|
Penyesuaian penting bagi seniman | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Seniman pertunjukan Indonesia harus dapat menyesuaikan diri dalam berhubungan dengan berbagai pihak. Seniman Rusdi Rukmarata mengatakan pihaknya juga harus bertindak seperti pengusaha. Direktur artistik Eksotika Karmawibhangga Indonesia ini mengatakan seniman pertunjukan mirip dengan tukang sulap yang selalu dapat menyesuaikan diri pada berbagai kalangan. Apakah itu pertunjukan seni, peluncuran produk atau misi kebudayaan. Dalam berhubungan dengan pihak pengusaha misalnya diperlukan kesamaan bahasa. EKI yang didirikan tahun 1996 memiliki akta PT sehingga perusahaan seperti Indocement atau Bodyshop misalnya dapat melakukan hubungan bisnis pada umumnya. Pada festival film dokumenter perusahaan kosmetik Bodyshop, tarian Rusdi berjudul La Vie En Rose tentang poligami dipentaskan.
Salah satu misi perusahaan ini adalah mengedepankan masalah kekerasan dalam keluarga. Masalah di dalam keluarga tersebut dipentaskan di panggung dengan menggunakan musik dan tarian modern. Tahun lalu, tarian Rusdi yang menggunakan berbagai unsur tradisional Indonesia, seperti pecut dan ondel-ondel dipentaskan di Festival Air di Saragosa Spanyol. Rusdi tidak selalu secara sengaja memasukkan unsur tradisi Indonesia. Tetapi musik, kostum atau gerakan tradisional secara alamiah muncul dalam karyanya, tambah Rusdi. Menurut salah satu penarinya, Takako Lin, reaksi penonton Eropa positif dan ekspresif. Tetapi hanya penonton yang pernah ke Indonesia yang mengetahui gerakan dan properti tarian tersebut berasal dari tradisi Indonesia. Rusdi yang belajar tari tradisional Indonesia dan modern ini berkeinginan semua pihak dapat menjadi penonton dan menikmati karyanya. Agar seni pertunjukan Indonesia mendapatkan tempat di panggung dunia, diperlukan berbagai penyesuaian, seperti dalam hal bentuk panggung yang lebih berbentuk arena misalnya. Penari tradisi Indonesia harus mengetahui teknik ruang dan bloking balet dan jazz misalnya, agar dapat lebih menguasai panggung di Eropa. |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||