You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Foto-foto paling mengejutkan sepanjang 2025
- Penulis, Kelly Grovier
- Peranan, BBC Culture
- Waktu membaca: 6 menit
Dari wajah tertutup minyak, penerjun payung melawan matahari, sampai kapal setengah tenggelam. Berikut adalah daftar foto paling mengejutkan sepanjang 2025 yang disusun ahli sejarah seni, Kelly Grover.
1. Penerjun payung, Arizona
Sebuah gambar menakjubkan diabadikan fotografer astronomi Andrew McCarthy.
Ia menjepret temannya yang sedang terjun payung—berbayang siluet di depan matahari pagi yang bertekstur intens di Arizona pada 8 November—telah menarik perhatian dunia.
Tidak ada ruang untuk kesalahan, karena setiap aspek dari aksi yang dikalibrasi dengan cermat harus berjalan tepat sesuai rencana—sinkronisasi ketinggian matahari, waktu, dan akrobatik terjun bebas.
Gambar ini dengan cepat dijuluki "Jatuhnya Icarus", diambil dari kisah mitologi Yunani tentang anak laki-laki yang sayapnya meleleh ketika ia terbang terlalu dekat dengan matahari.
Foto tersebut menghidupkan kembali tradisi panjang dalam sejarah seni—dari Pieter Bruegel the Elder pada abad ke-16 hingga Henri Matisse pada abad ke-20—untuk menggambarkan kejatuhan tragis seorang pemuda yang berani melangkah terlalu jauh.
2. Pagoda yang hancur, Myanmar
Foto yang memasygulkan ini adalah gambaran sebuah pagoda yang sebagian hancur di Mandalay, Myanmar. Foto ini menunjukkan kepala patung Buddha raksasa yang roboh.
Wilayah ini dilanda gempa bumi dahsyat 7,7 magnitudo pada 28 Maret. Gempa kuat yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, terasa hingga ke China, India, Vietnam, dan Thailand.
Perbedaan yang sangat mencolok antara arsitektur yang goyah telah menarik perhatian kita, dan patung raksasa yang runtuh, menghalangi jalan keluar di bagian belakang, sangat kuat. Kerusakan yang disebabkan oleh peristiwa seismik ini tidak akan segera dilupakan oleh mereka yang selamat.
Meskipun pelukis Portugal João Glama Ströberle berhasil keluar dari gereja tempat ia menghadiri misa saat gempa bumi Lisbon 1755, dalam arti tertentu ia tidak pernah lepas dari kehancuran.
Ia menghabiskan tiga dekade berikutnya (1756–1792) merencanakan dan melukis sebuah lukisan besar yang menggambarkan penderitaan dan kerusakan yang ditimbulkan oleh lindu tersebut.
3. Berlayar malu-malu di pantai Yunani
Bangkai kapal pesiar yang terbengkalai, MS Mediterranean Sky, terbalik di Teluk Elefsina, barat Athena, pada 2003. Gambarnya diabadikan Agustus lalu dalam keadaan setengah tenggelam yang abadi.
Selama lebih dari 20 tahun, kapal tersebut tetap setengah tenggelam, perlahan-lahan tergerus menjadi reruntuhan yang kusut.
Terekam dalam profilnya melawan kanvas cair kobalt yang bergelombang, kapal tersebut seolah-olah bergoyang di antara beragam elemen, jika bukan untuk menyatakan keberadaannya.
Perjalanan statisnya mencerminkan perjalanan yang membatu dari ukiran kapal Fenisia kuno yang menghiasi sarkofagus kapal abad ke-2—selamanya mengangkut penumpang antar dunia.
4. Kepakan sayap merpati, Serbia
Seekor merpati putih tampak melayang ringan di atas sekelompok orang. Mereka membuka tangan melepaskan burung-burung itu ke udara di Serbia pada 1 November.
Acara tersebut untuk memperingati tahun pertama runtuhnya kanopi di stasiun kereta api Novi Sad—sebuah tragedi yang menewaskan 16 orang.
Kegiatan ini dihelat kelompok pemuda yang menuduh pemerintah melakukan korupsi dalam penanganan bencana tersebut. Mereka juga mengheningkan cipta selama 16 menit untuk mengenang para korban runtuhnya kanopi.
Kesederhanaan merpati yang begitu kuat, yang secara tradisional merupakan simbol cinta, kepolosan, dan harapan, menyelaraskan foto yang menyentuh hati ini dengan banyak penggambaran burung tersebut dalam sejarah seni, yang berasal dari zaman prasejarah dan seni Zaman Besi.
Sebuah gambar garis elegan seekor merpati karya Picasso (yang berulang kali kembali menggunakan simbol tersebut), yang dikelilingi oleh karangan bunga dari tangan yang saling bertautan, sesuai dengan semangat foto dari Serbia tersebut
5. Pengunjuk rasa, Istanbul
Gambar seorang demonstran di Istanbul yang mengenakan pakaian tradisional dervish—yang biasanya dikaitkan dengan mistisisme Sufi—menghadapi pasukan polisi bersenjata lengkap yang menembakan semprotan merica, telah viral pada Maret lalu.
Kerusuhan politik yang meluas, dan paling panas lebih dari satu dekade di Turki, dipicu penangkapan dan pemenjaraan walikota Istanbul—sosok yang dipandang banyak orang sebagai saingan Presiden Erdoğan.
