You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Galeri foto: Barang-barang 'sepatu, tas, kaca mata, hingga jam tangan' yang tertinggal dari Tragedi Halloween di Itaewon
Danny Bull
BBC News, Seoul
Barang-barang dari lokasi tragedi di Itaewon tertata dengan rapi di aula olah raga yang sunyi dan sepi: ada tas desainer, sepatu olah raga, serta headphone yang masih tersimpan di dalam kemasannya.
Ini adalah sebagian harta yang ditinggalkan orang-orang yang berusaha mati-matian keluar dari kejadian desak-desakan yang merenggut nyawa lebih dari 150 orang saat menghadiri perayaan Halloween di Seoul, Sabtu (29/10) lalu.
Pusat olah raga Wonhyoro – yang biasanya menjadi tuan rumah bagi pertandingan bola voli dan acara-acara komunitas – juga mengambil peran dalam tragedi ini: di sinilah para penyelamat membawa jasad para korban peristiwa itu.
Tapi sekarang – hanya hitungan sejak bencana – para penyintas dan keluarga korban telah diundang ke aula olah raga ini agar dapat membawa pulang barang-barang mereka yang tertinggal maupun yang ditinggalkan oleh rekan-rekan mereka.
Pada Selasa, sepasang suami istri mendatangi aula ini dan mengambil sebuah jaket hitam.
Sekelompok gadis berjalan masuk dan mengambil sepasang sepatu bot, yang kotor penuh tanah.
Suasana di aula tenang dan sunyi ketika orang-orang mengamati alas kain berbentuk persegi panjang, tempat diletakkannya barang-brang yang sudah kotor dan hancur – yang sekaligus menjadi pengingat suram akan tingginya jumlah kematian dan korban cedera dalam peristiwa tragis itu.
Baca juga: