Burung-burung di alam yang saling menipu

Elang peregrin

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Elang peregrin mengubah perilaku untuk menipu calon mangsanya.

Burung jenis <link type="page"><caption> trinil pantai</caption><url href="http://eol.org/pages/1049516/overview" platform="highweb"/></link> tiba dalam jumlah ribuan dan menghabiskan waktu beberapa pekan beristirahat dan kawin di tepi pantai sebelum meninggalkan Kanada bagian selatan menuju ke kawasan hangat di Amerika Selatan.

Guy Beauchamp dari <link type="page"><caption> Universitas Montreal</caption><url href="http://www.medvet.umontreal.ca/infoGen/aPropos.html" platform="highweb"/></link>, Kanada telah meneliti burung ini selama 10 tahun.

Ketika mereka terbang, kerumunan mereka bisa terlihat dari jauh. "Kita bicara tentang kelompok yang terdiri dari 100.000 ekor burung," kata Beauchamp.

Berkumpulnya burung dalam jumlah sebesar itu membuat trinil pantai menjadi sasaran yang menarik perhatian <link type="page"><caption> elang peregrin</caption><url href="http://eol.org/pages/1049164/overview" platform="highweb"/></link>.

Burung pemangsa ini terbang di dekat kerumunan itu, menanti saat paling tepat untuk menerkam dan menyerang. Namun beberapa tahun lalu, Beauchamp menyadari bahwa burung elang ini berperilaku mengherankan.

Alih-alih menyerang saat kerumunan burung trinil tiba, burung elang ini menunggu dan menyerang mereka pada saat yang tak beraturan.

Anggaplah burung elang itu lapar, maka Beauchamp heran kenapa mereka tidak menyerang segera?

Mungkin, pikirnya, mereka sengaja menunda serangan maka kawanan trinil itu tidak akan pernah bisa menduga kapan ia menyerang.

Trinil

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Burung trinil pantai yang berkeliaran sendiri lebih mudah diserang.

Untuk mengetahui apakah demikian halnya, ia menghabiskan beberapa pekan setiap tahun mengamati waktu yang dibutuhkan oleh burung elang itu untuk menyerang.

Ia juga mencatat lokasi dan ukuran sarang burung trinil, untuk melihat seberapa waspada mereka dan bagaimana mereka menanggapi serangan.

Mereka cukup waspada ketika kemungkinan serangan terjadi, tetapi mereka tak bisa terus menerus begitu untuk terlalu lama karena mereka perlu istirahat dan tidur.

Beauchamp menemukan bahwa elang peregrin sering menunda serangan mereka.

Kadang-kadang mereka menyerang saat sarang baru saja dibuat, tapi terkadang mereka menunggu hingga lebih dari satu jam. Ini menyebabkan burung trinil tak bisa memperkirakan kapan serangan akan datang.

Ini memperlihatkan, kata Beauchamp, bahwa burung elang sengaja membiarkan mangsanya menereka-nerka.

"Ini adalah langkah pemangsa memanipulasi tingkat ketakutan pada calon mangsa mereka untuk menigkatkan keberhasilan mereka," katanya. "Ini langkah yang bagus bagi burung elang untuk memastikan adalah ketidakpastian bagi burung trinil."

Beauchamp menerbitkan temuannya di jurnal <link type="page"><caption> Behavioral Ecology and Sociobiology</caption><url href="http://link.springer.com/article/10.1007%2Fs00265-015-2047-1" platform="highweb"/></link>.

Burung trinil bisa juga memanipulasi balik burung elang, dengan cara lebih reaktif di waktu tertentu kata Beauchamp.

Mengecoh satu sama lain

"Mangsa ini bisa memanipulasi dengan menimbulkan ketidakpastian bagi pemangsanya dengan bersikap sangat kacau ketika memperlihatkan ketakutan mereka," katanya.

Mereka melakukannya dengan sengaja meninggalkan sarang, bahkan ketika mereka tidak diserang. Sejumlah besar mereka bergerak dengan cepat agar sulit menjadi sasaran burung elang.

Burung trinil

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Sarang burung trinil pantai.

Namun, setiap kali mereka melakukannya, mereka akan kehilangan waktu beristirahat yang mereka butuhkan. Ini merupakan langkah aktif untuk menghindar dari burung elang, kata Beauchamp.

Kedua spesies burung ini 'seperti bermain-main'. "Keduanya mencoba untuk mengakali satu sama lain," ungkap Beauchamp.

Belum bisa dipastikan apakah perilaku ini merupakan keputusan yang sadar, atau gabungan dari langkah yang mereka pelajari dan insting kata Beauchamp.

Yang jelas adalah bahwa burung elang menyerang dengan cara untuk mengoptimalkan kemungkinan mereka untuk berhasil, kata <link type="page"><caption> Will Cresswell </caption><url href="https://risweb.st-andrews.ac.uk/portal/en/persons/will-cresswell(aeba8b9a-52cf-42d1-94e9-5828b1590425).html" platform="highweb"/></link>dari University of St Andrews, Skotlandia, yang tak terlibat dengan penelitian ini.

Namun ia mengatakan, tak jelas apakah burung elang secara aktif memanipulasi ketakutan mangsa mereka.

"Seekor pemangsa menunggu hingga calon mangsa mereka santai dan tertidur, karena mereka tak melihat adanya pemangsa, ini merupakan langkah yang masuk akal dan tak terhindar untuk mengejutkan mangsa," kata Cresswell.

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris di <link type="page"><caption> The sneaky ways falcon control their prey's mind</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/story/20160124-falcons-can-control-their-preys-minds" platform="highweb"/></link>, juga artikel sejenis di<link type="page"><caption> BBC Earth</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/uk" platform="highweb"/></link>.