Suku penjaga gurun Warlpiri: Melestarikan hewan endemik terancam punah melalui tradisi ’membaca wilayah’ di jantung Australia

Perempuan Aborigin dari suku Warlpiri menampilkan tarian seremonial di Museum Australia, 07 Oktober 1982.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Perempuan Aborigin dari suku Warlpiri menampilkan tarian seremonial di Museum Australia, 07 Oktober 1982.

Di jantung benua Australia, flora dan fauna endemik yang di ambang kepunahan mampu dikembalikan melalui tradisi 'membaca wilayah' suku Aborigin. Namun mirisnya, tradisi itu kini yang terancam hilang.

Jalan menuju Suaka Margasatwa Newhaven di Australia seperti portal antara dua dunia.

Ujung pertama adalah Alice Springs, dengan populasi 25.000, sebuah dunia metropolitan yang berada di pedalaman Australia.

Di ujung lainnya membentang dunia gurun pasir batu merah yang terisolasi, danau-danau garam, dan dataran spinifex di Gurun Sandy Besar, gurun terbesar kedua di Australia, yang mencakup lebih dari 280.000 kilometer persegi.

Dari kota Alice Springs, Anda akan disuguhkan transportasi kereta sepanjang 50 meter yang melintasi Jalan Raya Stuart - salah satu jalan raya utama di Autralia yang membentang dari kota Darwin di utara dan Port Augusta di selatan.

Tapi saat masuk lebih dalam, lalu lintas akan menipis dan menyempit, melintasi Gurun Tanami, dan berubah menjadi pasir.

Tandanya, anda telah berada di jantung benua Australia.

Terbuka bagi pengunjung yang mengemudi sendiri saat Paskah, dan pada periode Mei hingga akhir September, Suaka Margasatwa Newhaven dikenal dengan kehidupan burung dan keindahan lanskap gurunnya.

Pemandangan Suaka Margasatwa Newhaven di Australia.

Sumber gambar, Ted Mead/Getty Images

Keterangan gambar, Pemandangan Suaka Margasatwa Newhaven di Australia.

Keindahan ini sama seperti dengan yang dimiliki semua wilayah pedalaman Australia di masa lalu.

Pemukim kulit putih tiba di Gurun Tengah dan Barat di pedalaman Australia - yaitu Gurun Pasir Besar dan Kecil serta Gurun Tanami, Gurun Simpson dan Victoria - pada abad ke-19.

Sebelum mereka datang, penduduk asli Australia telah tinggal di sini selaras dengan tanah dan satwa liar yang jauh berlimpah daripada yang Anda bayangkan.

Warlpiri, salah satu bangsa terbesar Aborigin

Ini adalah tanah Warlpiri, dan membentang ratusan kilometer melintasi Gurun Tanami dan Gurun Pasir Besar.

Warlpiri adalah salah satu bangsa dan kelompok bahasa terbesar di antara orang-orang Aborigin.

Bersama dengan Pintupi, tetangga mereka di barat, Warlpiri termasuk penduduk asli terakhir di Australia yang berhubungan dengan warga Australia kulit putih dan meninggalkan cara hidup tradisional semi-nomaden yang memungkinkan mereka bertahan hidup di gurun.

Alice Ellis adalah generasi terakhir perempuan dari Warlpiri yang hidup semi-nomaden dan mengetahui cara bertahan hidup di gurun.

Sumber gambar, Joey Clarke/Australian Wildlife Conservancy

Keterangan gambar, Alice Ellis adalah generasi terakhir perempuan dari Warlpiri yang hidup semi-nomaden dan mengetahui cara bertahan hidup di gurun.

Perempuan dari Warlpiri, Alice Ellis adalah generasi terakhir yang dapat mengingat seperti apa kehidupan tradisional itu.

Saat anak-anak, Ellis bermain di bukit pasir di wilayah utara dan barat. Ia dan keluarganya berpindah tempat dari satu lubang air ke berikutnya, tergantung musim.

Dia dan keluarganya juga berkomunikasi dengan kelompok lain melalui api.

Ketika masih muda, Ellis ingat, dia dan saudara-saudaranya akan lari dan bersembunyi setiap kali melihat pria kulit putih datang dengan kendaraan mereka.

Dalam proses yang oleh Warlpiri disebut yidakimani, atau "membaca wilayah", Ellis belajar tentang bagaimana menafsirkan dan melacak jejak kaki marsupial makropoda - termasuk walabi batu berkaki hitam, bettong, dan bilby - hewan yang hanya ditemukan di Australia.

Mereka juga berburu kucing liar - "kucing pus" seperti yang Ellis sebut - serta burung dan reptil.

Goanna, salah satu reptil karnivora terbesar di Australia, yang dapat tumbuh hingga panjang 2,5 meter, adalah dan tetap menjadi favorit Ellis.

