Januari harganya Rp.5.500 per kilogram, pada Juli sudah mencapai Rp.8.200 per kilogram, dan pada bulan ini bahkan kenaikannya tajam sekali," kata Suharto kepada BBC Indonesia.

Sementara itu, sekitar 4.821 pengrajin tempe dan tahu di Jakarta setiap bulannya membutuhkan sekitar 10.600

Keputusan mogok ini diambil karena para pengrajin merasa kewalahan dengan kenaikan harga kedelai, yang menyebabkan biaya produksi meningkat.

"Biaya produksi meningkat dan sulit untuk ditutupi dengan jumlah produksi, kami sudah berupaya untuk mengurangi ukuran tempe tetapi tetap rugi," jelas Suharto.

Setelah mogok, menurut Suharto, produsen akan menaikkan harga tempe dan tahu sekitar 30 %.

Harga tempe di pasaran yaitu Rp. 3000 dan Rp. 6.000 per potong, dan akan naik menjadi Rp. 4.000 dan Rp. 8.000 per potong.