Belasan orang tewas dan delapan lainnya hilang akibat banjir dan longsor di Nduga, Papua

Nduga, Papua Pegunungan, Papua, banjir

Sumber gambar, BPBD Nduga

Keterangan gambar, Proses pencarian korban hilang dan evakuasi korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Waktu membaca: 3 menit

Tim SAR gabungan masih mencari delapan orang yang hilang akibat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Sebelumnya, tim penyelamat sudah menemukan 15 jasad korban meninggal dunia di Kampung Yuguru, Distrik Meborok, Kabupaten Nduga.

"Sebanyak 15 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan 8 orang lainnya masih dalam proses pencarian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (05/11).

Banjir bandang dan longsor melanda Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Jumat (01/11) sekitar pukul 17.00 WIT.

Penyebab bencana ini, menurut Abdul Muhari, adalah hujan dengan intensitas tinggi di kawasan hulu.

Nduga, banjir, papua

Sumber gambar, BPBD Nduga

Keterangan gambar, Tim SAR menemukan 15 jasad korban meninggal dunia di Kampung Yuguru, Distrik Meborok, Kabupaten Nduga.

BNPB mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban hilang diduga hanyut terbawa arus deras saat melintas di Sungai Papan yang meluap.

Luapan sungai itu terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu.

Adapun wilayah terdampak bencana mencakup dua kampung di Distrik Dal.

Kampung itu adalah Kampung Dal dan Kampung Silan, dan sejumlah permukiman di Distrik Yuguru.

Selain korban jiwa, sejumlah fasilitas umum rusak parah dan masyarakat setempat kesulitan mengakses kebutuhan dasar, kata Plt Bupati Nduga Yoas Beon dalam keterangannya.

Bencana ini juga disebut sebagai yang terbesar dalam jumlah korban.

"Peristiwa ini sebagai musibah besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut. Dulu paling satu dua orang pernah jadi korban, tapi kali ini 23 orang," ujar anggota DPRD Papua Pegunungan Semianus Wandikbo.

Dalam rilisnya, BNPB mengingatkan ancaman cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Papua Pegunungan.

"Berdasarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh instansi terkait pada periode 4 sampai 6 November 2025, Papua Pegunungan berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat," ucapnya.

BNPB mengimbau pemerintah daerah agar tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

"Masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan daerah aliran sungai, diminta melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika hujan berintensitas tinggi melanda lebih dari satu jam," tambah Abdul.