Afrika Selatan sangkal suap Piala Dunia

afsel

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Afrika Selatan terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 mengalahkan Maroko.

Afrika Selatan menyangkal membayar suap US$10 juta untuk memastikan negaranya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah dilakukannya penyelidikan Amerika Serikat terkait dugaan korupsi di badan sepak bola dunia FIFA.

Menteri Olahraga Fikile Mbalula mengatakan dana tersebut diberikan secara terbuka dengan tujuan untuk mendukung sepak bola diaspora Afrika di Karibia.

Skandal FIFA muncul minggu lalu <link type="page"><caption> ketika jaksa AS mendakwa 14 orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/06/150601_olahraga_pialadunia_tandingan" platform="highweb"/></link>.

Pada hari Selasa (2 Juni), Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan dirinya akan mengundurkan diri, hanya beberapa hari setelah terpilih kembali.

Dari 14 orang yang didakwa di AS melakukan penipuan dan pencucian uang, tujuh di antaranya adalah pejabat senior FIFA, termasuk dua wakil presiden.

Tujuh orang yang ditahan di Swiss saat menghadiri kongres FIFA itu, sekarang sedang menunggu ekstradisi ke AS.

Kementerian Hukum AS menuduh 14 orang ini menerima suap senilai lebih US$150 juta selama 24 tahun.

Para pejabat Amerika seperti dikutip the New York Times juga mengatakan Blatter, 79 tahun, sedang diselidiki.

Mereka menyatakan harapan dakwaan terhadap sejumlah tokoh FIFA dapat dipakai untuk mendakwa Blatter.