Ellis membawa pengetahuannya yang mendalam tentang dunia alam ke pekerjaannya di Newhaven, cagar alam seluas 2.600 kilometer persegi yang dikelola oleh Suaka Margasatwa Newhaven (Australian Wildlife Conservancy - AWC).

Sebagai seorang ranger, dia adalah penjaga rahasia dari tradisi kehidupan di gurun.

Perannya sangat penting, yaitu untuk merawat dan melindungi wilayah itu dari serangan hama invasif yang dibawa oleh pemukim Eropa, seperti kucing liar, rubah dan kelinci yang telah menyebabkan kehancuran mengerikan bagi satwa endemik di gurun Australia.

Australia memiliki tingkat kepunahan mamalia terburuk di dunia: sepertiga kepunahan mamalia global selama lima abad terakhir terjadi di Australia.

Sebagian besar terjadi di zona kering negara itu. Tidak ada yang tahu pasti, tetapi selusin, mungkin lebih, spesies yang pernah hidup bersama Ellis dan nenek moyangnya telah menghilang selamanya.

Kucing memusnahkan sebagian besar dari mereka.

Sementara spesies lain telah berpindah ke tempat lain, didorong oleh wabah kucing, ke batas terluar dari jangkauan mereka sebelumnya dan ke tepi kepunahan.

Ellis mengenal banyak hewan-hewan ini dengan baik.

Ketika dia masih kecil, Ellis dan keluarganya biasa berburu mala, makropoda kecil yang bisa melompat-lompat yang kisah penciptaannya dimulai di dekat Newhaven.

Situs suci mala tetap ada, tetapi mala itu sendiri menghilang dari sini pada tahun 1980-an.

Ellis juga mengenal bilby yang lebih besar, atau dikenal sebagai "Kelinci Paskah Australia" - berkat telinga kelinci yang besar dan perannya sebagai salah satu hewan berkantung yang paling disukai di Australia.

Bettong burrowing (kangguru tikus) di atas pasir pada malam hari, Australia.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Bettong burrowing (kangguru tikus) di atas pasir pada malam hari, Australia.

Atau bettong burrowing (kangguru tikus) yang menggali liang dalam dan membalik tanah - membuat kagum para ilmuwan yang menyebutnya sebagai insinyur ekosistem hebat Australia.

Semua informasi ini sangat penting dengan berbagai alasan, salah satunya adalah: 86% dari 315 spesies mamalia darat Australia yang masih hidup adalah endemik, tidak ada di tempat lain di Bumi.

Proyek 'membaca wilayah'

Pemandangan di Suaka Margasatwa Newhaven, dekat Gurun Tanami, Australia Tengah, Wilayah Utara, Australia.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pemandangan di Suaka Margasatwa Newhaven, dekat Gurun Tanami, Australia Tengah, Wilayah Utara, Australia.

Pada tahun 2006, dengan peningkatan cakupan krisis kepunahan di pedalaman Australia yang gersang, AWC memulai eksperimen.

Mereka ingin kehidupan di tempat-tempat seperti Newhaven bisa dikembalikan ke keadaan semula.

Ellis, dan penjaga Warlpiri lainnya, memimpin proyek itu.

Selama berbulan-bulan, Ellis dan rekan-rekannya melacak kucing-kucing liar di dalam kandang berpagar seluas 94,5 kilometer persegi yang terletak dekat dengan markas besar cagar alam dan tempat perkemahan turis di jantung kota Newhaven.

Ada banyak cara untuk melacak kucing dan satwa liar lainnya, tetapi tidak ada yang terbukti seefektif pelacak asli - suku Walpiri.

Dalam tradisi Warlpiri "membaca wilayah", Ellis dan yang lainnya memahami perilaku kucing.

Mereka tahu di mana menemukan dan mengikuti jejak kaki kucing, lalu menafsirkan apa arti jejak itu.

Berapa banyak kucing di sana? Ke arah mana mereka bepergian? Kapan mereka lewat?

"Pelacak asli jauh lebih baik daripada apa yang bisa kita lakukan dengan perangkap langsung atau kamera," kata John Kanowski, kepala petugas ilmiah AWC.

Dengan menghilangnya kucing-kucing liar, program ambisius reintroduksi mamalia dimulai.

"Konservasi bukan hanya masalah menempatkan garis di sekitar properti dan mengatakan 'inilah ekosistem yang telah kami lestarikan'," kata Kanowski.

"Anda belum mencapai apa-apa jika Anda tidak mendapatkan hewan kritis kembali ke sana."

Hasilnya, walabi batu berkaki hitam dan phascogale ekor merah, woyly, dan mulgara berekor sikat semuanya kembali.

Dan yang membahagiakan, mala dan bettong yang menggali juga kembali ke tempat asalnya - setelah beberapa dekade, gurun terdiam mendengar suara panggilan mereka.

Hebatnya, para ilmuwan berharap bahwa bettong dapat kembali ke lubang yang sama yang digali nenek moyang mereka setengah abad yang lalu.

