Kematian penyintas tragedi 'gua Thailand' menghancurkan 'akhir yang bahagia'

Duangpetch Promthep berusia 13 tahun ketika dia terjebak di dalam gua Thailand

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Duangpetch Promthep berusia 13 tahun ketika dia terjebak di dalam gua Thailand
    • Penulis, Jonathan Head
    • Peranan, Koresponden BBC di Asia Tenggara

Kita masih belum mengetahui apa penyebab kematian mendadak Duanpetch 'Dom' Promthep saat belajar di akademi sepak bola di Inggris, kesempatan yang sangat dia banggakan karena memenangkannya melalui beasiswa tahun lalu.

Untuk pertama kalinya, kematian Dom, anak remaja yang selamat usai terperangkap dalam gua di Thailand, memberikan bayangan sedih dari sebuah cerita yang sampai sekarang tidak kehilangan kekuatannya untuk menginspirasi dan memberi semangat.

Peristiwa menakjubkan tentang 12 anak laki-laki yang selamat dari gua pada Juli 2018 di Thailand adalah sesuatu yang langka dalam sebuah pemberitaan: kisah dengan akhir bahagia yang hampir sempurna.

Ketika kami pertama kali mendapat kabar bahwa sekelompok pemain sepak bola Thailand hilang, saya bersama rekan-rekan langsung menuju ke Chiang Rai, dan kemudian ke pintu masuk kompleks Gua Tham Luang, hanya membawa pakaian untuk tiga hari.

Dengan tergesa-gesa, saya berasumsi bahwa hanya akan ada sedikit orang di dunia yang peduli dengan peristiwa ini dalam waktu lama. Anak-anak itu akan ditemukan, atau mungkin hilang selamanya. Itu saja.

Namun, penilaian saya salah, dan dalam kondisi berlumpur di luar gua, saya akan menyesali keputusan membawa pakaian yang minim.

Anak-anak yang berhasil selamat dari gua di Thailand.

Sumber gambar, FACEBOOK/EKATOL

Keterangan gambar, Anak-anak yang berhasil selamat dari gua di Thailand.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Lima hari kemudian, tanpa ada indikasi bahwa sejumlah remaja laki-laki itu masih hidup atau di mana mereka berada, dan penyelamat Thailand diusir dari gua oleh air banjir yang naik, saya diwawancarai oleh tim televisi Thailand.

Saya merasa sangat emosional untuk menanggapi wawancara itu. Beberapa dari anak-anak laki-laki itu kurang lebih seumuran dengan kedua putra saya. Dom hanya 12 hari lebih tua dari anak tertua saya.

Melaporkan perkembangan tentang mereka siang dan malam, lalu melihat sepeda mereka masih dirantai di pagar gua, saya melihat, mereka adalah nyawa yang sangat berharga.

Menentang semua bukti yang ada saat itu, kami terus berharap bahwa mereka mungkin masih hidup.

Dan kemudian terjadi momen yang menakjubkan, ketika penyelam Inggris John Volanthen dan Rick Stanton menemukan mereka, berteriak dalam kegelapan, "berapa banyak Anda? Tiga belas? Brilian".

Kejadian itu seperti sebuah keajaiban.

Para jurnalis di lokasi gua itu kemudian bertambah dengan cepat, jauh lebih banyak daripada yang bisa diakomodasi. Tapi, kami tahu mengeluarkan mereka dari gua akan menjadi tantangan yang sulit.

Sangat sulit, bahkan, para penyelam mengatakan kepada pemerintah Thailand bahwa mengeluarkan setengah dari remaja itu hidup-hidup harus dianggap sebagai sebuah kesuksesan.

Dom dan ibunya setelah diselamatkan dari gua pada 2018

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Dom dan ibunya setelah diselamatkan dari gua pada 2018

Mereka menjadi anak laki-laki yang paling terkenal di dunia. Seluruh Thailand mendukung mereka.

Selama berhari-hari, pihak berwenang Thailand telah mendorong opsi penyelamatan tanpa risiko – meninggalkan mereka di sana sampai musim hujan berhenti empat bulan kemudian, meskipun mereka diperingatkan bahwa ini seperti hukuman mati yang hampir pasti.

