Jumlah korban tewas gempa NTT meningkat menjadi 70 orang – Apa yang diketahui sejauh ini?

Foto udara bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Keterangan gambar, Foto udara bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). Wilayah yang tersebut menjadi salah satu titik di Kabupaten Manggarai yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT.
    • Penulis, Tim redaksi BBC News Indonesia
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 16 menit

Jumlah korban tewas akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat menjadi 70 orang, per Senin (17/08) malam, menurut data Basarnas.

"Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30 [waktu setempat], total korban adalah 202 orang, yang meninggal dunia 70 orang," kata Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (18/08).

Korban luka-luka tercatat sebanyak 132 orang, dengan korban luka berat 40 orang dan korban luka ringan sebanyak 92 orang.

Yudhi juga menyatakan, tidak ada lagi laporan warga yang masih dinyatakan hilang atau masuk dalam daftar pencarian.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, menyampaikan, sejauh ini, tercatat telah terjadi 2.119 gempa susulan.

Gempa susulan terbesar magnitudo 6,2 dan gempa susulan terkecil magnitudo 1,3.

"Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam dua sampai tiga minggu ke depan," katanya.

Keluarga menunggu pasien yang menjalani perawatan di tenda darurat.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Keterangan gambar, Keluarga menunggu pasien yang menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026).

Sebelumnya, pada Senin (17/08 sore), BNPB menyebut jumlah korban tewas akibat gempa NTT tercatat sebanyak 68 orang.

"Pemerintah menyampaikan bela sungkawa sebesar-besarnya," kata Berton Panjaitan, dalam konferensi pers, Senin.

Sebelumnya, dua gempa tektonik susulan 5,0 dan 5,8 kembali mengguncang dua wilayah di NTT dalam rentang waktu hampir bersamaan pada Senin (17/08) pagi.

Gempa 5,0 terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan disusul gempa 5,8 di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pukul 07.46 WIB, Senin.

Dua peristiwa dipastikan tidak berpotensi memicu tsunami, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Adapun pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis, tambah BNPB.

gempa NTT, Flores

Sumber gambar, JUNI KRISWANTO / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang pengendara sepeda motor melintas di samping bangunan yang ambruk akibat gempa 7,7 di Borong, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 16 Agustus 2026.

Sebelumnya, tim penyelamat telah menemukan enam jenazah lagi pada Minggu (16/08), sehingga jumlah korban tewas meningkat.

Sementara itu, ribuan warga yang mengungsi terpaksa menghabiskan malam di luar rumah karena khawatir akan gempa susulan.

Petugas penyelamat terus menyisir puing-puing dan mencari kemungkinan korban yang tertimbun longsor akibat gempa.

Upaya pencarian difokuskan di tiga kabupaten yang masih sulit dijangkau, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo, yang menjadi wilayah terdampak paling parah, seperti dilaporkam Reuters.

"Kami telah membersihkan sebagian besar material longsor dan membuka kembali akses jalan menuju desa-desa yang sebelumnya terisolasi. Namun, gangguan komunikasi dan pemadaman listrik masih menghambat proses pencarian," kata Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari 900 rumah hancur dan sekitar 450 lainnya mengalami kerusakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kondisi itu memaksa sekitar 5.000 orang mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sedikitnya 241 rumah rusak di wilayah Flores.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa utama pada Sabtu terjadi pada kedalaman 10 kilometer sesaat sebelum pukul 06.00 waktu setempat. Warga berhamburan keluar rumah saat peringatan tsunami dikeluarkan, sebelum kemudian dicabut.

Sejak saat itu, pihak berwenang mencatat sedikitnya 995 gempa susulan.

Namun, hanya 46 di antaranya yang dirasakan oleh warga, kata Abdul Muhari. Dia menambahkan bahwa sedikitnya 135 orang mengalami luka-luka.

gempa NTT, Flores

Sumber gambar, Juni Kriswanto/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Sebuah keluarga berlindung di tenda yang didirikan di lapangan terbuka di Marapokot, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Agustus 2026, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut.

Banyak warga di Labuan Bajo, pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo yang merupakan salah satu destinasi wisata paling terkenal di Indonesia, memilih bermalam di luar rumah akibat kekhawatiran terhadap gempa susulan.