Salah satu marsupial yang paling dicintai di negara ini, bilby dikenal sebagai "Kelinci Paskah Australia".

Sumber gambar, Australian Wildlife Conservancy

Keterangan gambar, Salah satu marsupial yang paling dicintai di negara ini, bilby dikenal sebagai "Kelinci Paskah Australia".

Terancam punahnya tradisi tradisional orang gurun

Namun, masih ada satu bahaya yang tersimpan, yaitu terancam punahnya pengetahuan tradisional orang gurun - tradisi hidup yang membuat keajaiban seperti itu terjadi.

Menurut Rachel Paltridge, ilmuwan yang memiliki pengalaman luas bekerja dengan masyarakat adat di seluruh Australia Tengah, "Orang-orang tidak pergi keluar jalan kaki seperti dulu. Saat saya mulai 20 tahun yang lalu, masih ada generasi yang lebih tua dari orang-orang yang tumbuh di semak-semak dan pergi berburu untuk makanan."

Hanya di Newhaven, dan di komunitas Pintupi kecil Kiwirrkurra -beberapa ratus kilometer ke barat melintasi gurun -, kata Paltridge, keterampilan dan praktik pelacakan ini bertahan.

Ellis tahu bahwa waktunya singkat. "Kami tidak akan berada di sini selamanya," katanya.

"Jika kita tidak mewariskan apa yang kita ketahui, kita kehilangan segalanya dan tidak akan ada apa-apa di sini untuk anak dan cucu kita."

Regenerasi penjaga gurun

Penjaga hutan asli New Haven telah berperan dalam mengembalikan tanah ke keadaan semula.

Sumber gambar, Australian Wildlife Conservancy

Keterangan gambar, Penjaga hutan asli New Haven telah berperan dalam mengembalikan tanah ke keadaan semula.

Sama seperti generasi baru mala dan bettong -para penggali yang kembali ke lubang nenek moyangnya -, generasi baru perempuan Warlpiri juga membantu mereka sampai di sana.

Salah satunya adalah putri Ellis, Christine, yang membebaskan beberapa mala dan bettong yang diperkenalkan kembali di Newhaven.

Bahkan ketika dia masih anak-anak yang tumbuh di padang pasir, orang-orang memanggil Christine dengan murturna, yang berarti "perempuan tua" dalam bahasa Warlpiri.

Ketika anak-anak lain sedang bermain, Christine duduk di kaki para tetuanya atau pergi bersama mereka saat melacak dan berburu binatang.

Dia bergabung dengan mereka saat mencari tomat semak dan kentang semak.

Peran api dan mencegah kebakaran hutan besar

Suku Warlpiri membakar spinifex untuk mendorong pertumbuhan di Gurun Tanami.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Suku Warlpiri membakar spinifex untuk mendorong pertumbuhan di Gurun Tanami.

Dia juga belajar tentang pentingnya api. "Tidak ada wilayah yang sehat tanpa api," katanya, sambil menyalakan korek api dan menerangi sekitarnya.

"Ketika orang hidup secara tradisional," kata Steve Eldridge, seorang ahli kebakaran regional, "mereka menggunakan api sebagai salah satu alat utama untuk merangsang pertumbuhan, yang membawa makanan - kanguru, semacam itu."

"Karena mereka bangsa nomaden, mereka bergerak terus-menerus dan selalu menyalakan api. Banyak flora dan fauna asli yang beradaptasi dengan cara itu. Tradisi ini juga akan mengurangi benda-benda yang mudah terbakar secara kecil namun dalam jumlah besar. Dampaknya, kebakaran hutan yang besar dan cepat dapat dihindari."

Bukan hanya Newhaven, praktik kebakaran tradisional adalah bagian dari tren nasional menuju pemulihan kesehatan ekosistem melalui praktik pengelolaan lahan adat.

Menggunakan api, tanah akan dengan sendirinya sendiri beregenerasi dan kehidupan hewan dan tumbuhan kembali.

Newhaven adalah rumah bagi 23 ekosistem gurun di 261.501 hektarnya yang gersang, dan masing-masing ekosistem menceritakan kisahnya sendiri.

Di beberapa tempat, pohon bloodwood dan ghost gum - endemik di Australia utara dan tengah - berperan penting sebagai tempat perlindungan hewan asli yang kembali.

Di dekatnya, suara angin yang menghembus pohon Oak seperti deru ombak pantai Samudra.

Lalu dari langit, terdengar gumaman burung budgerigar berwarna hijau cerah saat dikejar burung pemangsa.

Di sebelah barat cagar alam, ada danau garam yang oleh Warlpiri disebut Yunkanjini adalah situs suci - tempat luas dan indah yang warnanya selalu berubah karena pantulan cahaya.

"Seperti inilah gurun pasir saat aku masih kecil," kata Alice. "Wilayah ini sehat kembali."

Versi bahasa Inggris dari artikel ini, The indigenous keepers of the Outback's secrets dapat Anda baca di lamanBBC Travel.