Bagaimana Islam memengaruhi seniman India dalam melukis kelahiran Yesus?

Lukisan, Yesus Kristus, Maria, Islam, Renaissance

Sumber gambar, Arsip British Library

Keterangan gambar, Lukisan Abad ke-17 ini memadukan motif Islam dengan karya seni bergaya Renaissance
    • Penulis, Cherylann Mollan
    • Peranan, BBC News, Mumbai
  • Waktu membaca: 5 menit

Kelahiran Yesus Kristus sudah menjadi subjek lukisan dari berbagai seniman asal Barat. Para pelukis ini tidak jarang menerapkan gagasan keelokan dan kreativitas yang berlaku di sana dalam karya-karya mereka.

Interpretasi tentang peristiwa penting dalam Alkitab ini termasuk yang paling banyak tersedia di antara representasi seni Kristen.

Buah karya seniman-seniman Barat ini turut membentuk bagaimana dunia memandang kelahiran Yesus Kristus.

Secara halus, lukisan-lukisan ini pun menjauhkan pengaruh di luar Barat.

Namun selama berabad-abad, para seniman di India telah berupaya mengekspresikan visi mereka tentang peristiwa ini.

Dengan gaya mereka sendiri, mereka melukis kelahiran Yesus dan tema-tema Kristen lainnya.

Sebagian pelukis India melakukan ini secara sadar, tetapi ada pula yang tidak dengan sadar.

Terlepas dari itu semua, goresan kanvas seniman-seniman ini memberikan kehidupan dan makna baru bagi peristiwa kelahiran Kristus, dan Kekristenan itu sendiri.

Berikut adalah beberapa lukisan dari sejarah seni India yang menyajikan kelahiran Yesus dari perspektif lokal yang unik.

garis

BBC News Indonesiahadir di WhatsApp.

Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

garis

Perpaduan elemen Islam dan Kristen

Kaisar Mughal Muhammad Jalaluddin Akbar dipandang sebagai aktor utama yang memperkenalkan agama Kristen di India utara.

Hal ini dilakukan bangsawan itu dengan mengundang misionaris Yesuit ke istananya.

Para misionaris membawa serta kitab suci dan karya seni Eropa bertema Kristen yang memengaruhi pelukis istana.

Akbar dan penerusnya pun menugaskan banyak lukisan dinding dengan tema-tema Kristen.

Lukisan, Maria, Yesus, Mughal

Sumber gambar, The Trustees of the British Museum

Keterangan gambar, Lukisan Bunda Maria dan anak kecil bergaya Mughal abad ke-18

Sejumlah pelukis istana mulai mencampurkan lukisan-lukisan ini dengan elemen-elemen seni Islam.

Sejarawan Asia Selatan, Neha Vermani, menyoroti lukisan karya seniman istana Mughal yang menampilkan Kaisar Jahangir dalam adegan kelahiran.

Secara tradisional, adegan itu menampilkan Maria, Yusuf, dan bayi Yesus.

Baca juga:

"Penguasa Mughal memandang diri mereka sebagai penguasa yang 'adil', mampu menjaga harmoni dan keseimbangan di kerajaan mereka; mereka adalah 'penguasa universal'," papar Vermani.

"Mereka memandang diri mereka sendiri sebagai pemimpin yang menjembatani berbagai agama untuk hidup berdampingan."

"Mereka ingin dikenang seperti ini."

Lukisan abad ke-18 di bawah ini menampilkan elemen-elemen gaya khas seni Mughal.

Selain figur-figur yang sangat bergaya, karya ini juga memiliki warna-warna cerah, naturalisme, dan ornamen.

Maria, Yesus

Sumber gambar, Arsip British Library

Keterangan gambar, Lukisan tahun 1630 tentang Maria dan anak kecil dengan pengaruh seni Islam

Perpaduan seni rakyat dan modernisme

Jamini Roy lahir di wilayah yang sekarang menjadi negara bagian Benggala Barat, India, pada tahun 1887.

Seniman India ini dihormati karena piawai dalam menciptakan bahasa visual yang unik.

Dia menggabungkan elemen-elemen seni rakyat Bengali dan lukisan Kalighat.

Kalighat merupakan bentuk seni khas yang berasal dari sekitar kuil terkenal di kota Kolkata.

Madonna, Maria, Yesus

Sumber gambar, Image Courtesy: DAG

Keterangan gambar, Lukisan tempera di atas kain tahun 1950-an tentang Madonna dan anaknya oleh Jamini Roy

Kritikus seni WG Archer pernah mengamati bahwa Yesus Kristus mewakili sosok Santhal (Santhal adalah kelompok suku India) bagi Jamini Roy.

"Kehidupan Kristus yang sederhana serta pengorbanannya menarik perhatian Roy," ujar CEO dan direktur pelaksana perusahaan seni DAG, Ashish Anand.

"Lukisan-lukisan Roy yang bertema Kristen tidak kalah pentingnya dengan karya dia tentang mitologi Hindu."

"Semuanya diberi sentuhan gaya rakyat modernisme yang menjadikannya sangat khas."

Madonna, Yesus, Majus

Sumber gambar, Image Courtesy: DAG

Keterangan gambar, Madonna dengan Yesus dan Orang Majus oleh Jamini Roy

Perpaduan Timur dan Barat

Angelo de Fonseca lahir di wilayah barat negara bagian Goa pada 1902.

Seniman ini menciptakan ikonografi Kristen unik yang memadukan pengaruh Timur dan Barat dengan kepekaan Goa yang dia miliki.

Dalam lukisan de Fonseca, Maria tidak digambarkan sebagai perempuan muda rupawan yang mengenakan mantel biru.

Maria, bayi Yesus

Sumber gambar, Xavier Centre of Historical Research, Goa

Keterangan gambar, Lukisan cat air di atas kertas tahun 1952 oleh Angelo da Fonseca

Alih-alih, Maria dalam bayangan de Fonseca sangat mirip dengan seorang perempuan India dengan kulit coklat, berpakaian sari dan mengenakan mangalsutra (perhiasan tradisional India yang dikenakan perempuan Hindu yang sudah menikah).

Adegan-adegan Alkitab terungkap dalam latar lokal dan menampilkan motif dan elemen yang dekat dengan audiens India.

Maria, bayi Yesus

Sumber gambar, Xavier Centre of Historical Research, Goa

Keterangan gambar, Lukisan cat minyak di atas kanvas tahun 1942 berjudul 'Ibu' karya Angelo da Fonseca

Melalui karya-karyanya, de Fonseca berupaya melawan narasi Barat sebagai tempat asal keindahan dan kreativitas artistik.

"Fonseca ingin menempatkan Kekristenan—yang sebagian besar dipandang sebagai tradisi keagamaan Barat—di sub-benua India," kata Rinald D'Souza, direktur Pusat Penelitian Sejarah Xavier, Goa, kepada BBC.

"Dari kegelisahan inilah cat airnya melukiskan Kekristenan kembali."