Pemangsa yang berhasil: hiu
Apakah hiu?

Sumber gambar, thinkstock
Ada lebih dari 500 spesies hiu, mulai dari hiu paus yang besar sepanjang 20 meter dengan berat sekitar 30.000 kg –yang merupakan ikan terbesar di dunia- sampai ke hiu lentera yang hanya berkembang sampai 10-20 cm. Hiu memiliki ‘menu’ makanan yang beragam: ada yang pemangsa umum –seperti hiu harimau yang memakan semua yang bisa ditelannya- atau hiu pemburu khusus yang memilih makanan.
Berbeda dengan reputasinya sebagai pembunuh tunggal di laut, hiu sebenarnya merupakan hewan yang amat cerdas dan sejumlah spesies membentuk kelompok sosial yang besar. Dengan rasio otak dan tubuh yang seimbang –sama seperti mamalia dan unggas- tidaklah mengejutkan kalau hiu memperlihatkan perilaku 'bermain'.
Rancang tubuh yang unggul

Sumber gambar, BBC World Service
-. Mata Hiu memiliki daya pandang yang baik dan bisa melihat rincian yang luar biasa. Beberapa spesies, seperti hiu mata besar, bisa melihat di kegelapan dengan kemampuan yang lebih baik dari manusia.
-. Insang Hiu menyerap oksigen dari air laut yang mengalir ke insangnya. Sebagian besar hiu tidak mampu memompakan air ke dalam insang sehingga mereka harus tetap bergerak.
-. Rangka Rangka hiu terbuat dari tulang rawan, yang amat lentur dan memungkinkan ketangkasan. Keampuan untuk mengubah arah dalam kecepatan tinggi membuat mereka bisa memburu mangsa yang kecil, seperti ikan berduri
-. Ekor Rangka tubuh memanjang sampai ke ujung ekor untuk akurasi gerakan. Bentuk ekor dari beberapa spesies tergantung dari penggunaannya. Hiu porbeagle, misalnya, menggunakan ekornya sebagai tenaga penggerak.
-. Kulit Kulit hiu dilapisi dengan gigi untuk mengurangi tarikan yang disebut dermal denticles. Hiu shortfin mako bisa mengurangi tarikan lebih kuat lagi dengan memiliki kulit berdempul, mirip dengan bola golf.
-. Daya apung Sebagian besar spesies hiu memiliki daya apung karena hati hiu berisi minyak namun beberapa spesies, seperti hiu harimau tanah, menyedot udara ke dalam perutnya untuk mendapatkan daya apung.
-. Electroreceptors Dengan menggunakan yang disebut sebagai ampullae of Lorenzini atau indra perasa, hiu bisa mendeteksi hewan lain yang berada dalam lapangan listrik di bawah permukaan air. Beberapa mangsa bahkan bisa dideteksi hanya lewat detak jantungnya.
Cara memangsa

Kemampuan berburu hiu lebih dari sekedar kekuatan dan gigi. Banyak yang memanfaatkan sumber makanan semaksimal mungkin, misalnya hiu harimau yang mengambil kesempatan dari sarang penyu laut di Great Barrier Reef, Australia.
Hiu lemon di tempat yang sama hidup dengan banyak mangsa namun mereka tidak membuang tenaga begitu saja untuk mengejar sumber makanan ini. Sebaliknya mereka menunggu pemangsa yang lebih cepat, seperti ikan kue, untuk menakut-nakuti ikan sebelum menerkam ikan-ikan yang panik itu.
Hiu yang menggunakan teknik berburu yang berbeda adalah hiu thresher. Kibasan ekornya yang panjang dikendalikan untuk mengejutkan mangsa dan hiu kembali lagi untuk menyantap ikan yang terkejut tidak sadar tadi.
Hiu putih –ikan pemangsa terbesar di dunia- bisa melaju dengan cepat saat berburu. Hiu ini bisa mencapai panjang enam meter dengan berat sekitar 3.000 kg namun bisa berenang dengan kecepatan antara 25-30km/jam jika sedang menyerang mangsanya. Hiu putih memiliki teknik berburu yang berbeda sesuai dengan mangsa sasaran namun sering sekali mereka melancarkan serangan dari laut dalam dan melompat sampai tiga meter di atas permukaan laut dengan kekuatan besar. Mangsa mati karena kehabisan darah atau terpotong.
Fisiologi makan

