Mengapa La Marseillase jadi satu-satunya lagu bermakna saat ini?

Rasanya saat ini hanya ada satu lagu di dunia yang dinyanyikan semua orang, lagu kebangsaan Prancis yang berjudul La Marseillaise. Menurut pendapat saya, lagu itu merupakan lagu kebangsaan terbesar dari semua yang ada.

Lagu ini diputar di stasiun-stasiun radio di antara lagu-lagu pop. Lagu ini diperdengarkan di ruang-ruang konser, terutama oleh New York Metropolitan Opera beberapa waktu lalu. Puluhan orang telah mengunggah rekaman suara mereka saat menyanyikan lagu itu pada volume penuh ke dunia maya.

Dan beberapa waktu lalu, paling spektakuler dari semua, sekitar 70.000 penggemar sepak bola menyanyikannya di Stadion Wembley ketika Prancis bermain melawan Inggris, sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh sebagian besar penggemar sepak bola Inggris.

Wembley

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Penonton bersiap masuk Stadion Wembley yang dihiasi warna bendera Prancis. Di sana mereka menyanyikan La Marseillaise sebelum pertandingan persahabatan Inggris-Prancis.

Lagu ini, dalam tempo beberapa hari, tak lagi sekadar menjadi lagu kebangsaan Prancis. Ia telah menjadi simbol utama solidaritas, cara yang digunakan semua orang di dunia, terlepas apakah mereka bisa bahasa Prancis atau tidak, untuk mengungkapkan bersatunya (perasaan) mereka dengan Paris, menyusul tragedi serangan Paris beberapa waktu lalu, dan menunjukkan keteguhan mereka sebagaimana negara Prancis setelah serangan teror.

Tapi satu hal yang paling luar biasa tentang kenyataan bahwa semua orang menyanyikan La Marseillaise, bahwa tanpa disadari, setiap yang menyanyikannya telah masuk ke tatanan makna sejati lagu itu.

Claude Joseph Rouget de Lisle

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Claude Joseph Rouget de Lisle

La Marseillaise ditulis pada 1792 oleh Claude Joseph Rouget de Lisle, 31 tahun, seorang tentara dan pemain biola amatir. Dia berada di Strasbourg pada malam 25 April, cemas bahwa Austria hendak menyerang, untuk mencampakkan Revolusi Prancis dan memulihkan kekuasaan penuh Louis XVI.

Wali Kota putus asa mencari sesuatu yang bisa menginspirasi kota yang sedang menghadapi kehancuran. Malam itu ia memohon Rouget de Lisle untuk menulis sesuatu - apa pun - yang mungkin bisa membantu.

Rouget de Lisle berlari kembali dari pertemuan dengan wali kota dalam setengah mabuk menuju kamarnya. Dan dalam tempo hanya beberapa jam ia menulis La Marseillaise.

Lafayette

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Warga berkumpul di Lapangan Lafayette, Washington DC, AS, 14 November lalu, dalam solidaritas dengan Prancis.

Dia mungkin mencuri musiknya dari lagu yang sedang populer hari itu, dan pastilah setengah syair lagu itu adalah hasil mencuri dari grafiti yang terpampang di seantero kota. Tapi apa yang dia diciptakan malam itu tak bisa dipungkiri. Lagu keteguhan yang akan memberikan harapan bagi setiap orang yang mendengarnya.

Ya, dia membuatnya luar biasa penuh darah. Satu baris berbunyi, "Bisakah engkau mendengar mereka di pedesaan datang untuk menggorok leher istri dan anak-anakmu?"

Sementara bagian chorusnya memekik, "Demi senjata, wahai warga ... mari kita sirami ladang-ladang dengan darah murni."

Claude Joseph Rouget De Lisle (1760 - 1836), menyanyikan untuk 'La Marseillaise' untuk pertama kalinya -lukisan Godfroid Griffins.

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Claude Joseph Rouget De Lisle (1760 - 1836), menyanyikan untuk 'La Marseillaise' untuk pertama kalinya -lukisan Godfroid Griffins.

Tapi Rouget de Lisle menyadari ia perlu membuatnya begitu mengguncangkan agar bisa memotivasi. Dia juga menyadari, kalimat-kalimat itu tidak dimasudkan sebagai syair kunci.

Kemudian pembukaan bait pertama. "Bangkitlah anak-anak tanah air, panji-panji tirani berdarah telah dikibarkan melawan kita," bunyinya. Ini adalah bait yang tampaknya beresonansi di seluruh dunia pada saat ini.

Jika Anda tidak menganggap La Marseillaise tidaklah hebat secara musik, Anda hanya perlu melihat bagaimana lagu tersebut telah digunakan oleh musisi lain untuk mengubah pikiran Anda.

Sebuah poster saat Perang Dunia partama menampilkan Rouget de Lisle menyerukan pembebasan.

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Sebuah poster saat Perang Dunia partama menampilkan Rouget de Lisle menyerukan pembebasan.

Semua orang dari Wagner hingga The Beatles, dari Debussy sampai Serge Gainsbourg, telah menggunakannya untuk karya mereka.

Mungkin yang paling terkenal, saat digunakan oleh Tchaikovsky dalam karya besarnya, 1812 Overture. Di situ ia memaksudkan untuk melambangkan Prancis yang akan segera dikalahkan oleh pasukan Rusia. Tetapi karena melodi begitu kuat, siapa pun yang mendengarkan akan berpikir Prancis justru adalah pemenang sebenarnya dari pertempuran itu.

Ini adalah lagu yang telah menginspirasi orang-orang Prancis sepanjang sejarah negara itu. Seorang jenderal Perancis pernah mengatakan lagu itu setara dengan 1.000 tambahan pasukan dalam pertempuran.

La Marseillaise

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Pertunjukan perdana 'Tosca,' karya Puccini di Metropolitan Opera and Orchestra, New York, 14 November, terlebih dahulu menyanyikan La Marseillaise.

Seorang penyair Jerman pernah menulis bahwa lagu itu bertanggung jawab atas kematian 50.000 orang Jerman. Baik dalam Perang Dunia Pertama maupun Perang Dunia Kedua, lagu itu dinyanyikan terus di Prancis dalam upaya untuk membangkitkan semangat (meskipun Pemerintah Vichy melarangnya).

Adegan terkenal di film Casablanca, waktu sekelompok orang Prancis menyanyikan lagu itu dengan khidmat sambil menangis untuk menandingi keriuhan perayaan sejumlah tentara Nazi, bukanlah hal yang dilebih-lebihkan tentang apa yang bisa dibangkitkan oleh lagu itu.

<italic>Silakan menyimak versi asli artikel ini, <link type="page"><caption> Why La Marseillaise is the only song that matters right now</caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20151117-why-la-marseillaise-is-the-only-song-that-matters-right-now" platform="highweb"/></link>, serta karangan budaya khas lainnya di <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link>. </italic>