Fund for the search of Malaysia plane

Sumber gambar, REUTERS
Belajar bahasa Inggris melalui berita BBC dalam dua bahasa dengan berita tentang dana untuk pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang dan dakwaan fitnah di Pakistan.
The search of Malaysia plane
Australia has allocated more than AU$80 million for the search of the Malaysia Airlines plane that's thought to have crashed into the Indian Ocean.
The country has been leading the hunt for the airliner, which disappeared two months ago en route from Kuala Lumpur to Beijing. No wreckage has been found.
In a separate development, the Asian budget airline, AirAsia, said it will check passengers' passports against Interpol's global database of lost and stolen travel documents.
Two passengers on board the missing Malaysian plane were travelling on stolen passports.
Pencarian pesawat Malaysia
Australia sudah menyediakan dana lebih dari AU$80 juta untuk pencarian pesawat Malaysia Airlines yang diperkirakan jatuh di Samudra Hindia.
Negara itu memimpin dalam pencarian pesawat tersebut, yang hilang dua bulan lalu dalam rute dari Kuala Lumpur ke Beijing. Belum ada puing yang ditemukan.
Dalam perkembangan terpisah, maskapai murah Asia, Air Asia, mengatakan akan memeriksa pasport para penumpang berdasarkan jaringan data tentang dokumen perjalanan yang hilang dan yang dicuri.

Sumber gambar, AFP
Dua penumpang dalam pesawat Malaysia yang hilang melalukan perjalanan dengan paspor curian.
Blasphemy charges against lawyers
Pakistani police have filed blasphemy charges against 68 lawyers who staged a public protest after a colleague was arrested by senior police officer -allegedly illegally.
The lawyers are said to have used foul language and shouted slogans against the officer.
Correspondents say there's been a surge in blasphemy allegations in Pakistan recently and the country's strict blasphemy laws are frequently misused to settle personal scores.
The charge carries a potential death sentence.
Dakwaan fitnah atas pengacara
Kepolisian Pakistan sudah mengajukan dakwaan fitnah atas 68 pengacara yang melakukan unjuk rasa setelah seorang rekan mereka ditangkap oleh perwira tinggi polisi, yang diduga tidak sah.
Para pengacara disebutkan menggunakan kata-kata kotor dan memekik slogan-slogan atas perwira tersebut.
Sejumlah wartawan mengatakan tuduhan fitnah meningkat di Pakistan belakangan ini dan undang-undang fitnah yang ketat di negara itu sering digunakan untuk menyelesaikan balas dendam pribadi.
Dakwaan itu membawa kemungkinan hukuman mati.









