Sri Mulyani minta maaf setelah serahkan jabatan kepada menkeu yang baru

Waktu membaca: 5 menit

Sri Mulyani meminta maaf kepada rakyat Indonesia selama menjadi menteri keuangan, pada Selasa (09/09).

"Tidak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Pasti dalam menjalankan amanah ada kekurangan, ada kekhilafan," kata Sri Mulyani dalam pidato perpisahannya sekaligus menyerahkan jabatannya kepada menteri keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

"Dan untuk itu saya dengan rendah hati memohon maaf," tambahnya.

Didampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Sri Mulyani kemudian berujar agar penggantinya dan seluruh jajaran kemenkeu "menjaga keuangan negara".

Dia juga mengaku mendapat "kehormatan dan keistimewaan" selama diberi kepercayaan untuk membantu presiden sebagai menkeu selama ini.

Sri Mulyani juga mengucapkan terima kasih kepada semua pegawai kemenkeu.

Pada akhir pidatonya, Sri Mulyani berpamitan untuk undur diri. Dia lalu meminta agar privasinya sebagai "warga negara biasa" dihormati.

"Dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia," tandasnya.

Ketika Sri Mulyani meninggalkan gedung kemenkeu, ribuan karyawan kemenkeu melepasnya, antara lain dengan memberikan bunga, foto bersama serta pidato perpisahan.

Prabowo rombak kabinet, Sri Mulyani hingga Budi Gunawan diganti

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melantik empat menteri dan satu wakil menteri hasil perombakan atau reshuffle kabinet kedua di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin sore (08/09).

Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

Adapun siapa pengganti Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Budi Gunawan, belum ditunjuk oleh Presiden Prabowo.

"Sementara waktu beliau akan menunjuk ad interim untuk menjabat sebagai Menko Polkam," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Prasetyo, Senin (08/09).

Berikut daftar lima menteri yang diganti oleh Presiden Prabowo:

  • Budi Gunawan dari jabatan Menko Polkam
  • Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan
  • Abdul Kadir Karding dari jabatan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI
  • Budi Arie Setiadi dari jabatan Menteri Koperasi Dito Ariotedjo dari jabatan Menpora.

Kemudian inilah empat menteri dan satu wakil menteri yang dilantik Presiden Prabowo:

  • Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
  • Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI
  • Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi
  • Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah
  • Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden Prabowo akan melakukan perombakan kabinet, Jumat (08/09) sore.

"Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan kementerian," ujar Prasetyo kepada wartawan, Jumat (08/09) sore.

Menurut Prasetyo, ada lima menteri yang akan diganti, dan ada satu kementerian baru yaitu Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Siapa Purbaya Yudhi Sadewa?

Purbaya Yudhi Sadewa diangkat sebagai menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (08/09).

Sebelumnya, Purbaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Purbaya kemudian melanjutkan studi di Purdue University, AS, meraih gelar MSc dan Ph.D dalam bidang Ilmu Ekonomi.

Karier profesionalnya berawal sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994), lalu berpindah ke dunia riset ekonomi sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute (2000–2005).

Dia juga pernah menjabat Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008), Chief Economist Danareksa Research Institute (2005–2013), serta anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) pada 2013–2015.

Purbaya mengawali kiprah politik dan pemerintahan sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Perekonomian pada era 2010–2014, dan juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional.

Dia kemudian menjabat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden pada 2015, serta Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Polhukam (2015–2016).

Selanjutnya, Purbaya dipercaya sebagai Wakil Ketua Satgas Debottlenecking (Pokja IV) dan Staf Khusus bidang Ekonomi Kemenko Maritim (2016–2020), kemudian menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi (2018–2020).

Pada 3 September 2020, Purbaya resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Keputusan Presiden RI No. 58/M Tahun 2020.

Ia juga sempat menjabat sebagai komisaris di holding BUMN pertambangan PT Inalum (Persero).

Siapa pengganti Menko Polkam Budi Gunawan?

Namun demikian Prabowo belum menetapkan siapa pengganti Budi Gunawan untuk mengisi posisi Menko Polkam.

"Berkenaan dengan posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan untuk sementara waktu memang Bapak Presiden belum menunjuk secara definitif siapa yang akan beliau tugaskan menjadi Menko Polkam. Sementara waktu beliau akan menunjuk ad interim untuk menjabat sebagai Menko Polkam," kata Prasetyo, Senin (08/09).

Selain itu, Dito Ariotedjo yang dicopot dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), namun penggantinya juga belum diumumkan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut bahwa pengganti Dito Ariotedjo sebagai Menpora belum dilantik karena calon menteri tersebut masih berada di luar kota.

"Pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga kebetulan dalam posisi sedang di luar kota sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari ini. Nanti di prosesi pelantikan yang berikutnya," paparnya.

Berita ini akan diperbarui secara berkala.