Kisah 'Wonder Woman' di dunia nyata yang menjadi legenda Hollywood

Sumber gambar, UPI/Bettmann Archive/Getty Images
- Penulis, History's Toughest Heroes
- Peranan, BBC Radio 4
- Waktu membaca: 8 menit
Peristiwa di gurun terpencil di Amerika Serikat menunjukkan kepada dunia apa yang sebenarnya dapat dilakukan oleh pemeran pengganti bernama Kitty O'Neil.
Sosok mungil berkostum kuning itu dengan berani menantang rekor kecepatan darat kategori perempuan dan memecahkannya. Pecah pula anggapan bahwa O'Neil terhambat karena dia seorang tuna rungu.
Namun, peristiwa pemecahan rekor itu hanyalah sekelumit dari rangkaian petualangan luar biasa Kitty O'Neil.
Sejak kecil, dia telah mematahkan prasangka tentang apa yang dapat dilakukan oleh seorang tuna rungu dengan belajar memainkan alat musik. Kemudian, sepanjang era 1970-an, ia menjelma sebagai pemeran pengganti yang menjadi legenda hidup di Hollywood.
Pada masa itu, hanya sedikit perempuan yang melakukan aksi berbahaya dan membuat penonton terpaku pada layar televisi.
O'Neil adalah salah satu aktor pemberani tersebut sekaligus salah satu perempuan pertama yang bergabung dengan Stunts Unlimited, sebuah kelompok profesional yang menangani beberapa pekerjaan paling menantang di industri perfilman.
Sedemikian kondang O'Neil sebagai pemeran pengganti, sebuah film dibuat tentang hidupnya. Bahkan, O'Neil diwujudkan sebagai mainan miniatur.
Tuli tapi tidak kalah
O'Neil lahir di Corpus Christi, Texas, pada 1946. Di usianya yang baru lima bulan, ia sakit parah dan suhu tubuhnya melonjak tinggi.
Ibunya mengompres tubuhnya dengan es, yang mungkin telah menyelamatkan nyawanya. Namun, seiring Kitty tumbuh dewasa, orang tuanya menyadari bahwa penyakit itu telah membuatnya tuli total.
Patsy O'Neill menolak mengajari putrinya bahasa isyarat, yang pada saat itu dianggap mencurigakan. Namun, agar putrinya tidak dipandang rendah, Patsy mengajari Kitty metode membaca bibir yang saat itu tidak umum.

Sumber gambar, Getty Images
"Ibunya memegang tangan Kitty dan meletakkannya di pita suaranya," kata Kai Michaelson, seorang pemeran pengganti dan teman dekat Kitty O'Neil.
"Dia kemudian akan mengucapkan kata-kata dengan lantang berulang-ulang, dengan sangat lambat."
Ketika Kitty diejek di sekolah, ibunya menyuruhnya untuk tegar dan melawan. Dengan bantuan ibunya, Kitty berhasil melakukannya.
"Dengan merasakan perubahan halus pada frekuensi getaran, Kitty belajar cello dan piano," kata Ericka Goodman-Hughey, yang saat ini menjabat sebagai wakil editor laman berita olahraga ESPN.
Michaelson ingat bahwa Kitty akhirnya bisa mengenali musik yang diputar di radio mobil hanya dengan mengenali getarannya.
Bahkan, Kitty mengatakan kepadanya bahwa dia adalah penggemar The Beatles ketika musik band tersebut diputar.

Sumber gambar, CBS via Getty Images
Awal karier sebagai pemeran pengganti
Ayah Kitty O'Neil meninggal dalam kecelakaan pesawat ketika Kitty baru berusia 11 tahun. Namun, ia tak pernah melupakan sensasi memacu kecepatan tinggi ketika menduduki mesin pemotong rumput duduk saat kecil.
Beberapa tahun kemudian, ia mengikuti kompetisi menyelam dan dengan cepat lebih unggul dari rekan-rekannya.
Namun—tepat sebelum uji coba Olimpiade Tokyo 1964—pergelangan tangannya patah dan ia terkena meningitis tulang belakang.
Setelah pulih, ia merasa kehilangan gairahnya untuk olahraga tersebut.
"Ketika ia berhenti, ia berkata [menyelam] itu tidak cukup menakutkan baginya," kata Goodman-Hughey.
Tak lama setelah mengendarai mobil ibunya, pada usia 16 tahun, O'Neil mulai terjun payung dan kemudian bermain ski air—memecahkan rekor kecepatan kategori Perempuan. Dia juga mengendarai sepeda motor dalam balapan lintas alam yang sulit dan berbahaya.
Risiko kematian adalah bagian dari kesenangannya.
Pada suatu ketika, O'Neil kehilangan kendali atas sepeda motornya dan mengalami kecelakaan serius. Dalam insiden itu, tangannya tersangkut di jari-jari roda sehingga salah satu jarinya putus.
Teman-temannya ingat bahwa, meskipun terlibat kecelakaan, O'Neill ingin terus melaju dan naik kembali ke sepeda motor. Namun, ia akhirnya diyakinkan untuk pergi ke rumah sakit.