Sumber gambar, BBC World Service
-. Gigi Gigi hiu melekat dengan gusi, jadi bukan tulang rahang, dan secara teratur berganti sepanjang hidupnya. Jenis dan bentuk gigi beragam sesuai dengan makanan masing-masing hiu. Ada gigi untuk makanan lembut seperti ubur-ubur atau yang bergerigi maupun seperti kail untuk memotong lapisan lemak paus, maupun gigi ‘pembuka botol’ untuk merobek bahan yang keras, seperti kulit penyu.
-. Strategi Banyak hiu yang memiiki kemampuan berburu yang khusus untuk menangkap mangsa pilihannya. Hiu tresher, misalnya, berenang dengan cepat untuk memburu sasaran, menggunakan sirip untuk memukul cepat, dan menggunakan ekornya untuk mengibas mangsa sehingga tidak sadar.
-. Kecepatan Kecepatan dari hiu putih ketika berburu mangsa amat mengesankan. Kemampuan hiu tersebut untuk melompat sampai tiga meter ke atas permukaan laut dimungkinkan karena suhu tubuhnya yang lebih tinggi 14 derajat Celcius dibanding hiu lain sehingga memungkinkan kekuatan otak yang lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi.
-. Perut Hiu memiliki mekanisme pencernaan kecil di mulutnya sedangkan potongan besar daging diteruskan lewat kerongkongan ke perut yang berbentuk U dan di sana asam yang kuat akan menghancurkan daging. Sebagian besar hiu memiliki kemampuan untuk mengeluarkan perut sampai ke mulut. Kemampuan mengeluarkan perut dengan cepat ini bertujuan untuk membersihkan perut dan membuang partikel-partikel yang tidak bisa dicerna.
-. Mulut Walau ukurannya besar, mulut hiu paus –yang bisa sampai 12 meter- sebenarnya merupakan penyaring makanan, dengan semua makanan terdiri dari plankton mikroskopik. Sebagai konsekuensinya giginya kecil. Hiu paus berenang pelan dengan mulut terbuka untuk menangkap plankton kecil, yang disaring dari berliter-liter air di dalam mulut. Jika terbuka, lebar mulut hiu paus bisa mencapai 1,5 meter.
Generasi masa depan

Sumber gambar, DAVID SIMS
Tidak banyak yang diketahui tentang proses reproduksi hiu.
Dari fisiknya terlihat bahwa banyak spesies hiu yang menggigit betinanya di sekitar sirip dan sayap dengan posisi betina yang memungkinkan kehamilan. Hiu jantan memiliki sepasang organ reproduksi, yang disebut clasper, yang setara dengan penis mamalia. Organ itu memungkinkan jantan untuk menanam sperma ke cloaca (perut yang terbuka) betina. Hanya satu clasper yang bekerja, tergantung dari jaraknya yang paling dekat.
Ada tiga cara reproduksi hiu: yang pertama viviparity (plasenta yang melekat kepada induk, serupa dengan reproduksi mamalia), oviparity (bertelur) dan oviviparity (telur yang menetas di dalam induk).
Hiu muda dari viviparity ke luar setelah melewati periode tujuh hingga 24 bulan, tergantung spesiesnya. Sedangkan yang lewat oviparity umumnya menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sebagai contohnya, hiu Port Jackson, menaruh telurnya yang berbentuk seperti pembuka di celah-celah sempit. Setiap telur menetas sama dengan masa reprodukusi oviparity, namun hiu muda Pork Jackson menetas dalam periode antara sembilan hingga 12 bulan.
Baca artikel dalam Bahasa Inggris: <italic><link type="page"><caption> Why are sharks such successful predators?</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/guides/z93f34j#zxwkwmn" platform="highweb"/></link></italic><italic> di </italic><link type="page"><caption> <italic>BBC Earth</italic>.</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/world" platform="highweb"/></link>










