Bagaimana pengaruh cuaca terhadap kehidupan alam liar Inggris?

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
National Trust mengeluarkan kajian mengenai cuaca dan kehidupan alam liar sepanjang tahun 2015. Bagaimana mereka bertahan?
Satu tahun telah berakhir dan, sejumlah pola cuaca yang aneh dan menembus rekor menjadi satu tantangan bagi kehidupan alam liar kita.
Penemuan dari para ahli dari National Trust dalam kajian tahunan mengenai cuaca dan kehidupan alam liar menemukan ada spesies yang bernasib buruk tetapi, seperti yang Anda perkirakan, ada juga yang justru diuntungkan.
Menurut Matthew Oates, pakar alam dan satwa liar untuk lembaga amal ini, jumlahnya seimbang antara pemenang dan yang kalah tahun ini, tetapi dia mengatakan, “Jika Anda memaksa, saya lebih merasa dampaknya buruk, karena musim panas yang parah.
“Setiap tahun kehidupan alam liar kita harus menghadapi kondisi terbaik dan terburuk, dan tahun ini dipastikan tidak ada perbedaan,” kata dia.
Tahun 2015 dimulai dengan musim dingin terhangat dalam sejarah, tetapi kemudian musim semi datang terlambat dan tertundanya perjalanan burung-burung yang kembali untuk musim panas akibat angin ke arah utara dan tanaman yang terlambat menghijau.
Musim semi dan panas yang datang terlambat berubah menjadi basah dan berangin sehingga mengecewakan, dengan hanya beberapa periode cuaca bagus. Ini bisa menjadi faktor penyumbang turunnya populasi serangga, dan terutama 2015 merupakan tahun yang buruk bagi tawon.
Ketika musim panas, tanaman tetap berbunga, dan serangga terlihat lama sampai ke musim gugur karena cuaca panas yang tak biasa, suhu yang hangat juga terus terjadi sampai musim dingin.
Pengaruh cuaca terhadap kehidupan alam liar lebih besar daripada yang kita pikirkan, jelas Oates, terutama serangga yang paling terpengaruh dan mereka merupakan bagian penting dalam rantai makanan.
Tingkat pertumbuhan tanaman tahunan juga merupakan salah satu faktor utama, “Kita akan mengalami tingkat pertumbuhan rumput yang kuat tahun ini, situasi yang buruk bagi sesuatu yang butuh lahan kosong dan iklim mikro yang hangat.
“Dan musim semi yang basah merupakan kondisi buruk untuk perkembangbiakan burung-burung,” kata dia kepada BBC Earth.
Tahun yang baik untuk:
Barn owls

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Populasi Barn owl sejenis burung hantu yang disebut Serak Jawa, di sekitar kawasan milik National Trust di Malham Tarn dan Upper Wharfedale di Yorkshire Dales, dapat berkembang akibat perbaikan kondisi melalui menurunnya tekanan akibat ternak merumput dan penanaman di hutan yang masih baru, sehingga menggiring peningkatan jumlah mangsa favorit mereka, yaitu sejenis tikus kecil, field vole.
Ubur-ubur raksasa

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Musim panas ini muncul kawanan besar ubur-ubur raksasa, terutama di sekitar bagian barat daya Inggris dan Wales. Seiring dengan kenaikan suhu air laut akibat perubahan iklim dan pertumbuhan plankton menjadi lebih besar dan bertahan lebih lama, sehingga ada kecenderungan ubur-ubur semakin banyak bahkan sampai ke wilayah utara.
Apel

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Berkurangnya cuaca buruk yang disertai badai, atau salju, di awal musim gugur menjadi jaminan bahwa tahun lalu adalah kondisi yang luar biasa bagi warna-warni musim gugur, dan semakin berwarna karena meningkatnya panen apel.
Little terns

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Jenis burung laut Little terns mengalami tahun yang paling produktif di cagar alam Blakeney Point di Inggris sejak 2011. Sebuah tempat bersarang kedua di Point, yang terlindungi dengan baik dari risiko banjir yang terus meningkat di daerah sekitarnya, tahun lalu, hanya menarik dua pasangan burung untuk bersarang. Dalam upaya untuk meningkatkan jumlah burung yang bersarang di lokasi itu, sebuah umpan dibangun oleh petugas National Trust, sehingga kemudian menarik 11 pasangan tahun ini.
Burung Guillemots

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Pemecahan rekor terjadi pada tahun ini dalam perkembangbiakan burung guillemots di Pulau Farne.
Kupu-kupu ekor panjang biru

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Kupu-kupu ekor panjang biru, seekor migran yang langka, kembali ke wilayah tenggara, dan berkembang biak lagi di White Cliffs, Dover.
Tahun yang buruk untuk:
Burung Puffins

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Jenis burung laut Puffins, yang pada musim gugur ini masuk daftar merah dari organisasi pemerhati burung Birds of Conservation Concern, mengalami musim buruk untuk berkembang biak karena liang mereka di Pulau Farne tergenang banjir.
Katak dan kodok

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Katak dan kodok di bagian selatan Inggris menghadapi masa yang sulit pada 2015 akibat banyaknya kolam yang mengering sepanjang musim semi. Kodok Natterjack, termasuk yang ada di Formby di Merseyside, adalah yang paling mengalami masa sulit tetapi untungnya hujan yang terjadi pada Mei lalu turun tepat waktu.
Tawon

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Meskipun dianggap sebagai gangguan bagi sejumlah kalangan, tawon merupakan teman yang efektif bagi para tukang kebun dengan menjadi salah satu predator ulat kebun paling efisien. Jumlah mereka, bagaimanapun, menurun pada tahun ini tetapi penyebabnya tidak diketahui secara pasti.
Arctic terns

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Di pulau Farne terdapat penurunan sebanyak 600 pasangan burung Arctic terns yang berkembang biak pada tahun ini akibat buruknya pasokan makanan dan cuaca badai. Arctic terns masuk dalam daftar kuning yang dikeluarkan Birds of Conservation Concern.
Sandwich terns

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Yang juga masuk dalam daftar kuning adalah Sandwich terns, yang mengalami tahun yang buruk di Blakeney Point. Burung-burung ini, yang memang sudah kesulitan karena berkurangnya jumlah belut pasir yang jadi makanan utamanya, juga semakin terdampak oleh cuaca badai di akhir Juni lalu.
Jamur (Fungi)

Sumber gambar, northeastwildlife.co.uk
Musim gugur tahun lalu adalah masa yang mengecewakan untuk melihat perkembangan jamur karena musim gugur yang kering setelah musim panas yang basah dan dingin.
Oates mengatakan yang terpenting pada tahun lalu adalah kembalinya kupu-kupu ekor panjang biru, sehingga kemunculan mereka secara besar-besaran pada 2013 bukanlah sebuah kebetulan, dia mengatakan "Kupu-kupu ini benar-benar akan terus ada di sini."
Pada 2016, menurut Oates, adalah peringatan 40 tahun terjadinya musim panas panjang pada 1976 dan "Kami sangat membutuhkan musim panas yang baik."
<italic><bold>Anda bisa menyimak artikel <link type="page"><caption> How the weather affected British wildlife in 2015? </caption><url href="http://www.bbc.com/earth/story/20151218-how-weather-affected-wildlife-in-2015" platform="highweb"/></link>atau artikel lain dalam <link type="page"><caption> BBC Earth</caption><url href="http://www.bbc.com/earth" platform="highweb"/></link>.</bold></italic>









