 | | | Boat kecil membawa BBC menyusuri Sungai Amazon, Brasil |
Menyusuri Sungai Amazon, setidaknya di ruas yang saya susuri, sungguh sulit menemukan bukti bahwa ada pembalakan liar. Saya tidak melihat tanda-tanda pembalakan hutan diruas sungai yang saya telusuri. Ditepi sungai juga lebat dengan pohon-pohon dan banyak daunnya yang merunduk menyentuh permukaan sungai. Tidak ada tumpukan kayu ataupun aliran kayu gelondongan di sungai, tidak melihat tempat penggergajian, tidak ada pabrik pemroses bubuk kayu di pinggir sungai layaknya tempat yang mempunyai industri kayu yang besar, tidak pula saya berpapasan dengan kapal tunda menarik kayu.  | | | Kayu gelondong menjadi bahan baku industri |
Namun saya bertemu dengan warga masyarakat yang diam-diam mengaku melakukan pembalakan liar bersama-sama. Rahasianya, katanya sambil tersenyum kepada saya, jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sering. Tentu masih ada rahasia lain tetapi dia segan mengungkapkannya kepada saya. Disatu tempat seorang ketua lembaga pemantau lingkungan Brasil yang disebut Ibama mengakui bahwa setidaknya 30.000 m3 kayu lolos dari pengawasan setiap bulannya. Satu jumlah yang tidak sedikit mengingat wilayah pengawasannya hanyalah sebesar 5 kabupaten. Tidak mudah mengawasinya dan berbahaya, karena mereka seringkali membawa senjata dan tidak segan menggunakannya kalau tertangkap basah sedang membalak hutan, katanya lagi kepada saya. |