Solidaritas untuk para pria India yang dipukul karena punya kumis

Sumber gambar, Getty Images
Sejumlah pria India mengubah foto di Twitter dan Whatsapp mereka sebagai solidaritas untuk mendukung dua pria yang diserang karena punya kumis.
Pekan lalu, seorang anak muda di Gujarat melapor ke polisi dan menuduh pria berkasta tinggi memukulnya karena ia memelihara kumis. Tak lama kemudian, sepuluhnya ditikam, dan dilaporkan oleh para pria yang sama.
Dua pria itu berasal dari kasta rendah, atau Dalit. Penyerang mereka diduga berasal dari kelompok Rajput dari kasta tinggi dalam hirarki sosial India.
Kelompok pria Rajput diklaim keberatan bila ada pria dari kasta rendah memelihara kumis.
"Saat saya mengunjungi teman hari Jumat malam, (penyerang) mencegat saya dan menghina saya," kata Krunal Maheria seperti dikutip NDTV.
"(Salah seorang penyerang) mengatakan kepada saya bahwa saya tidak bisa menjadi Rajput dengan memelihara kumis. Saat saya abaikan, (dia) pukul saya dengan kayu," kata Maheria.
Menanggapi kejadian ini, para pengguna Twitter dan WhatsApp mengubah foto profil mereka sebagai solidaritas.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1
Sebagian pengguna bahkan menggunakan foto kumis mereka sendiri dengan tagar #MrDalit dan #DalitWithMoustache (Dalit dengan kumis).
"Bila kumis-kumis di wajah Dalit melukai Manuwadi (penganut kasta)," cuit salah seorang pengguna.
Dipukul sampai mati karena nonton festival
"Setiap pemuda Dalit harus memelihara kumis," kata yang lain.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2
Mayur Vadher, seorang guru di sekolah swasta di daerah Kodinar, Gujarat, mengatakan kepada BBC, ia mengubah foto di WhatsApp untuk memprotes insiden itu.
"Hari ini, dengan perubahan di India, banyak Dalit yang mendapat pendidikan yang lebih baik dan berpakaian dengan baik juga," kata Vadher.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 3
"Tapi ini tak diterima oleh orang yang percaya dengan sistem kasta dan mereka menyerang Dalit untuk menunjukkan kemarahan mereka," tambahnya.
Nasib Dalit di India disorot baru-baru ini. Pekan lalu, seorang pria Dalit di Gujarat dipukul sampai meninggal karena diduga menonton orang menari saat ada perayaan festival Hindu Dusshehra.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 4
Bulan Mei lalu, ribuan orang Dalit melakukan protes di Delhi menentang kerusuhan terkait kasta di Saharanpur.










