Seruan menggalakkan Pancasila

Sumber gambar, AFP
Sejumlah pihak mengusulkan agar pelajaran Pancasila lebih digalakkan lagi di tengah masalah ekstrimisme dan dugaan rencana pendirian negara Islam oleh gerakan NII.
Pancasila penting dihidupkan lagi meski di jaman Orde Baru penyebutan Pancasila sering dianggap sebatas retorika, kata Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan.
"Menggunakan terminologi Pancasila itu sangat penting untuk mengingatkan seluruh bangsa bahwa ideologi bangsa ini, landasan berbangsa adalah Pancasila," tutur Anies.
Oleh karena itu, dia mengaku kerap menyerukan agar wacana Pancasila dikembalikan ke wacana alur utama di Indonesia.
"Dengan begitu kita terjebak dalam pandangan, satu sisi yang liberal yang menganjurkan agar negara ini dijauhkan dari segala macam prinsip yang berdekatan dengan agama".
"Atau di sisi lain, kita tidak terjebak dalam wacana yang menganggap bahwa negara ini harus diatur melalui agama," kata rektor Universitas Paramadina.
Di tingkat sekolah, pendidikan Pancasila mulai dilebur ke dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada 2006 sesuai dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional . Kondisi ini berbeda sekali dengan jalan Orde Baru ketika Pancasila merupakan materi yang dominan dan bahkan sampai dikemas dalam bentuk penataran-penataran.
Namun Kepala Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional Diah Harianti mengatakan hanya namanya saja yang berbeda.
"Isi di dalamnya itu, konten bukan pembalajaran dan sebagainya itu masih tetap ada tentang Pancasila-nya," katanya.
Dia setuju sekolah perlu mengefektifkan pendidikan Pancasila yang sudah ada dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Baik Diah Harianti maupun Anies Baswedan sependapat bahwa pendidikan Pancasila tidak bisa disampaikan dengan cara-cara lama mirip indoktrinasi.
"Sebagai landasan filosofis, Pancasila harus dilihat sebagai rujukan. Nah, menjadi problem jika Pancasila diwacanakan sebagai penghetahuan. Pancasila harus diwacanakan sebagai dasar dalam kita mengatur kehidupan berbangsa. Jadi harus dipraktikkan. Digunakan teknik-teknik baru," jelas Anies.









