Lima jenazah awak kapal perang Thailand yang tenggelam telah ditemukan, 24 orang masih dicari

Sumber gambar, Angkatan Laut Thailand/Twitter
Lima jenazah awak kapal perang Thailand yang tenggelam telah ditemukan oleh tim penyelamat pada Selasa (20/12), menurut keterangan angkatan laut.
Para pelaut yang tewas tersebut ditemukan bersama satu orang yang selamat, dan semuanya mengenakan pelampung pada jarak 60 kilometer arah selatan dari titik kapal itu tenggelam pada Minggu malam lalu.
Pencarian terhadap 24 awak kapal yang hilang masih terus berlanjut. Angkatan laut mengatakan total 76 anggotanya telah diselamatkan.
HTMS Sukhotai membawa 105 awak kapal ketika tenggelam setelah kehilangan tenaganya akibat badai.
Selama dua hari, Angkatan Laut dan Udara Thailand telah mengerahkan ratusan perwira, empat kapal dan sejumlah helikopter untuk menyisir area seluas 50 kilometer persegi.
"Orang terakhir yang masih hidup ditemukan 41 jam sejak kapal tenggelam. Jadi kami yakin masih ada yang hidup di luar sana... kami akan terus mencari," kata Laksamana Chonlathis Navanugraha, Kepala Staf Angkatan Laut.
Seorang komandan angkatan laut sebelumnya mengatakan bahwa mereka hanya memiliki waktu dua hari untuk menemukan siapa pun yang masih hidup.
“Jaket pelampung, pelampung, dan teknik terapung mereka memberi kami waktu 48 jam untuk menyelamatkan hidup mereka,” kata Wakil Laksamana Pichai Lorchusakul.
Baca juga:

Sumber gambar, Reuters
Beberapa pelaut yang berhasil diselamatkan ditemukan dalam kondisi kelelahan dan tidak sadarkan diri.
"Kami menemukan pria ini memegang pelampung... dia mengambang di air selama 10 jam," kata Kapten Krapich Korawee-Paparwit dari HTMS Kraburi kepada Reuters.
Dia menambahkan bahwa pria itu, masih sadar, mengalami luka ringan di kepala dan "matanya sakit karena terkena air laut."
Salah satu korban selamat, yakni seorang laki-laki yang tidak disebutkan namanya, menceritakan bagaimana dia bertahan.
"Saya berenang selama tiga jam. Kapal (penyelamatan) tidak bisa mendekat karena ombak. Ombak cukup tinggi, sekitar tiga meter saat kapal tenggelam. Ketika mulai tenggelam, saya memakai jaket pelampung dan melompat," kata laki-laki itu.

Sumber gambar, Angkatan Laut Thailand
Angkatan Laut juga mengumumkan bahwa mereka akan menyelidiki penyebab dari tenggelamnya kapal yang dibuat di AS pada pertengahan 1980-an ini.
"Ini hampir tidak pernah terjadi dalam sejarah pasukan kami, apalagi pada kapal yang masih aktif digunakan,” kata juru bicara Angkatan Laut Laksamana Pogkrong Monthardpalin kepada BBC.
HTMS Sukhothai sedang berpatroli di perairan yang berajarak sekitar 400 kilometer dari Bangkok ketika terjebak badai pada Minggu.
Berdasarkan keterangan sejumlah pejabat, para kru berjuang mempertahankan kendali atas kapal yang miring setelah aliran listriknya terputus. Kapal itu akhirnya tenggelam pada pukul 23.30.
Melalui foto-foto yang diunggah di akun Twitter Angkatan Laut Thailand, tampak bahwa kapal miring ke kanan dan kapal-kapal penyelamat berupaya menemukan korban selamat di perairan yang berombak.

Tiga kapal angkatan laut dan sejumlah helikopter telah dikerahkan untuk membantu evakuasi, namun hanya HTMS Kraburi yang bisa mencapai Sukhothai sebelum kapal itu tenggelam.
HTMS Kraburi sempat mengevakuasi sebagian besar awak Sukhothai, menurut keterangan Angkatan Laut.
Para marinir yang mengenakan jaket pelampung pun ditemukan di dalam air serta di perahu penyelamat.
Angkatan Laut belum menjelaskan secara rinci soal kondisi para awak kapal yang selamat.
Namun media lokal telah menerbitkan foto-foto yang menunjukkan petugas medis di dermaga membawa mereka menggunakan tandu.
Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-Cha, dalam pernyataannya pada Senin (19/12), mengonfirmasi bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kejadian itu.
“Saya mengikuti berita ini dengan cermat, sekitar lima orang terluka parah,” kata dia.