"Guncangannya sangat menakutkan. Rumah saya hampir roboh," kata seorang petani bernama Anastasia Imad dari tenda darurat berwarna hijau yang didirikan di samping rumahnya yang rusak.

"Kami khawatir gempa susulan akan meruntuhkan rumah itu saat kami sedang tidur."

gempa NTT, Flores

Sumber gambar, Juni Kriswanto/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang warga duduk di antara puing bangunan yang rusak akibat gempa 7,7 di Borong, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, 16 Agustus 2026.

Tenda-tenda medis darurat juga didirikan di dekat Rumah Sakit Ruteng yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Longsor menutup sejumlah ruas Jalan Trans-Flores, jalur sepanjang sekitar 700 kilometer yang menghubungkan berbagai komunitas di pulau pegunungan tersebut.

Di sisi lain, petugas kemanusiaan mendistribusikan beras, makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan kepada para penyintas. Tempat penampungan darurat juga telah dibangun untuk warga yang mengungsi.

Pemerintah menyebut pemulihan pasokan listrik dan jaringan komunikasi, serta penyaluran bantuan ke desa-desa terpencil yang terisolasi akibat longsor, sebagai tantangan utama dalam penanganan bencana.

Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, kerap mengalami gempa bumi dan letusan gunung api karena terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur seismik aktif yang mengelilingi Samudra Pasifik.

Flores sendiri pernah mengalami sejumlah bencana besar.

Tenda medis darurat di depan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Korban gempa dirawat di tenda medis darurat di depan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026, karena kekhawatiran gempa susulan.

Gempa kuat yang memicu tsunami pada 1992 menewaskan sekitar 2.500 orang di pulau tersebut.

Pada 2018, gempa berkekuatan 7,5 yang mengguncang Sulawesi Tengah memicu tsunami dan likuefaksi yang menewaskan lebih dari 4.400 orang.

Sementara itu, gempa 9,1 di lepas pantai Sumatra pada 2004 memicu tsunami dahsyat yang menewaskan sekitar 230.000 orang di 12 negara.

Tim SAR tembus desa terisolasi

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Sementara itu, tim penyelamat berhasil mencapai sebuah desa di Pulau Palue yang sempat terisolasi setelah gempa bumi pada Sabtu (15/8) lalu.

Desa yang sempat terisolasi selama hampir dua hari akibat gempa tersebut adalah Desa Nitung di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Tim penyelamat baru bisa mencapai desa itu pada Minggu (16/08) malam sekitar pukul 20.00 WITA, setelah menempuh perjalanan darat selama dua jam dari pesisir pantai.

"Tantangan kami adalah kondisi jalan yang masih rawan longsor. Rute tersebut sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa," ujar Wakil Kepala Kepolisian Resor Sikka, Komisaris Marselus Yugo Amboro, yang memimpin misi penyelamatan tersebut pada Senin pagi.

Ia menyebutkan bahwa ratusan rumah di Desa Nitung mengalami kerusakan parah akibat gempa.

Seperti dilaporkan Jurnalis Eliazar Robert untuk BBC News Indonesia, warga saat ini berlindung di tenda-tenda darurat dan belum menerima bantuan.

"Mereka belum menerima bantuan karena Desa Nitung sempat terisolasi selama hampir dua hari setelah gempa," ujarnya.

Ia mencatat bahwa berdasarkan pengamatan di lapangan, terdapat lebih dari seratus rumah yang rusak. Desa tersebut memiliki populasi sebanyak 2.018 jiwa, dan seluruhnya kini mengungsi.

Yugo menjelaskan bahwa untuk mencapai desa tersebut, tim harus membuka akses jalan yang sebelumnya tertutup batu-batu besar dan berbahaya akibat material longsoran.

gempa NTT, Flores

Sumber gambar, BASARNAS / Handout/Anadolu via Getty Images

Keterangan gambar, Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (17/8), tiga hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus.

"Kemungkinan besar ini adalah desa di Kabupaten Sikka yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa," jelas Yugo.

Yugo, yang masih berada di Desa Nitung hingga Senin (17/08) pagi, mengatakan bahwa aliran listrik dan jaringan komunikasi terputus total setelah gempa terjadi.

Saat ini, menurut Yugo, upaya sedang dilakukan untuk segera menyalurkan bantuan kepada warga Desa Nitung.

