Siapa Delcy Rodriguez, pemimpin Venezuela pengganti Nicolas Maduro?

Delcy Rodríguez.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Delcy Rodríguez merupakan bagian dari lingkaran terdalam Presiden Nicolas Maduro.
    • Penulis, Ángel Bermúdez
    • Peranan, BBC News Mundo
  • Waktu membaca: 5 menit

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer AS telah mengalihkan perhatian dunia ke Delcy Rodríguez, wakil presiden yang dipilih Maduro sebagai tangan kanannya.

Pada Sabtu (03/01) sore, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan agar Delcy Rodríguez mengambil alih posisi kepala negara karena "ketidakhadiran" Maduro.

Dalam sebuah pernyataan, Ketua Mahkamah Konstitusi Venezuela yang menjadi bagian dari Mahkamah Agung, Tania D'Amelio, berpendapat bahwa Konstitusi memberikan mandat kepada wakil presiden untuk mengisi ketidakhadiran sementara atau absolut presiden, seperti yang saat ini dialami negara tersebut.

Hakim itu menyebut operasi militer AS yang mengakibatkan penangkapan Maduro dan istrinya sebagai "penculikan" dan "agresi asing".

Dengan demikian, Mahkamah Konstitusi memberi wewenang kepada Rodríguez untuk memimpin "kedaulatan" dan "menjaga tatanan konstitusional" Venezuela.

Beberapa jam sebelum putusan tersebut, Rodríguez mengutuk tindakan AS. Dia menyebut penangkapan Maduro dan istrinya sebagai "penculikan ilegal dan tidak sah".

"Apa yang dilakukan terhadap Venezuela adalah tindakan biadab," kata Rodríguez dalam pidato yang disiarkan melalui stasiun radio dan televisi nasional.

"Mengepungnya, memblokadenya, adalah tindakan biadab yang melanggar setiap mekanisme sistem hak asasi manusia internasional dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Jangan biarkan blokade apa pun mencoba memutarbalikkan kehendak rakyat ini," cetus Rodríguez.

Melalui pernyataan itu, Rodríguez menanggapi perkataan Presiden AS, Donald Trump, dalam konferensi pers setelah penangkapan Maduro.

Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa Rodríguez telah berkontak dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Rodríguez, menurut Trump, "pada dasarnya besedia melakukan apa yang kami pikir perlu untuk membuat Venezuela kembali hebat".

"Dia tidak punya pilihan," kata Trump.

Delcy Rodríguez dan Jorge Rodríguez.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Delcy Rodríguez dan abangnya, Jorge Rodríguez, merupakan pendukung pemerintahan Maduro.

Namun, tak lama setelah konferensi pers Trump, Rodríguez menegaskan posisinya yang menganggap Maduro sebagai "satu-satunya presiden Venezuela".

Dia menambahkan bahwa Venezuela "tidak akan pernah menjadi koloni siapa pun."

Pernyataan-pernyataan terbaru ini konsisten dengan Delcy Rodríguez, yang pernah digambarkan Maduro sebagai "harimau betina" karena senantiasa membela sosialisme Bolivarian.

Bahkan, mereka yang mengenalnya sering mengatakan bahwa dia "sangat cerdas", tetapi "dogmatis".

Siapa sebenarnya Delcy Rodríguez?

Garis keturunan haluan kiri

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Garis silsilah keluarga Delcy Rodríguez kental dengan nuansa politik.

Pengacara berusia 56 tahun ini adalah putri Jorge Antonio Rodríguez, seorang gerilyawan pada 1960-an. Dia meninggal dalam tahanan polisi pada 1976 setelah ditangkap karena terlibat menculik William Niehous, seorang pejabat perusahaan AS yang beroperasi di Venezuela.

Kematian Jorge Antonio Rodríguez mengejutkan publik, karena dia mengalami penyiksaan dan perlakuan buruk selama ditahan pihak kepolisian.

Kematian ayahnya itu mendorong Delcy untuk belajar hukum di Universitas Pusat Venezuela dan kemudian dilanjutkan dengan studi Hukum Perburuhan dan Serikat Pekerja di Prancis.

