Rute kereta terindah di Sri Lanka - melintasi jembatan tua, hutan tropis, hingga kebun teh di balik sejarah kolonial Inggris

Perjalanan kereta paling indah di Sri Lanka

Sumber gambar, Saiko3p/Getty Images

    • Penulis, Zinara Rathnayake
    • Peranan, BBC Travel

Rel kereta dari Kolombo ke Badulla di Sri Lanka menawarkan pemandangan yang begitu memesona sehingga menjadi daftar petualangan bagi banyak pengunjung.

Saya terbangun oleh suara sirene yang panjang. Suara rem mendesis dan berdecit, ketika kereta kami menanjak pelan ke atas bukit, dan kemudian berhenti di Radella, sebuah stasiun di sepanjang salah satu rute kereta paling indah di dunia: jalur kereta Kolombo ke Badulla.

"Perjalanan ini sangat memikat sehingga Anda tidak ingin melepas pandangan dari jendela," kata Dayawathie Ekanayake, yang sering bepergian dengan kereta api melintasi pulau itu, sepanjang kariernya sebagai konsultan keuangan.

"Pemandangannya membuat Anda terus terpesona. Anda bertanya-tanya apa lagi yang akan terlihat - apakah itu air terjun? Kebun teh seperti stupa? Atau puncak yang tertutup kabut? Anda tidak pernah tahu. Yang harus Anda lakukan adalah terus melihat."

Baca juga:

Sejak perjalanan pertama saya melalui rute ini tujuh tahun lalu, saya sudah berkali-kali kembali ke sini. Saya bepergian menggunakan kereta untuk menjelajahi kota-kota dan desa-desa kecil yang diapit oleh perkebunan teh.

Jalur sepanjang 291 kilometer ini memadukan ngarai yang dalam, tebing yang curam, air terjun yang mengalir deras, danau, dan sungai yang membentang dari pantai barat Sri Lanka sampai ke pedalaman pegunungan.

Rute itu berputar dan berbelok melalui 46 terowongan, meliuk-liuk melewati kanopi pegunungan tinggi dengan rhododendron merah cerah dan pakis liar, sebuah fragmen dari tutupan hutan pedesaan asli yang tidak tersentuh oleh penjajah Inggris.

Ketika hari cerah, perbukitan yang bermandikan sinar matahari membentang hingga garis pantai selatan yang berkilauan. Pemandangan itu terlihat dari jendela kereta api, sejauh mata memandang.

perjalanan kereta

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan menggunakan kereta sedang populer di Instagram.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Bagi pelancong modern, perjalanan yang memakan waktu sekitar 10 jam ini mungkin menyusahkan, tetapi pemandangannya begitu memesona sehingga masuk dalam daftar petualangan banyak pengunjung.

Bukan hanya pemandangannya saja yang membuat wisatawan terkagum-kagum. Perjalanan keretanya sendiri sudah populer di Instagram dalam beberapa tahun terakhir.

Para blogger perjalanan mempertaruhkan nyawa mereka untuk mengambil foto diri bergelantungan di pintu, ketika kereta bergemuruh melewati jembatan tua. Beberapa dari mereka dikritik karena pose yang terlalu dramatis.

Lebih jauh lagi, perjalanan tersebut juga mengungkap sejarah kolonial Sri Lanka dan memberi penumpang pemahaman yang lebih mendalam tentang negara pulau tersebut.

Selama penjajahan Inggris pada abad ke-19, Sri Lanka adalah pengekspor kopi terbesar ketiga di dunia.

Permintaan yang melonjak membuat biaya pengiriman kopi menggunakan gerobak sapi dari pegunungan tengah ke Kolombo menjadi mahal dan sulit, terutama dengan kondisi jalan yang memburuk selama musim hujan.

Akibatnya, perkebunan harus menyimpan kopi mereka dalam jangka waktu yang lama. Hal itu menyebabkan kualitas dan nilai kopi menurun.