Beberapa warga Desa Nitung di Pulau Palue juga kehilangan nyawa akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah, sementara dua orang lainnya mengalami luka serius.

Pulau Palue sendiri memiliki total populasi sebanyak 10.728 jiwa.

54 orang tewas dan 5.000 lainnya mengungsi

Kantor SAR Maumere mencatat 54 orang tewas dan 132 orang mengalami luka-luka akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Data tersebut merupakan laporan sementara hingga Senin (17/08) pukul 07.00 WITA, seperti dilaporkan Kompas.com.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan, dari 132 korban luka, sebagian mengalami luka ringan dan lainnya luka berat.

"Data sementara pagi ini sudah 54 yang meninggal," ungkapnya.

Berdasarkan data Kantor SAR Maumere, korban meninggal dan luka tersebar di sejumlah kabupaten di Flores.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Kabupaten Manggarai Timur: 20 orang meninggal dunia, 25 orang luka berat, dan 59 orang luka ringan.
  • Kabupaten Manggarai: 26 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 14 orang luka ringan.
  • Kabupaten Sikka: 4 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka.
  • Kabupaten Manggarai Barat: 1 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, dan 4 orang luka ringan. Kabupaten Nagekeo: 1 orang meninggal dunia dan 4 orang luka ringan.
  • Kabupaten Ende: 2 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat, dan 11 orang luka ringan.

Sementara itu, belum ada data korban yang teridentifikasi dari Kabupaten Ngada.

"Untuk Kabupaten Ngada, belum terdapat data korban teridentifikasi," kata Fathur.

Fathur mengatakan, tim SAR gabungan masih berada di sejumlah titik terdampak gempa untuk melakukan penyisiran dan koordinasi.

Di sisi lain, ribuan warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena kondisi pascagempa masih berlangsung.

Data korban tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian, pendataan, serta identifikasi yang dilakukan tim gabungan di lapangan.

BNPB turut mencatat bahwa hingga 16 Agustus 2026 per pukul 15.00 WIB, muncul 995 kali gempa susulan. Namun, imbuh BNPB, dari angka itu masyarakat cuma merasakan sekitar 46 kali gempa.

pasien mendapatkan perawatan di luar rumah sakit setelah gempa bumi mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 15 agustus 2026

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sejumlah pasien mendapatkan perawatan di luar rumah sakit setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026.

Selain korban meninggal dunia, sekitar 5.000 orang mengungsi akibat gempa.

Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa.

Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai total 2.078 jiwa.

Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa.

Pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian kini menjadi salah satu prioritas penanganan darurat.

Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, makanan, obat-obatan, selimut, velbed, pasokan air bersih, hingga genset.

Bantuan mendesak juga diperlukan di bidang kesehatan.

Baca juga:

Menurut data Kementerian Kesehatan pada Sabtu (15/08), dari 21 rumah sakit di kabupaten-kabupaten yang terdampak gempa, sebanyak enam RS rusak ringan dan tiga RS rusak berat.

Dari tiga RS yang mengalami rusak berat, satu berada di Kabupaten Manggarai (RS Ruteng) dan dua lainnya berada di Kabupaten Nagekeo (RS Pratama Raja dan RS Aeramo).

Adapun dari 190 puskesmas, sebanyak 37 puskesmas rusak sedang dan 20 puskesmas rusak berat. Puskesmas-puskesmas itu tersebar di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.

Bantuan logistik berupa paket sembako dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8).

Sumber gambar, BNPB

Keterangan gambar, Bantuan logistik berupa paket sembako dari Presiden Prabowo Subianto tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/08).

Pemerintah mengatakan paket sembako telah tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (16/08).

Sebanyak 1.725 paket sembako diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dan mendarat di Maumere. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak di dua wilayah, yakni 1.000 paket untuk Kabupaten Sikka dan 725 paket untuk Kabupaten Ende.

Selain melalui Maumere, pada pengiriman yang sama bantuan sembako juga tiba di Labuan Bajo sebanyak 3.200 paket untuk didistribusikan ke Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo. Dengan demikian, total bantuan sembako yang dikirim melalui pesawat Hercules A-1343 dan A-1318 pada 15 Agustus mencapai 4.925 paket.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari rencana distribusi 50.000 paket sembako untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di wilayah NTT.

Setelah pengiriman tahap awal, masih terdapat 45.075 paket sembako yang akan dikirimkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan perkembangan penanganan di lapangan.

Tetapkan status tanggap darurat bencana

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikeluarkan pada 15 Agustus 2026.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menjelaskan melalui status tanggap darurat ini, Pemprov NTT bersama pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, TNI-Polri, lembaga terkait, dunia usaha, dan masyarakat dapat memperkuat langkah penanganan secara cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi.

"Keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini," ujarnya.

"Keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini," ujarnya.

Dia menekankan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia akan diarahkan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, penyediaan tempat pengungsian, pemulihan akses transportasi dan infrastruktur, serta penanganan berbagai dampak lain yang ditimbulkan oleh bencana.

Dalam keputusan tersebut, Pemprov NTT juga memastikan dukungan pembiayaan untuk penanganan tanggap darurat.

Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya status tanggap darurat akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT serta sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat.

Penetapan status tanggap darurat ini sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama dalam mempercepat penanganan bencana dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.

'Bantuan medis belum tiba satu pun'

Gempa NTT berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi Sabtu (15/08) kemarin meninggalkan kenyataan pahit di banyak daerah, salah satunya Kabupaten Ngada.

Saat ini, situasi di Kabupaten Ngada yang berlokasi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, masih memprihatikan, menurut salah seorang warga, Charles Abar.

Sejumlah fasilitas publik maupun pribadi, seperti rumah, puskesmas, sampai ketersediaan air minum, terdampak gempa bumi.

Di Puskesmas Ladja, Golewa Selatan, misalnya, layanan kesehatan terpaksa dipindah ke area luar karena gedung yang rusak. Di sana, mereka mendirikan tenda darurat.

Pemandangan serupa ditemukan di Puskesmas Maronggela, Riung Barat, yang "hampir rusak di setiap sisi," terang Charles kepada BBC News Indonesia, Minggu (11/08).

Peralatan kesehatan pun tak banyak yang berfungsi lagi sebab rusak. Alhasil, puskesmas-puskesmas hanya mengandalkan sisa fasilitas yang tersedia demi mengobati pasien. Bantuan medis, menurut Charles, belum tiba satu pun.

Beberapa ruas jalan juga didapati rusak yang kemudian menyebabkan putusnya akses ke sebagian kecil desa.

Sementara dari sisi masyarakat, sebanyak lebih dari 500 rumah mengalami kerusakan. Warga yang rumahnya rusak terpaksa menginap ke tetangga atau mencari titik yang lebih tinggi untuk mengantisipasi gempa susulan. Mereka belum balik ke rumah masing-masing.

"Masyarakat masih trauma," tegas Charles.

Gempa NTT

Sumber gambar, Charles Abar

Keterangan gambar, Pasien di salah satu puskesmas yang dirawat secara darurat akibat kerusakan gempa di Kabupaten Ngada.

Charles memandang respons pemerintah tidak cukup cepat. Dia mencontohkan sampai sekarang keberadaan tenda darurat yang terpusat di satu titik seperti kecamatan belum tersedia.

Padahal, tambah Charles, 12 kecamatan di Kabupaten Ngada terdampak gempa.

"Menurut saya fasilitas seperti tenda darurat itu harus segera disediakan, tapi juga saya melihat pemerintah kabupaten, pemerintah daerah, keteteran juga karena keterbatasan anggaran, stok, dan lain sebagainya," ujarnya.

Gempa NTT

Sumber gambar, Charles Abar

Keterangan gambar, Pasien di salah satu puskesmas yang dirawat secara darurat akibat kerusakan gempa di Kabupaten Ngada.

Kemudian dari aspek logistik bahan makanan pokok, utamanya beras, Charles mengaku khawatir ketersediaannya tak akan mencukupi hari-hari masyarakat.

Charles berharap pemerintah segera aktif bergerak membantu para korban gempa. Pemerintah pusat maupun daerah, contohnya, perlu lekas membangun posko pengungsi yang layak kepada para korban gempa bumi yang kehilangan rumah.

Dengan demikian, warga di Kabupaten Ngada tidak dibiarkan bertahan seorang diri, di samping memudahkan pemerintah dalam melakukan pendataan.