"Saya memutuskan untuk mencari keadilan dalam kasus ayah saya dan saya masuk fakultas hukum. Di sana saya langsung melamar menjadi asisten peneliti di Institut Studi Pidana," ucapnya.

Baca juga:

Peristiwa kematian ayahnya juga memengaruhi cara pandang Delcy Rodríguez terhadap politik.

"Revolusi Bolivarian, kedatangan Komandan Hugo Chávez, adalah balas dendam pribadi kami," katanya dalam sebuah wawancara tahun 2018 seraya menegaskan dirinya tidak termotivasi oleh kebencian.

Dari Chávez ke Maduro

Seperti abangnya, Jorge Rodríguez, ketua Majelis Nasional saat ini, Delcy Rodríguez memulai karier politik selama pemerintahan Hugo Chávez. Pada masa itu pula dia pertama kali masuk kabinet dengan menduduki posisi Menteri Sekretaris Negara selama beberapa bulan.

Namun, saat Maduro berkuasa, ia memegang banyak posisi di pemerintahan.

Delcy Rodríguez pendukung Hugo Chávez

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Delcy Rodríguez merupakan penyokong Revolusi Bolivarian yang dicetuskan mendiang Presiden Hugo Chavez.

Delcy Rodríguez pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informasi, Menteri Ekonomi, dan Menteri Luar Negeri.

Baru-baru ini, ia menjabat Wakil Presiden serta Menteri Hidrokarbon.

Ia juga merupakan ketua Majelis Konstituen Nasional yang yang terpilih secara kontroversial pada 2017. Posisi ini sangat penting karena—setidaknya menurut teori hukum—memiliki kekuasaan lebih besar daripada presiden.

Baca juga:

Seperti abangnya, Jorge, Delcy menjadi tokoh kunci yang digunakan pemerintah Maduro sebagai operator politik baik di dalam maupun di luar Venezuela.

"Delcy bekerja bersama abangnya. Dia sedikit kurang intelektual, lebih operasional. Mereka adalah orang-orang berpendidikan tinggi yang telah mengisi kekosongan sebagai konsekuensi dari pengabaian total terhadap orang-orang yang cakap di pemerintahan," kata ilmuwan politik Nícmer Evans kepada BBC Mundo dalam sebuah wawancara pada 2024.

Diplomat Venezuela

Delcy Rodríguez sebelumnya pernah memegang jabatan Menteri Luar Negeri antara 2014 dan 2017. Namun terlepas dari jabatan tersebut, ia tidak pernah berhenti menjadi salah satu wajah pemerintah baik di dalam maupun di luar Venezuela.

Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, ketika Maduro mengurangi perjalanan ke luar negeri, ia menjadi sosok kunci dalam hubungan dengan negara-negara sekutu seperti Turki, China, dan Iran.

Di panggung internasional, Rodríguez terlibat dalam beberapa insiden, seperti pada 2016 ketika menjabat menteri luar negeri, ia mencoba memasuki pertemuan Mercosur di Buenos Aires setelah Venezuela dikeluarkan dari blok tersebut.

Selang empat tahun kemudian, terjadilah insiden yang dijuluki pers Spanyol sebagai "Delcygate".

Peristiwa ini berlangsung ketika Rodríguez mendarat dengan pesawat pribadi di Bandara Barajas di Madrid pada 20 Januari 2020 dini hari. Di sana dia bertemu selama beberapa jam dengan Menteri Transportasi Spanyol saat itu, José Luis Ábalos. Padahal dia masih dikenai larangan masuk ke wilayah Schengen yang dikeluarkan oleh Austria.

Rodríguez adalah salah satu dari sekitar 50 pejabat senior Venezuela yang dikenai sanksi oleh Uni Eropa karena pelanggaran hak asasi manusia dan kemerosotan demokrasi di Venezuela.

Delcy Rodríguez; abangnya, Jorge Rodríguez; Menteri Pertahanan, Vladimir Padrino; dan Ibu Negara, Cilia Flores, dikenai sanksi serupa oleh AS pada 2018.

Hingga kini Delcy Rodríguez mengecam sanksi tersebut dan secara terbuka mempertanyakan kebijakan AS.