Oleh sebab itu, orang-orang Inggris yang memiliki perkebunan mendorong penggunaan sistem kereta api untuk mengangkut kopi.

Pada 1867, Inggris menyelesaikan rel kereta api dari kota Kandy di Sri Lanka tengah ke kota pesisir, Kolombo.

"Inggris tidak membangun jalur kereta api untuk membantu perjalanan penduduk setempat," jelas Sanka Abeysinghe, ahli lingkungan di jaringan hotel butik mewah Teardrop Hotels, yang juga mengadakan perjalanan menyusuri jalur kereta api untuk tamu-tamu resor.

"Mereka merancang rel kereta api untuk mengangkut hasil perkebunan."

Kereta saya berangkat dari Kolombo, meninggalkan panas lembab dan tanah pertanian pedesaan di dataran rendah, kemudian perlahan-lahan naik menuju pegunungan berbatu yang mengelilingi Kandy.

Memotong melalui medan yang berat, kereta menuju ke ketinggian 426 meter sepanjang 21 kilometer. Perjalanan itu melewati 12 terowongan, melewati tikungan berbahaya di sepanjang pegunungan, dan muncul di atas hutan tropis yang lebat.

kereta sri lanka

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Iklim yang sejuk dan berkabut di pegunungan Sri Lanka menciptakan kondisi yang sempurna untuk menanam teh.

Setelah meninggalkan Kandy, kereta melewati lembah sungai yang subur, kemudian memasuki daerah perbukitan Sri Lanka.

Teh tumbuh subur di dataran tinggi yang lembap dan basah ini.

Jadi, "ketika teh terkenal, setelah epidemi coffee rust – penyakit jamur yang menghambat perdagangan kopi [pada 1869] – Inggris ingin memperluas rel kereta api untuk mengangkut teh dari pegunungan ke Kolombo," ujar Abeysinghe menjelaskan.

Pada 1870-an, Inggris mulai memperluas rel kereta api dari Peradeniya, sebuah persimpangan kereta api di dekat Kandy, ke stasiun terminal Badulla pada 1924.

Jalur sepanjang 178 kilometer ini melalui pegunungan hutan hujan, lembah yang curam, dan rangkaian tikungan serta belokan tajam yang dipadukan oleh jembatan, viaduk, terowongan, dan tanggul yang mengesankan.

Butuh waktu 52 tahun untuk menyelesaikannya.

Kereta saya keluar dari pegunungan. Tiga jam berikutnya, kami melewati stasiun kereta api era Inggris, yang kecil dan terawat seperti Galboda dan Watawala, yang dibangun semata-mata untuk tujuan mengangkut teh dari setiap perkebunan.

Kereta lalu mendaki dengan lamban, melewati kuil-kuil Hindu yang terletak di kebun teh, pemukiman kecil tempat tinggal para buruh perkebunan teh, dan hutan terpenting yang diselimuti kabut.

Beberapa saat setelah meninggalkan kota Hatton – gerbang masuk ke Adam's Peak, gunung suci bagi para peziarah dari semua agama. Kami memasuki Terowongan Poolbank, terowongan terpanjang dari total 46 terowongan dengan panjang lebih dari setengah kilometer.

"Anda tidak bisa melihat cahaya di ujung terowongan di sini," kata Abyesinghe sambil tertawa.

kereta sri lanka

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Di Nanu Oya, pengunjung dapat berkeliling perkebunan dan mempelajari sejarah teh di pulau tersebut.

Setelah itu, para penumpang muda dengan penuh semangat bergelantungan di pintu untuk melihat air terjun St Clair's Falls yang spektakuler, melalui semak-semak teh.

Udara dingin masuk dari jendela yang terbuka. Kabut yang naik mulai menyelubungi pegunungan Great Western yang menjulang tinggi.

Banyak penumpang turun dari kereta di Nanu Oya, kota pedesaan teh tempat mereka dapat mengunjungi perkebunan dan belajar tentang sejarah teh di pulau tersebut.

