SBY perkuat koalisi, Aburizal jadi ketua harian

Terpilihnya Ketua Partai Golkar, Aburizal Bakrie sebagai ketua harian forum koalisi pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh seorang pengamat politik dianggap sebagai upaya SBY merapatkan koalisinya dengan empat partai di parlemen pasca mundurnya Menkeu Sri Mulyani.
"Setelah Sri Mulyani mundur, beban atau sekat yang ada dalam tubuh koalisi kan praktis tidak ada lagi. Saya kira ini terobosan dari SBY mencoba mengefektifkan kembali koalisinya dengan empat partai," kata Cecep Hidayat, ketua departemen ilmu politik FISIP Universitas Indonesia.
Menurut Cecep, selama ini koalisi ini tampak cukup efektif dalam tubuh pemerintahan, tetapi ketika menghadapi masalah seperti Pansus Bank Century di parlemen, koalisi ini praktis tidak jalan.
Dalam kasus Bank Century, partai Golkar bersama-sama dengan PKS, justru memilih mendukung PDI Perjuangan yang dari awal memang mengusung usulan pembentukan panitia khusus.
Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono setelah pemilu 2009 berkoalisi dengan Golkar, PKS, PAN dan PPP.
Dalam sidang paripurna pansus Bank Century, kubu SBY hanya didukung oleh tiga partai saja yaitu Partai Demokrat, PAN dan PKB.
Kesepakatan Cikeas
Berbagai media di Indonesia melaporkan akhir pekan ini bahwa Kamis malam (6/5) ternyata Presiden SBY mengumpulkan empat partai mitra koalisinya di kediamannya di Cikeas.
Pertemuan itu menurut sumber-sumber yang dikutip Tempointeraktif, dipimpin langsung oleh SBY dan dihadiri oleh para ketua umum partai koalisi, pimpinan fraksi partai koalisi di DPR serta menteri-menteri dari partai koalisi.
Sekretaris Fraksi PPP, Romahurmuziy kepada Tempointeraktif mengatakan pertemuan itu menghasilkan empat kesepakatan. Salah satu kesepakatan itu antara lain penetapan SBY sebagai ketua koalisi dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Aburizal Bakrie sebagai ketua harian. Selain itu, koalisi sepakat membentuk kantor sekretariat gabungan yang direncanakan berlokasi di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Mengenai isi pembicaraan dalam forum koalisi ini, Aburizal Bakrie ketika berada di Semarang hari Jumat mengatakan kepada Tempointeraktif bahwa pertemuan di Cikeas itu juga membahas perbedaan konsep koalisi.
Jika sebelumnya partai pendukung pemerintah hanya diminta untuk mengamankan kebijakan pemerintah, kata Ical, maka dalam konsep yang baru disepakati, partai-partai koalisi akan diajak untuk menentukan kebijakan pemerintah.
"Sudah mulai terlibat dari perencanaannya," kata Ical di Semarang seperti dikutip Tempointeraktif.
Sebagai salah satu partai koalisi, Ical juga menjamin Golkar akan tetap membela pemerintahan Yudhoyono-Boediono beserta Kabinet Indonesia Bersatu hingga 2014 mendatang.









