Ketika komunis Uni Soviet membungkam peradaban 7.000 tahun di Eropa Timur

Kuil dengan relief dan struktur Trypillia lainnya menawarkan petunjuk tentang budaya kuno.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kuil dengan relief dan struktur Trypillia lainnya menawarkan petunjuk tentang budaya kuno.
    • Penulis, Valeria Kovtun
    • Peranan, BBC Travel

Penemuan situs-situs besar yang digali di Moldova, Rumania, dan Ukraina, negara-negara di Eropa Timur mengungkap sejarah kota-kota kuno dengan teknik konstruksi canggih yang dihuni populasi manusia yang besar.

"Anda tahu ada buku karya Jules Verne berjudul Pulau Misterius, di mana orang-orang tinggal di sebuah pulau dan mulai membangun peradaban?" tanya Mykhailo Videiko, arkeolog dari Borys Grinchenko Kyiv University di Ukraina.

"Tapi ini bukan cerita fiksi," dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan.

"Ini adalah kisah nyata."

Peradaban kuno itu adalah Cucuteni-Trypillia yang dibungkam dua kali, oleh waktu dan kepentingan politik.

Baca juga:

Penemuan situs ini membuat peradaban itu kembali mendapatkan tempat untuk berbagi cerita tentang kemegahannya.

Cerita tentang Trypillia, demikian peradaban itu biasa disebut, dimulai 7.000 tahun silam di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Eropa Timur, terutama Moldova, Rumania, dan Ukraina.

Permukiman-permukiman yang digali memberi gambaran pada para arkeologi modern salah satu contoh dari urbanisasi besar masa lalu dan menunjukkan sebuah populasi manusia yang melebih satu juta jiwa.

Masyarakat Trypillia "berhasil menerapkan semua inovasi teknologi pada masanya," kata Videiko.

Contohnya adalah hasil-hasil tembikar (perkakas yang terbuat dari tanah liat) yang dihiasi dengan pola dan warna, serta dibakar di tempat pembakaran yang canggih.

Pemandangan di Eropa Timur.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pemandangan di Eropa Timur.

Tidak hanya itu, mereka juga menerapkan teknik konstruksi yang digunakan untuk mendirikan bangunan seluas 700 meter persegi.

Sementara, benda-benda yang ditemukan menunjukkan budaya penyembahan terhadap dewi-dewi.

Dibungkam oleh waktu dan politik

Penelitian terhadap Trypillia awalnya dilakukan oleh Uni Soviet, yang mendanai para arkeolog.

Pejabat komunis menganggap Trypillia dapat menunjukan kesejajaran antara peradaban kuno yang impresif dengan ideologi Marxisme yang mempromosikan masyarakat tanpa kelas, tanpa kepemilikan pribadi.

Uni Soviet menganggap "Trypillia adalah ilustrasi indah dari pra-kelas, masyarakat tanpa kelas atau komunisme primitif," ujar Videiko.

Baca juga:

Tapi ketika penelitian Trypillia dilakukan lebih dalam, mulai terungkap bahwa masyarakat tanpa kelas hanyalah utopia.

Setelah itu, segalanya berubah drastis.

"Ketika para arkeologi menggali lebih dalam, mereka menemukan situs-situs besar peradaban Trypillia. Mereka mulai menemukan banyak bangunan-bangunan besar.

Vas ganda yang ditemukan dari peradaban Cucuteni-Trypillia dicat dan diukir.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Vas ganda yang ditemukan dari peradaban Cucuteni-Trypillia dicat dan diukir.

"Dan muncul pertanyaan: Apakah mungkin bangunan-bangunan ini semua dapat dilakukan oleh masyarakat tanpa kelas?" kata Videiko.

Pada tahun-tahun berikutnya, peneliti-peneliti yang menantang propaganda politik negara itu secara resmi dianggap sebagai musuh negara.

Para arkeolog itu pun mulai melarikan diri, dan beberapa tertangkap yang kemudian dihukum sebagai anggota dari organisasi mata-mata teroris.

Patung Anjing yang ditemukan dari penggalian peradaban Cucuteni-Trypillia.

Sumber gambar, Heritage Images

Keterangan gambar, Patung Anjing yang ditemukan dari penggalian peradaban Cucuteni-Trypillia.

Penemuan-penemuan tentang Trypillia pun tenggelam di dalam negeri Uni Soviet. Namun, buku-buku yang hasil penelitian tentang peradaban Trypillia secara mendalam dipublikasikan di luar negeri.

Kendati begitu, kata Videiko, "buku-buku itu tidak pernah mencapai Ukraina. Kami yang melakukan penelitian tetapi hampir tidak ada seorang pun di sini mengetahuinya. Sementara, mereka yang tahu, tetap diam."

Kini, warisan dari peradaban Trypillia dihidupkan kembali melalui dunia mode atau fashion.

Bejana Amphora yang ditemukan dari penggalian peradaban Cucuteni-Trypillia.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Bejana Amphora yang ditemukan dari penggalian peradaban Cucuteni-Trypillia.

Desainer Ukraina, Svitlana Bevza menggunakan budaya peradaban kuno Trypillia yang berpusat pada perempuan sebagai inspirasi.

Ia membuat perhiasan dan meniru cara berpakaian perempuan-perempuan Trypillia sebagai bentuk penghargaan akan keindahan budaya masa lalu, penghormatan terhadap perempuan, dan keselarasan hidup dengan alam.

Baca juga:

Svitlana mengatakan, tidak adil jika "budaya besar Trypillia tidak terkenal di dunia - seperti Mesir, misalnya. Tidak ada suara di dunia yang bisa berbicara tentang budaya ini".

Peradaban maju yang dibangun dari ketiadaan bukan hanya cerita ada dalam novel fantasi, tetapi pernah terjadi di kisah nyata, dan kini mendapatkan tempatnya untuk diketahui oleh seluruh dunia, Cucuteni-Trypillia.

Versi bahasa Inggris dari artikel ini, Cucuteni-Trypillia: Eastern Europe's lost civilisation bisa Anda simak di laman BBC Travel.