Hidup mereka menjadi terlalu berharga.

Baca juga:

Dan ketika pemerintah Thailand akhirnya melakukan rencana penyelamatan yang berisiko tinggi, dan kami menyaksikan anak-anak laki-laki dan pelatih mereka dibawa keluar, dibius berat, satu per satu selama tiga hari, tampaknya tidak mungkin mereka semua akan selamat.

Tapi anak-anak itu berhasil melakukannya. Dan dalam beberapa hari mereka mengagumkan dunia ketika tampil pertama kali di depan media. Mereka tersenyum, bercanda, memukul-mukul bola.

Pemerintah Thailand mengambil kendali pada saat itu, memimpin negosiasi yang menguntungkan dengan pembuat film Hollywood dan mengatur perjalanan ke luar negeri. Namun, tidak satu pun dari kegiatan itu yang merusak mereka.

Penyelamatan anak laki yang terjebak di gua di Thailand

Mereka tetap menjadi anak-anak dari desa kecil dengan mimpi-mimpi besar, namun selalu merendah.

Mereka bersikap sopan, berterima kasih atas upaya yang telah dilakukan begitu banyak orang untuk menyelamatkan mereka, dan atas kesempatan baru untuk melihat dunia dan mendapatkan pendidikan.

Bahkan, ketakutan bahwa ketenaran akan menodai dongeng penyelamatan itu terbukti tidak berdasar.

Saat mendapatkan beasiswa ke Inggris tahun lalu, Dom berterima kasih kepada Zico, mantan kapten timnas Thailand yang telah mengaturnya, dan berjanji akan belajar keras di sana.

"Saya akan melakukan yang terbaik," tulisnya.

Tidak ada seorang pun, yang melihat dia dan rekan satu timnya bersikap begitu rendah hati, meragukan bahwa Dom akan memenuhi janji itu.

Keterangan video, Kisah epik penyelamatan tim sepak bola Thailand yang terjebak dalam gua

Apa yang terjadi pada Dom?

Gambar Duangpetch Promthep tahun 2018

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Gambar Duangpetch Promthep tahun 2018

Duangpetch Promthep, 17 tahun, ditemukan tidak sadarkan diri di asramanya di Leicestershire. Dia lalu dibawa ke rumah sakit, namun meninggal pada Selasa (14/02), menurut info yang diperoleh BBC.

Dom terdaftar di akademi sepak bola di Inggris sejak akhir tahun lalu.

Dia adalah kapten tim sepak bola anak laki-laki Thailand, yang terjebak jauh di dalam gua selama lebih dari dua minggu saat menjelajah di Provinsi Chiang Rai.

Wajahnya yang menyeringai, tertangkap oleh cahaya senter seorang penyelam saat ditemukan di dalam gua, adalah salah satu gambaran paling berkesan dari penyelamatan tersebut.

Tidak diketahui bagaimana remaja itu meninggal, tetapi polisi Leicestershire mengatakan kematiannya tidak dianggap mencurigakan. Laporan di Thailand mengatakan dia mengalami cedera kepala.

Dom dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit Umum Kettering pada Minggu sore, kata juru bicara Layanan Ambulans East Midlands. Ambulans udara juga dikirim ke tempat kejadian.

Pada Agustus tahun lalu, rekan satu timnya bersuka cita ketika Dom mengumumkan di Instagram bahwa dia telah memenangkan beasiswa untuk bergabung dengan Akademi Sepak Bola Brooke House College di Market Harborough.

"Hari ini impian saya menjadi kenyataan," tulisnya.

Enam bulan berlalu, mereka kini berduka karena kehilangan Dom.

Duangpetch "Dom" Promthep (kanan) difilmkan oleh tim penyelamat di dalam gua

Sumber gambar, ROYAL THAI NAVY

Keterangan gambar, Duangpetch "Dom" Promthep (kanan) difilmkan oleh tim penyelamat di dalam gua

Berita kematian Dom muncul setelah ibunya mengabarkan Kuil Wat Doi Wao di kampung halamannya, Chiang Rai, yang sering dikunjungi tim itu.

Kuil menyatakan belasungkawa di Facebook - "Semoga jiwa Dom beristirahat dalam damai," tulis dalam posting itu, yang disertai dengan foto tim sepak bola dengan para biksu.