"Agar masyarakat stabil baik secara fisik maupun psikologis," paparnya.

'Banyak warga kelaparan'

Pemandangan yang sama dijumpai di Kabupaten Nagekeo.

Data yang dihimpun masyarakat memperlihatkan sejumlah kendala masih dihadapi pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7, Sabtu (15/08) kemarin.

Di Kecamatan Mauponggo, akses jalan dari Mulakoli ke Sawu tertutup longsor.

Lalu di Kecamatan Nangaroro, jaringan listrik mati.

Kebutuhan masyarakat terhadap akses dasar disebut sangat mendesak, terang pemimpin redaksi media Floresa, Herry Kabut.

Floresa sendiri, sejak gempa terjadi, aktif menggalang informasi serta menyalurkan bantuan ke penduduk terdampak.

"Masing-masing warga di sana membuat posko sendiri untuk pengungsian," ucapnya kepada BBC News Indonesia, Minggu (16/08).

"Sejauh ini, banyak kebutuhan dasar seperti sembako [sembilan bahan pokok] dan air bersih sangat dibutuhkan."

Di Desa Woloede & Raja Selatan, berdasarkan rekapitulasi data yang dihimpun, penduduk masih tidur di luar rumah atau tepatnya di kebun lantaran khawatir terkait gempa susulan. Penyaluran terpal mandiri atau tenda berukuran keluarga pun dipandang menjadi prioritas.

Bergeser ke Desa Kotakeo I, masyarakat memerlukan genset untuk menerangi belasan titik kumpul.

Lalu di Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, masyarakat kekurangan pasokan air minum serta logistik bahan makanan.

Di Kabupaten Nagekeo, total terdapat 18 desa di enam kecamatan terdampak gempa. Hampir 150 rumah mengalami kerusakan sedang maupun berat.

"Masyarakat sama sekali tidak terarah mau mengungsi ke mana. Imbauan pemerintah tidak ada. Banyak dari mereka yang mengungsi ke bukit-bukit dan kelaparan," tutur Herry.

Bagaimana kondisi bangunan setelah gempa?

Sementara itu, gempa tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan yang melumpuhkan aktivitas warga.

Data sementara BNPB menyebut 914 unit rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 93 unit, fasilitas kesehatan 36 unit, kantor pemerintah 38 unit, tempat ibadah 5 unit, dan sejumlah fasilitas umum lain.

Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi di reruntuhan bangunan di Pelabuhan Maumere, NTT.

Sumber gambar, Tim SAR Gabungan

Keterangan gambar, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi di reruntuhan bangunan di Pelabuhan Maumere, NTT.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/08).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 05:58 WITA di kedalaman 15 kilometer.

Pusat gempa terjadi di 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Mungkin Anda tertarik:

BNPB menyebut sejumlah infrastruktur transportasi mengalami kerusakan.

"Kemudian untuk bandara dari Kemenhub, ada lima bandara terdampak, tapi bukan di runway [landasan pacu], tapi di gedung terminal. Lalu pelabuhan terdampak ada dua pelabuhan Reo di Manggarai dan Maumere," ujar Kepala BNPB Suharyanto.

Potensi tsunami

BMKG telah menerbitkan peringatan dini tsunami atas peristiwa itu, namun peringatan dinyatakan berakhir.

Di sejumlah tempat tsunami telah terdeteksi. Di Bakalang, Alor, NTT, tsunami setinggi 0,14 meter pada 05:41 WIB.

Di Dompu, NTB, tsunami setinggi 0,17 meter. Lalu di Flores Timur, Labuan Bajo, dan Sikka ketinggian air dari 0,19 hingga 0,36 meter.

Di Maurole, Ende, NTT ketinggian air hampir satu meter pada 05:27 WIB.

Rumah-rumah yang rusak terlihat pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Flores di Indonesia bagian timur pada dini hari tanggal 15 Agustus—menurut keterangan Survei Geologi AS (USGS) dan otoritas Indonesia—yang memicu peringatan tsunami dan menyebabkan ratusan warga mengungsi.

Sumber gambar, SELO / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Sebuah rumah roboh pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Manggarai, NTT, pada Sabtu (15/08).

Sebelumnya, Wakil Bupati Sikka, NTT, Simon Subandi Supriadi melaporkan dua orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Pelabuhan Laurentius Say.

