Prabowo Subianto: 'Insya Allah saya akan dilantik pada 20 Oktober 2024' - Deklarasi kemenangan Pilpres?

Prabowo Subianto

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyapa para pendukungnya pada Rabu (14/02) setelah hasil quick count Pilpres 2024 menyatakan keunggulan pasangan tersebut.

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengatakan "insya Allah" dirinya akan dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober 2024 - tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-73 tahun.

"Insya Allah saya akan dilantik pada 20 Oktober 2024," cetus Prabowo di sela-sela acara Macro Day - Mandiri Investment Forum 2024 di Jakarta pada Selasa (05/03), seperti dilansir Kompas.com.

Dalam pernyataannya yang disampaikan di hadapan sejumlah investor dan pelaku industri keuangan, Prabowo mengatakan transisi pergantian pemerintahan dapat berjalan mulus karena dirinya adalah bagian dari tim Presiden Joko Widodo,

"Saya pikir transisinya akan mulus karena sebagaimana Anda tahu, dari tiga kandidat, tim saya sangat terbuka dan kami bagian dari tim Jokowi," imbuhnya.

Prabowo menegaskan akan meneruskan kebijakan dari pemerintahan Jokowi dan "memperbaiki apa yang perlu" diperbaiki.

"Kami akan melanjutkan kebijakan-kebijakan Pak Joko Widodo yang terbukti relevan, dan kami mendukung kebijakan-kebijakan tersebut dalam arah yang sama, dan kami memperbaiki apa yang perlu kami perbaiki," kata Prabowo.

Ucapan Prabowo memunculkan pertanyaan apakah dirinya mendeklarasikan kemenangan Pilpres 2024.

Seperti diketahui, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei usai perhelatan pemilu serentak pada 14 Februari silam menunjukkan keunggulan Prabowo dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.

Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih melakukan penghitungan suara (real count).

Data terakhir yang diperbarui oleh KPU di situs mereka per Senin (04/3) seperti dilansir Kompas menunjukkan pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraih 75.367.532 suara (58,83%).

Berikutnya, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh 31.378.083 (24,49%) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengumpulkan 21.375.740 suara (16,68%).

Tim Prabowo - Gibran: 'Enggak ada deklarasi'

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Direktur juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, Viva Yoga Mauladi, menyanggah bahwa pernyataan Prabowo merupakan deklarasi kemenangan pilpres.

Menurut Viva Yoga, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari KPU.

"Enggak ada deklarasi. Kan menunggu hasil rapat pleno KPU," sebut Viva Yoga kepada BBC News Indonesia melalui pesan teks.

"Belum pengumuman [kemenangan pilpres]. Nanti pengumuman resmi akan dilaksanakan setelah hasil rapat pleno KPU dan jika ada gugatan, setelah sidang MK [Mahkamah Konstitusi]."

Baca juga:

Di sisi lain, Viva Yoga mengakui hasil quick count berbagai lembaga survei dan real count KPU menunjukkan kemenangan Prabowo-Gibran satu putaran.

"Tapi kan hasil quick count, real count KPU, Prabowo-Gibran menang satu putaran. Makanya secara resmi nanti akan dilaksanakan setelah rapat KPU dan MK," papar Viva Yoga.

"Iya kan masih menunggu rapat pleno KPU sebagai keputusan legal formal dan resmi. Biasanya hasil quick count dan real count tidak berbeda dengan rapat pleno KPU," jelasnya.

Tim Anies - Muhaimin: Tidak perlu 'propaganda'

Secara terpisah, juru bicara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Amiruddin Al Rahab, menanggapi pernyataan Prabowo Subianto tersebut dengan mengatakan bahwa: "proses masih berjalan" dan tidak perlu ada "propaganda-propaganda".

"Mari sama-sama sabar menunggu proses yang sedang berlangsung. Enggak usah terus menerus merasa bahwa proses sudah selesai."

Menurut Amiruddin, saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai pemenang pilpres 2024 secara formal.

"Jadi, propaganda-propaganda yang bersifat memfinalkan proses yang sudah berjalan tidak diperlukan. Yang perlu dicermati adalah pekerjaan KPU, Bawaslu, DKPP [Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu] - tiga institusi negara yang diberi mandat UU untuk menyatakan proses ini berjalan baik atau sudah selesai - bukan paslon-paslon," ujar dia.

"Paslon-paslon mah bikin propaganda apa saja itu urusan dia," tegas Amiruddin.

Amiruddin juga mengatakan saat ini sedang ada wacana hak angket yang juga perlu dicermati. Semua ini, menurut dia, lebih perlu dicermati ketimbang "propaganda" dari paslon tertentu.

Tim Ganjar - Mahfud MD: 'Minim soal etika'

Sementara itu, Chico Hakim selaku juru bicara tim pemenangan nasional Ganjar - Mahfud MD, mengungkapkan bahwa pernyataan Prabowo "tidak mengagetkan".

"Menurut kami, Prabowo, seperti biasa minim soal etika," ujar Chico kepada BBC News Indonesia melalui pesan singkat.

"Memang sejak awal musim kampanye ini Prabowo sering sekali menunjukkan sikap-sikap dan perilaku yang jauh dari etika dan norma-norma yang berlaku."

Menurut Chico, pemilu masih belum selesai. Lebih dari itu, masih banyak permasalahan yang terbawa yakni isu dugaan kecurangan dan pelanggaran-pelanggaran yang "tidak ditindaklanjuti oleh Bawaslu".

"Kecurangan yang sifatnya bukan hanya di hari pencoblosan dan setelahnya. Bahkan jauh dari hari pencoblosan sejak pencalonan Gibran bahkan juga disinyalir penempatan-penempatan PJ gubernur, bupati, dan walikota itu menjadi bagian dari kecurangan yang terstruktur, sistematif, dan masif," pungkasnya.