You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Panduan mudik Tol Trans Jawa: Tarif, rute, dan semua yang harus diperhatikan
Jalan tol Trans Jawa dari Jakarta ke Surabaya sepanjang 760 kilometer sudah dapat dilewati untuk mudik, meski ada beberapa ruas tol yang belum 100% selesai.
Tahun ini akan ada 19,5 juta orang yang akan mudik ke kampung halamannya masing-masing, demikian diperkirakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konferensi persnya, 7 Juni 2018.
Jumlah ini naik 5,17% dari jumlah pemudik tahun 2017 yang berjumlah 18,6 juta orang. Sebagian dari mereka akan mudik dengan jalur darat di Pulau Jawa.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yakin jalan tol Trans Jawa bisa dilewati dari Jakarta hingga Surabaya saat mudik. Jarak jalan tol Jakarta ke Surabaya sepanjang 760 kilometer, terbagi menjadi jalan operasional 525 km, dan fungsional 235 km.
Dengan demikian, jalan tol dari Merak dapat dilewati hingga ke Surabaya, dan masih bisa lanjut hingga Pasuruan, meskipun belum semuanya telah resmi dibuka.
Dari Merak hingga Pasuruan, sudah ada jalan tol sepanjang 995 kilometer.
Dari jarak itu, 760 kilometer sudah beroperasi penuh. Sepanjang 235 kilometer masih dalam kondisi fungsional. Jalan yang dalam kondisi fungsional sepanjang 235 km itu berada antara Pemalang, Jawa Tengah hingga Kertosono, Jawa Timur.
Dikutip dari Kompas, Menteri Basuki mengakui bahwa masih ada beberapa ruas yang masih dibangun. Maka kendala ada pada percepatan pembangunan. Meski demikian dia menjanjikan kondisi jalan akan lebih baik dari tahun lalu.
"Tahun lalu dalam kondisi darurat dengan jalan berdebu, sebagian lean concrete dan sebagian masih perkerasan," kata dia. Tahun ini, jalan sudah dibeton, dan untuk jalan dengan lapisan tanah lunak akan dilapisi dengan aspal.
Sebelumnya, Menteri Budi Karya menjelaskan bahwa jalur tol bisa dilewati dengan kecepatan hingga 60 kilometer per jam.
Tarif tol
Badan Pengatur Jalan Tol Kementrian PUPR menjelaskan tarif tol Trans Jawa sebagai berikut. Tol yang masih dalam proses uji laik fungsi dan berstatus fungsional tidak memungut biaya.
Apa itu jalan tol fungsional dan cara aman melewatinya
Jalan tol fungsional artinya, jalan tol sudah bisa dilewati tapi belum sepenuhnya selesai. Pinggiran jalan masih berupa tanah, yang berdebu jika panas, dan bisa berlumpur ketika terkena air hujan. Jalan ini biasanya baru diaspal, tapi tidak dilengkapi sarana pendukung, seperti pembatas jalan.
Jalur fungsional juga belum punya tempat istirahat, sehingga di beberapa tempat dibangun "rest area" darurat seperti yang dapat dilihat dalam gambar di bawah ini, sebuah "rest area" di ruas tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah.
Antara melaporkan bahwa tempat ini menyediakan tempat makan, tempat istirahat dan ibadah, juga toilet.
Kerena kondisinya masih tanpa sarana pendukung keamanan jalan, pengemudi diharapkan ekstra hati-hati saat melewatinya.
Tahun 2017, korban meninggal sepanjang arus mudik dan arus balik berjumlah 742 orang, dengan jumlah kecelakaan 3.628 kali.
Titik kritis tol:
Tahun ini ada beberapa titik yang masih dalam kondisi "darurat" di sepanjang jalur tol Trans Jawa. Dua jembatan belum dapat dilewati sehingga pemudik harus memutar dan atau melewati jalan di bawah jembatan yang sedang dibangun.
1. Ruas tol Salatiga Kartasura (33 km), tepatnya di Jembatan Kenteng
Menurut pemantauan Kompas pada 3 Juni, jembatan masih belum selesai, dan pembangunan dilakukan hingga malam hari. Jembatan diperkirakan baru bisa dilewati pada bulan Juli atau Agustus, sehigga sudah pasti tidak bisa dipakai untuk mudik.
Jalur alternatif dibuat sepanjang 500 meter di bawah jembatan, agar pemudik bisa tetap melanjutkan perjalanan.
2. Ruas Batang-Semarang, tepatnya di Jembatan Kali Kuto
Dipantau oleh Kompas pada 3 Juni, jembatan lengkung baja ini masih belum tersambung meskipun ditargetkan bisa dilalui H-2 Lebaran. Sebelum selesai, kendaraan harus keluar dari tol, masuk ke jalur pantura sejauh 500 meter, kemudian keluar pantura dan masuk lagi ke jalan tol.
3. Ruas tol Wilangan-Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur
Jembatan Avour Besuk di atas Kali Konto, Nganjuk, Jawa Timur, masih dalam proses pengecoran pada Rabu, 6 Juni, atau H-9.
Sementara menunggu, kendaraan bisa lewat melalui jembatan darurat di sisi utara jembatan. Namun, hanya satu lajur yang dapat digunakan sehingga kendaraan harus antre.
Jika nanti bisa dilewati, kata Kepala Satuan Kerja Tol Solo-Kertosono Agung Sutarjo kepada Kompas, hanya satu jalur yang akan dipakai, satu arah. Ke arah Madiun saat mudik, dan ke arah Surabaya pada arus balik.
Informasi tol dan keadaan darurat
Jasamarga menyediakan siaran langsung dari CCTV yang dipasang di jalan tol, yang bisa diakses di link berikut ini: http://m.jasamargalive.com/webjm3/mjm/index.php
Namun berdasarkan pemantauan BBC pada 7 Juni, masih banyak CCTV yang bertuliskan "maintenance" dan tidak dapat diakses.
Telepon darurat 151: Kementrian Perhubungan menyediakan nomor telepon 151 yang menurut Menteri Budi Karya dapat membantu jika terjadi berbagai hal dalam perjalanan, misalnya kehabisan bensin.
Telepon darurat 119: Kementrian Kesehatan menyediakan Public Safety Center yang ada di setiap kabupaten/kota dan bisa dihubungi jika terjadi kegawatdaruratan medis.
Alternatif selain tol:
Selain tol, pemudik jalur darat punya tiga alternatif jalan untuk mudik di Jawa.
1. Jalur Pantai Selatan (Pansela) membentang dari Serang, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur sejauh 1.405 kilometer.
2. Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) sepanjang 1341 kilometer
3. Jalur Lintas Tengah sepanjang 1197 kilometer