Targeting mosquito breeding sites may reduce malaria
Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC, tentang upaya mengatasi kasus malaria dan masalah kekerasan di satu asrama sekolah Swedia.
Targeting mosquito breeding sites may reduce malaria

A new report says targeting mosquito breeding sites is likely to be increasingly necessary to reduce the number of cases of malaria in Africa and Asia.
Researchers at the London School of Hygiene and Tropical Medicine say that with mosquitoes becoming ever more resistant to insecticides, new approaches - such as flushing out areas of stagnant water where mosquito larvae grow - will be needed to help control the disease.
The World Health Organisation warns, however, that this method cannot be recommended in all cases and says it should only be used alongside insecticide sprays and nets.
More than six hundred thousand people died from the malaria in 2010, most of them children in Africa.
Atasi sarang nyamuk mungkin kurangi malaria
Sebuah laporan menyatakan bahwa mengatasi masalah sarang nyamuk akan semakin diperlukan untuk mengurangi jumlah kasus malaria di Afrika dan Asia.
Para peneliti di Sekolah Kesehatan dan Kedokteran Tropis London mengatakan bahwa dengan semakin kebalnya nyamuk terhadap insektisida, pendekatan baru -seperti membersihkan genangan air tempat larva nyamuk berkembang- diperlukan untuk membantu mengatasi penyakit ini.
Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia, WHO memperingatkan bahwa metode ini tidak disarankan untuk semua kasus dan mengatakan hanya dapat dipakai bersamaan dengan semprotan insektisida dan pemakaian net.
Lebih 600.000 orang meninggal dunia akibat malaria pada 2010, kebanyakan adalah anak-anak di Afrika.
Elite Swedish boarding school closed after incidents of bullying

The authorities in Sweden have ordered the temporary closure of one of the country's most prestigious schools after two boys were burned with an iron.
It's the latest incident of severe bullying at the elite Lundsberg boarding school, whose pupils have included Prince Carl Philip, the son of the Swedish King.
Allegations of bullying and violent initiation rituals first emerged in 2011 and the inspectorate of schools said it had repeatedly asked Lundsberg to address the problem.
The headmaster has now been dismissed and school will be closed for up to six months.
Asrama sekolah elit Swedia tutup setelah kasus bullying
Pihak berwenang Swedia memerintahkan penutupan sementara salah satu sekolah paling bergengsi setelah dua anak laki-laki dibakar dengan besi.
Ini adalah kejadian bullying parah terakhir di asrama sekolah elit Lundsberg, yang siswanya termasuk Pangeran Carl Philip, putera Raja Swedia.
Tuduhan bullying dan ritual penerimaan siswa dengan menggunakan kekerasan pertama kali muncul tahun 2011 dan pengawas sekolah mengatakan bahwa mereka telah berulang kali meminta Lundsberg untuk mengatasi masalah ini.
Kepala sekolah telah diberhentikan dan sekolah akan ditutup selama enam bulan.









