#RIPHaringga: Duka cita bagi tewasnya pendukung Persija, tetapi lalu apa?

Waktu membaca: 3 menit

Terlepas dari proses hukumnya, warganet meminta pemangku kepentingan untuk mengambil tindakan tegas agar peristiwa ini tidak terulang kembali.

Haringga Sirila (23 tahun), suporter Persija, tewas dibunuh saat hendak menyaksikan laga Persib Bandung melawan Persija di Bandung.

Haringga datang seorang diri ke Bandung untuk mendukung Persija, yang akan bertanding pukul 15.30. Namun belum lagi pertandingan berlangsung, sekitar pukul satu siang, ia dikeroyok dan dianiaya sejumlah pendukung Persib hingga tewas.

Menyusul kejadian itu, polisi menangkap sejumlah orang, dan delapan di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Pelaku menganiaya berkali-kali. Ada yang menggunakan tangan kosong, kaki, ada juga yang menggunakan alat," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana seperti dikutip dari Detikcom.

Alat itu, kata Yoris, adalah helm, kaca, balok dan besi.

Menurut polisi, Haringga dianiaya semata-mata karena ketahuan sebagai pendukung Persija di tengah kerumunan pendukung Persib.

Video penganiayaan tersebut bahkan beredar di media sosial.

Para pemangku kepentingan dalam sepak bola pun menyuarakan duka cita mereka melalui media sosial.

PSSI menulis melalui akun Twitternya "Sepak bola haruslah menyatukan, bukan sebaliknya."

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menulis bahwa "pemerintah tak akan tinggal diam jika anak muda terus jadi korban karena sepakbola".

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memohon maaf kepada keluarga korban dan rekan-rekan "The Jak Persija". "Bagi saya lebih baik tidak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan nyawa manusia.

Apakah duka cita saja cukup?

Warganet membalas cuitan PSSI dengan permintaan agar PSSI mengambil tindakan nyata dan sanksi tegas kepada suporter dan klub.

"Proses hukum tetap berjalan tapi sanksi organisasi harus tetap diberikan biar jadi pembelajaran," kata salah satu warganet dengan akun @sipri_cipi

Ada yang mengusulkan agar laga Persib dan Persija digelar tanpa penonton, sampai pembekuan liga.

Menpora pun diminta untuk tegas mengambil tindakan.

Haringga Sirla dimakamkan hari ini di Indramayu Jawa Barat, diantar teman-teman Jakmania-nya.