Sumber gambar, UPI/Bettmann Archive/Getty Images
Pemeran pengganti lainnya, Duffy Hambleton, tidak hanya membawanya ke rumah sakit hari itu, tetapi juga mendorong hidupnya ke arah lain.
Duffy bercerita tentang pekerjaan pemeran pengganti untuk televisi. O'Neil memutuskan bahwa pekerjaan ini sangat cocok untuknya.
Duffy Hambleton kemudian menjadi suami pertama Kitty O'Neil.
Berbekal dua buku favoritnya—The Power of Positive Thinking karya Norman Vincent Peale, dan Alkitab—ia muncul di lokasi syuting. Pada awal 1970-an, pria-pria berwig yang umumnya melakukan aksi berbahaya.
Kitty O'Neil tetap menolak anggapan bahwa tuli adalah batasan dan bahwa ia hanyalah "perempuan simbolis".
Sebaliknya, ia mengatakan bahwa tuli adalah kekuatan supernya, yang membuatnya tetap fokus pada apa yang harus ia lakukan.
Aksi-aksi terkenal Kitty O'Neil
Kitty O'Neil mungkin paling dikenal karena bekerja sama dengan aktris Lynda Carter di serial TV Wonder Woman. Dalam serial tersebut, dia melakukan berbagai macam aksi, termasuk bergelantungan di helikopter dengan kostum pahlawan super.
Salah satu episode mengharuskan Kitty terjun bebas setinggi lebih dari 35 meter dari sebuah hotel di California. Aksi tersebut memecahkan rekor dan membutuhkan fokus dan keberanian yang luar biasa. Momen itu pun menjadi ikon.
"Ya, [dia] memang mewakili feminitas... tetapi juga merangkum apa yang kita maksud dengan kekuatan feminin," kata Goodman-Hughey.
O'Neil mengatakan kepada majalah People saat itu: "Saya tidak berusaha bersaing dengan pria. Saya hanya berusaha melakukan hal saya sendiri."

Sumber gambar, Glen Martin/The Denver Post via Getty Images
Kitty O'Neill memecahkan rekor lain untuk terjun bebas, saat sedang terbakar untuk sebuah acara spesial televisi. Dia juga pernah mengemudikan perahu jet hingga kecepatan 443 km/jam.
"Bahkan jika saya berjalan bersamanya, ia akan sepuluh langkah di depan saya," kata Michaelson.
Kitty sepertinya ingin terus-menerus melampaui batas.
Pada 1976, ia diundang untuk mengendarai mobil eksperimental bernama SMI Motivator. Mobil tersebut ditenagai oleh mesin hidrogen peroksida yang dapat menghasilkan 48.000 tenaga kuda. O'Neil ingin memecahkan kecepatan suara, yang berarti memacu mobil tersebut hingga lebih dari 1.207 km/jam.
Namun dalam kesepakatan yang ditandatangani dengan penyelenggara, O'Neil justru mencoba memecahkan rekor kecepatan kategori perempuan, yaitu 483 km/jam.
Dengan mengenakan jumpsuit kuning cerah, O'Neil membawa mobil berbentuk jarum beroda aluminium itu hingga kecepatan lebih dari 988 km/jam di Gurun Alvord di Oregon, AS, sekaligus memecahkan rekor kecepatan kategori perempuan.

Sumber gambar, Glen Martin/The Denver Post via Getty Images
Selanjutnya, ia ingin memecahkan rekor kategori pria, tetapi diduga dicegah oleh beberapa sponsor, yang mengatakan bahwa tidak pantas bagi seorang perempuan untuk melakukannya.
Mereka kemudian membantah telah membuat komentar tersebut, tetapi teman-teman dekatnya mengatakan bahwa Kitty O'Neil menandai momen itu sebagai bukti bagaimana perempuan telah dikekang sepanjang sejarah.
Tak lama kemudian, Michaelson memberinya kesempatan lain—balap drag—dan ia pun berhasil memecahkan rekor kecepatan di air, dengan speedboat.
"Saya belum pernah bertemu orang seumur hidup saya yang tidak takut. Dan dia tidak takut—yang sebenarnya bukan hal yang baik," kata Michaelson.
Mengakhiri karier
Setelah memecahkan rekor tersebut, dan berbagai penampilan di film dan televisi, O'Neil akhirnya pensiun di sebuah kota kecil di South Dakota.
Menurut Michaelson, ia tidak pernah kehilangan kecintaannya pada kecepatan dan hasrat untuk menembus batas suara di darat. Bahkan di tahun-tahun berikutnya ia meneleponnya dan berkata: "Ayo kita buat mobil. Ayo kita buat mobil."
Pada saat kematiannya, di usia 72 tahun, ia masih menjadi pemegang rekor kecepatan darat kategori perempuan.
"Ia adalah seorang perempuan luar biasa, wonder woman di dunia nyata," katanya.
Berdasarkan siaran bertajuk Kitty O'Neil: Hollywood's Real Wonder Woman oleh BBC Radio 4