Kekontrasan visual antara individu yang tampak tenang dan tak bergerak dikaitkan dengan praktik spiritual tanpa kekerasan berupa tarian dervish, dan penegak hukum bersenjata, sangatlah kuat.
Topi dervish yang tinggi dan jubah panjang berlapis-lapis yang khas, keduanya kaya akan simbolisme kematian dan kelahiran kembali. Foto ini telah mengangkat gambar tersebut dari sekadar protes jalanan biasa menjadi sesuatu yang mistis.
Ingatan samar dari sejarah seni tentang tarian dinamis para dervish hanya semakin menggoyahkan adegan tersebut.
6. Parade air, Venesia
Seekor tikus raksasa dari kertas bubur yang tiba-tiba meledak-ledak telah menghamburkan kertas berwarna ke udara di Grand Canal Venesia selama parade air yang menandai dimulainya karnaval bulan Februari. Ledakan warna ini begitu semarak.
Hewan pengerat yang berubah menjadi tontonan, "Pantegana" (tikus) yang mengambang di air, muncul secara imajinatif dari saluran pembuangan kota sebagai lambang sisi komik Venesia.
Dengan semburan warna yang mencolok, tikus itu menawarkan kontras yang mengerikan namun cemerlang dengan selubung bercahaya elegan yang menyelimuti Venesia dalam banyak lukisan, seperti "Pintu Masuk ke Grand Canal" karya Paul Signac dari tahun 1905, yang merupakan representasi neo-impresionisme.
Dalam kedua gambar tersebut, Venesia larut menjadi mosaik cahaya berpiksel.
7. Tangan robot, Beijing
Gambar seorang wanita muda yang mengulurkan tangan untuk menyentuh jari telunjuk robot raksasa diabadikan selama tur pers World of Robots di Beijing pada April lalu.
Pencahayaan dramatis dari foto ini, dan pakaian hitam subjek tersebut seolah-olah mengurangi kesan kehadiran manusia, menjadi sekadar kilasan fisik: lengan bawah yang melayang dan sedikit profil yang tergantung dalam kegelapan.
Sekilas, kontak yang begitu dekat mungkin mengingatkan pada Penciptaan Adam karya Michelangelo, atau mungkin, lebih tepatnya, gambar teka-teki tangan menggambar tangan karya MC Escher (1948). Di era AI, garis antara pencipta dan ciptaan semakin sulit dipahami.
8. Pengungsi di Buganda
Gambar seorang pengungsi Kongo yang duduk di ayunan di pusat transit dekat Buganda pada Mei lalu, memancarkan kegembiraan yang melampaui ketidaknyamanan kondisi yang ditunjukkannya: hujan tanpa henti, rangka baja berkarat dari peralatan bermain yang terbengkalai, dan tempat duduk yang rusak tergantung di sampingnya.
Perempuan itu termasuk di antara lebih dari 70.000 orang yang menyeberang ke Burundi sejak Januari, semangatnya memperlihatkan perjuangan terhadap keadaan sulit yang dihadapinya.
Letakkan foto itu di samping lukisan terkenal seniman Rococo Prancis Jean-Honoré Fragonard, The Swing (1767), dan itu akan menghilangkan kesan kesembronoan istana dari karya terkenal tersebut, mengembalikan ayunan sebagai simbol abadi keceriaan dan kedamaian batin, yang melayang di luar ruang dan waktu.
9. Wajah tertutup minyak di London
Dengan wajah tertutup oli, seorang aktivis dari kelompok aksi Fossil Free London berdiri di depan kantor perusahaan energi Shell pada Mei lalu.
Penjualan aset minyak darat Shell di Nigeria—sebuah langkah yang menurut para pengunjuk rasa memungkinkan perusahaan tersebut menghindari tanggung jawab atas kecelakaan di Delta Niger—menjadi alasan protes tersebut, sementara perusahaan membantah melakukan kesalahan apa pun.
Pose dengan mata tertutup mengingatkan pada lukisan "Hope" karya George Frederic Watts tahun 1886, di mana seorang wanita dengan mata tertutup duduk di atas bola dunia gelap, sambil memainkan kecapi yang melankolis.
10. Anak dalam gendongan di Gaza
Serangkaian gambar yang memilukan tentang anak-anak kurus kering dalam pelukan ibu mereka di Kota Gaza pada Juli mengejutkan dunia. BBC News melaporkan, menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), satu dari lima anak di Kota Gaza menderita kekurangan gizi.
Publikasi gambar ini memicu kontroversi karena anak yang digambarkan dalam foto tersebut punya riwayat penyakit.
Meskipun terdapat banyak sekali gambar dalam sejarah seni yang menggambarkan ibu menghibur anak-anak mereka yang sakit, mulai dari "Anak yang Sakit" karya Gabriël Metsu, dari tahun 1665, hingga "Yang Terlantar," sebuah gambar pastel dan arang karya Pablo Picasso dari tahun 1903, foto-foto seperti yang diambil di Gaza tidak dapat dibandingkan dengan lukisan atau patung.
Tidak ada representasi visual penderitaan atau belas kasihan, betapapun berbakat atau terkenalnya seniman tersebut, yang dapat secara memadai menangkap besarnya penderitaan yang didokumentasikan dalam foto-foto terbaru ini.