Segera, pesan mulai mengalir dari rekan satu timnya.

"Kamu [Dom] meminta saya menunggu dan melihat kamu bermain untuk tim nasional, saya selalu yakin kamu akan melakukannya," tulis Prachak Sutham, salah satu anak laki-laki yang diselamatkan bersama Promthep pada 2018.

"Ketika kita bertemu terakhir kali sebelum kamu berangkat ke Inggris, aku bahkan bercanda memberitahumu bahwa ketika kamu kembali, aku harus meminta tanda tanganmu.

"Beristirahat yang tenang, sahabatku. Kita akan selalu memiliki 13 orang bersama."

Anak laki-laki lainnya, Titan Chanin Viboonrungruang, menulis: "Saudaraku, kamu memberi tahuku bahwa kita akan mencapai impian sepak bola kita ... jika dunia berikutnya nyata, aku ingin kita bermain sepak bola bersama lagi, saudaraku Dom."

Kepala Sekolah Brooke House College, Ian Smith, mengatakan mereka "sangat sedih dan terguncang" atas kematian tersebut.

"Kami bersatu dalam kesedihan dengan semua keluarga Dom, teman, mantan rekan satu tim dan mereka yang terlibat dalam semua bagian hidupnya, serta semua orang yang terkena dampak dengan cara apa pun atas kehilangan ini di Thailand dan seluruh keluarga global kampus ini," katanya.

Dave Thomas, wakil kepala misi di kedutaan Inggris di Thailand, mem-posting ulang gambar ketika beasiswa Inggris diumumkan

Sumber gambar, DAVE THOMAS

Keterangan gambar, Dave Thomas, wakil kepala misi di kedutaan Inggris di Thailand, mem-posting ulang gambar ketika beasiswa Inggris diumumkan

Dalam sebuah twit, Duta Besar Inggris untuk Thailand Mark Gooding menyampaikan belasungkawa kepada semua teman dan keluarga Dom.

Dom belajar di Vachiralai Bee School di Chiang Mai sebelum dia pergi ke Inggris. Sebagai penggemar berat sepak bola, dia pernah menjadi anggota tim yunior di Chiang Mai.

Akun Instagram-nya dipenuhi dengan postingan tentang sepak bola, seringkali disertai dengan tagar #footballismylife.

Salah satu unggahan terakhirnya di bulan Januari menunjukkan sketsa "perlengkapan sepak bola tim impiannya" - baju, celana pendek, kaus kaki, dan sepatu dengan garis-garis biru dan merah muda.

Apa yang terjadi di tahun 2018?

Usai latihan sepak bola pada 23 Juni 2018, tim sepak bola Wild Boars (Moo Pa dalam bahasa Thailand) - yang kaptennya Promthep - balapan ke Gua Tham Luang dengan sepeda mereka. Itu adalah salah satu tempat favorit tim.

Tapi badai yang tiba-tiba menyebabkan lorong menyempit akibat banjir, menjebak mereka dan pelatih di dalam.

Mereka menghabiskan sembilan hari dalam kegelapan dan tanpa makanan - sementara upaya pencarian "putus asa" yang melibatkan sekitar 10.000 orang terus dilakukan - sebelum mereka ditemukan oleh penyelam.

Promthep berusia 13 tahun saat dia terjebak di dalam gua. Rekan setimnya berusia antara 11 dan 16 tahun saat itu, sedangkan pelatih mereka Ekkaphon Kanthawong berusia 25 tahun.

Anak-anak laki-laki itu menggali lubang dengan batu untuk mencoba keluar, sementara pelatih mereka mengajari teknik meditasi untuk membantu tetap tenang dan menggunakan udara sesedikit mungkin.

Penyelam akhirnya menemukan mereka dan membawa keluar setelah dibius dengan obat ketamin.

Penyelamatan tersebut menjadi berita utama di seluruh dunia, dan berbagai film serta buku kemudian dibuat untuk menceritakan kembali kisah luar biasa tersebut, termasuk miniseri enam episode yang dirilis Netflix tahun lalu.

Keterangan video, Momen ketika anak-anak laki-laki yang selamat dari gua Thailand bersatu kembali dengan keluarga.