You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Gempa Meksiko: 'Tolong kami, kami haus', anak yang minta pertolongan lewat Whatsapp
Seorang anak yang terperangkap gedung sekolah yang runtuh di Kota Meksiko mengirimkan pesan Whatsapp kepada ibunya dan meminta pertolongan, penyelamatan yang menimbulkan harapan bagi orang tua lain yang anak-anaknya masih hilang.
Anak itu terkubur di reruntuhan beton dan batu Sekolah Dasar Enrique Rebsamen, salah satu gedung yang ambruk menyusul gempa dengan kekuatan 7,1 pada Skala Richter yang mengguncang Selasa (19/09).
"Keluarga Fatima Navarro," teriak seorang tentara. "Fatima selamat!" katanya di tengah upaya penyelamatan yang dilakukan siang dan malam.
Fatima bersama empat temannya menulis pesan kepada ibunya -seperti dikutip surat kabar El Universal, "Saya baik-baik saja. Saya dengan empat anak terperangkap, tolong kami. Kami haus."
'Putri saya selamat'
Sambil menangis, ibu Fatima mengatakan, "Putri saya selamat, tolong dia. Dia selamat!"
Pesan Fatima dikirim enam jam setelah gempa mengguncang dan memicu harapan ibunya bahwa anaknya dapat ditemukan dalam keadaan selamat, tulis koran setempat El Universal.
Para orang tua menunggu di seputar gedung dengan sangat cemas dan mereka juga mengatakan mendapatkan pesan Whatsapp dari anak-anak mereka yang terperangkap.
"Mereka terus berupaya mencari anak-anak, namun kami tak tahu apapun tentang putri saya," kata Adriana D'Fargo seperti dikutip Reuters. Matanya merah setelah menanti berjam-jam putrinya yang berusia tujuh tahun.
Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto mengunjungi sekolah itu Selasa waktu setempat dan menyampaikan berita buruk, 20 anak meninggal dan dua staf lain, sementara 30 lainnya masih hilang.
Tambahan petugas bantuan dan peralatan dikirimkan ke daerah bencana sehingga "sepanjang malam kita dapat membantu penduduk dan menemukan korban di reruntuhan," kata Peña Nieto dalam video yang diunggah di Facebook Selasa lalu.
Para sukarelawan, tentara dan petugas pemadam kebakaran membentuk rantai manusia dan menggali reruntuhan dengan palu dan alat apapun yang mereka punya untuk mencoba mencari korban di reruntuhan apartemen, sekolah dan pabrik.
'Mereka terkubur'
Salah seorang sukarelawan di Kota Meksiko adalah Silverio Pérez. Ia mengatakan masih mendengar teriakan anak-anak yang terperangkap di gedung sekolah Enrique Rebsamen, gedung tiga lantai yang ambruk.
Seperti tetangga lainnya, Pérez yang bekerja sebagai pengacara, langsung lari ke gedung yang ambruk dan menggali reruntuhan dengan tangan.
"Saya mendengar anak-anak menangis saat saya tiba dan saya lihat mereka luka parah," kata Pérez yang bersama tetangga-tetangga lain bekerja sepanjang malam.
Para petugas membawa pipa untuk memberikan air dan susu kepada anak-anak itu, namun mereka tak terjangkau, kata Perez seperti dikutip the Guardian.
"Mereka tak terjangkau. Mereka terkubur," tambahnya.
Di tengah ketidakpastian ini, banyak orang tua yang masih berharap anak-anak mereka selamat.
50 orang diselamatkan dari puing-puing
Namun sejumlah petugas bantuan menyatakan ragu-ragu masih dapat menemukan korban selamat dari puing-puing.
"Orang mengatakan anak-anak ini selamat, namun tampaknya tak mungkin," kata salah seorang pejabat pemerintah Meksiko yang ikut dalam operasi penyelamatan seperti dikutip the Guardian.
"Bahaya di sana (area reruntuhan gedung), kami berupaya menggali puing sedikit demi sedikit."
Presiden Peña Nieto sendiri mengatakan prioritasnya tetap mencari korban selamat.
"Prioritasnya tetap mencari korban selamat dan memberikan pengobatan kepada yang memerlukan. Sampai saat ini lebih dari 50 orang diselamatkan dari reruntuhan dan gedung yang hancur di Kota Meksiko. Petugas darurat berupaya mencari dan menyelamatkan mereka yang masih dilaporkan hilang di Puebla dan kota Meksiko," kata Peña Nieto.