"Yang satu ibu mau ke Kupang. Jadi kena runtuhan, meninggal. Satu lagi bapak pasien orang Adonara, sudah mau pulang di pelabuhan," kata Simon.

Simon bilang kerusakan terparah sejauh ini yang terdata terjadi di Pelabuhan Laurentius Say.

"Kalau di fasilitas umum, sementara belum ada laporan kerusakan yang berat. Tadi saya pantau di rumah sakit, pasien diungsikan di luar."

"Dan sementara sedang berlangsung pemasangan tenda darurat dari BPBD dan dinas sosial," kata Simon.

Sebuah bangunan tampak rusak setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Flores di Indonesia bagian timur pada dini hari tanggal 15 Agustus—menurut keterangan Survei Geologi AS (USGS) dan otoritas Indonesia—yang memicu peringatan tsunami dan menyebabkan ratusan orang mengungsi.

Sumber gambar, SELO / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Sebuah bangunan tampak rusak setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/08).

Jurnalis di Sikka, Arnold Welianto, memaparkan gempa dengan guncangan yang besar itu terjadi pada hagi hari.

"Saya kaget dan bangun, langsung menuju ke kamar anak, langsung tarik anak keluar dari rumah, istri ikut dari belakang. Rumah kami pinggir pantai," ujar Arnold.

Di luar rumah, Arnold melihat banyak warga lain juga yang lari menuju perbukitan dan memenuhi jalan raya.

"Karena setelah gempa besar itu masih terjadi gempa susulan dan air laut sempat surut agak lama," tambah Arnold.

Dia juga melihat para pasien di puskesmas dievakuasi di luar bangunan dan aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara.

Di wilayah Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejumlah warga juga dilaporkan berbondong-bondong menuju perbukitan untuk mencari perlindungan setelah gempa mengguncang wilayah itu.

Sebuah bangunan tampak rusak setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/08).

Sumber gambar, SELO / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Sebuah bangunan tampak rusak setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/08).

Berdasarkan laporan jurnalis Kompas.com di lapangan, sejumlah warga mengungsi ke dataran yang lebih tinggi karena khawatir terjadi gempa susulan serta kenaikan air laut.

"Saya pun berlindung bersama warga di perbukitan di Kelurahan Watu Nggene, untuk menghindar dari gempa susulan dan air lain naik," lapor jurnalis Kompas.com di lapangan.

Sejumlah kerusakan juga dilaporkan terjadi, di antaranya adalah Gedung kampus Universitas Katolik Indonesia (Unika) Ruteng.

Di Kota Mataram, NTB, sejumlah warga yang sedang beraktivitas langsung berhamburan ke tengah jalan.

"Gempa itu bikin kaget karena terjadi saat jam sibuk menyiapkan anak ke sekolah," kata salah seorang warga bernama Veronika saat ditemui di Mataram, NTB, Sabtu.

Ia mengatakan gempa terasa seperti ayunan dan berlangsung cukup lama, sehingga membuat kepala terasa pusing seperti jet usai melakukan penerbangan menggunakan pesawat.

"Tadi saat lagi tidur tiba-tiba semua benda di kamar bergoyang, ternyata itu gempa bumi. Semoga tidak terjadi hal buruk di daerah pusat gempa," ucap Adam, salah seorang warga Lombok lainnya.

Apa penyebab gempa itu?

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan bahwa sumber gempa itu berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di bagian utara Pulau Flores.

Menurut Arief, aktivitas sesar serupa juga pernah berkaitan dengan gempa yang terjadi pada 1992.

"Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 1992. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores," kata Arief .

Selain itu, Arief meminta masyarakat menjauhi kawasan pesisir untuk sementara waktu.

"Untuk saat ini tapi tetap untuk masyarakat jangan jangan mendekati pantai," katanya.

BMKG telah mengakhiri peringatan tsunami setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang NTT.

"Pengakhiran telah diterbitkan," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam konferensi pers daring.

Meski peringatan tsunami sudah dicabut, BMKG tetap memantau kondisi laut dan aktivitas gempa susulan di sekitar wilayah terdampak.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.

Berita ini akan terus diperbaharui.

---

Jurnalis Eliazar Robert dan Arnold Welianto di Flores, NTT, berkontribusi untuk artikel ini.