Liga Eropa pengaruhi kinerja Tottenham?

Manajer Tottenham Hotspur, Andre Villas-Boas, menegaskan bahwa penurunan grafik timnya di Liga Primer dalam beberapa hari terakhir bukan karena keikutsertaan di Liga Eropa.
"Omong kosong itu. Di lapangan kami menurunkan pemain dengan kondisi fisik yang segar. Kami merotasi pemain," kata Villas-Boas.
Tottenham ditundukkan Fulham 1-0 di kandang sendiri di White Hart Lane pada akhir pekan, hanya beberapa hari setelah kalah 4-1 (agregat 4-4) dari Inter Milan di Liga Eropa.
Pertandingan berlangsung selama 120 menit dan meski kalah, Tottenham tetap <link type="page"> <caption> maju ke perempat final Liga Eropa</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/03/130315_undian_ligaeropa.shtml" platform="highweb"/> </link> karena berhasil mencetak gol di kandang lawan.
Namun pemain Tottenham, Gylfi Sigurdsson, tidak sependapat dengan pernyataan manajernya.
Pemain tengah asal Islandia ini mengungkapkan ia dan beberapa pemain sepertinya kehilangan energi dalam pertandingan melawan Fulham.
Makin ketat
"Kami sulit berkembang. Sepertinya para pemain kecapekan. Tidak ada cukup tenaga untuk bergerak dan ada sesuatu yang hilang," kata Sigurdsson.
Fulham menang berkat gol Dimitar Berbatov, mantan pemain Tottenham, di menit ke-52.
Kekalahan ini membuat Tottenham turun dari posisi tiga klasemen sementara Liga Primer, tergeser oleh Chelsea, yang menang 2-0 atas West Ham United.
Chelsea di posisi tiga dengan nilai 55 dari 29 pertandingan sementara Tottenham mengumpulkan nilai 54 dari 30 pertandingan.
Persaingan untuk bercokol di empat besar, yang menjamin penghuninya masuk ke Liga Champions, makin ketat setelah Arsenal menang atas Swansea.
Arsenal kini hanya terpaut empat angka dari Tottenham dari 29 pertandingan.
Villas-Boas sendiri masih yakin target lolos ke Liga Champions musim depan bisa dicapai.