Namun, saya tetap di atas kereta, melanjutkan perjalanan ke Pattipola, stasiun kereta api besar dan yang tertinggi di dunia.

Dari sini, kami akhirnya meninggalkan perbukitan tengah yang dingin, melewati peternakan sapi perah, dan menuju pegunungan tenggara yang bermandikan sinar matahari.

Setelah beberapa jam kemudian, kami berhenti di Ella.

Selama dekade terakhir, desa yang dulunya sepi ini telah berubah menjadi pusat wisata yang ramai.

Kafe dan bar berjejer di jalanan. Orang-orang berpose untuk berfoto di depan Jembatan Nine Arch, jembatan dengan sembilan lengkungan yang menjulang tinggi, di atas hutan tropis pisang raja dan pohon pinang.

Spot ini telah menjadi salah satu tempat yang paling banyak difoto di pulau ini.

Diapit oleh hutan lebat dan perkebunan teh, jembatan ini dirancang oleh insinyur Inggris Harold Marwood. Namun, menurut cerita rakyat, jembatan itu tidak akan pernah dibangun jika bukan karena pengetahuan lokal.

Dikatakan bahwa selama Perang Dunia Pertama, ketika sulit mendapatkan baja dari Eropa, para insinyur Inggris harus memikirkan kembali desain jembatan.

Karena penguasa kolonial hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang bahan bangunan lokal, seorang pembangun Sri Lanka ikut membantu.

Penduduk setempat menyelesaikan pembangunan hanya dengan menggunakan batu bata, batu, dan semen.

Jembatan Nine Arch

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Jembatan Nine Arch adalah salah satu tempat yang paling banyak difoto di Sri Lanka.

Saya melihat ke luar jendela, menatap jembatan sepanjang 90 meter yang menjulang di antara pepohonan, menghubungkan Ella ke kota dataran tinggi Demodara.

Inggris juga membutuhkan cara untuk menaklukan tanjakan curam dari sini.

"Pendakian itu terlalu mendadak untuk ditangani oleh mesin," kata Abeysinghe.

Sekali lagi, cerita rakyat memuji penduduk setempat yang menemukan cara untuk memecahkan masalah dengan membuat jalur spiral.

Saat kami mencapai Demodara Loop, kereta berhenti di Demodara untuk menurunkan penumpang, mengitari bukit kecil, dan muncul kembali dari terowongan sepanjang 134 meter tepat di bawah stasiun.

Menurut legenda, insinyur lokal DW Wimalasurendra bekerja di lokasi tersebut dan memikirkan desain spiral ini setelah melihat kankami (seorang pekerja perkebunan teh India Selatan) melilitkan serbannya.

Rekayasa mutakhir memungkinkan kereta menghindari pendakian yang curam.

kereta sri lanka

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Jalur spiral di Demodara Loop konon terinspirasi dari seorang pekerja yang sedang melilitkan serbannya.

Kami mendekati akhir perjalanan. Kereta perlahan-lahan turun ke kota Hali Ela, yang beratap terakota, untuk kemudian berhenti di kota Badulla, perbukitan tengah yang lebih rendah.

Ketika kami berhenti di stasiun, saya menyadari, meskipun saya sudah menjelajahi banyak negara di dunia, saya justru merasa paling bahagia ketika melakukan perjalanan yang tidak tergesa-gesa di negara saya sendiri.

Dalam banyak hal, saat kereta api melewati semak-semak teh berusia seabad, stasiun-stasiun Inggris, dan pemukiman komunitas perkebunan teh, secara diam-diam saya mengungkapkan kisah sebuah pulau kepada mereka yang ingin meletakkan ponsel mereka dan mencari keindahan sesungguhnya. --

Anda dapat membaca artikel ini dalam versi bahasa Inggris dengan judulSri Lanka's most beautiful train journeypadaBBC Travel.