Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan
Sarmadji, salah satu orang Indonesia, yang tidak bisa kembali menyusul Peristiwa 1965, mengumpulkan ribuan buku yang ia sebut sebagai "monumen untuk mereka yang dirampas paspornya dan meninggal di luar negeri."
Ribuan buku yang dijadikan perpustakaan untuk umum ia sebut Perkumpulan Dokumentasi Indonesia atau disingkat Perdoi.
Dengan mengumpulkan buku-buku ini, Sarmadji mengatakan ia mengubah "kesedihan menjadi kekuatan."
Saat terjadi Gerakan G30 September 1965, Sarmadji berada di Cina untuk tugas belajar dan ia mengatakan "tidak mengetahui apa-apa tentang peristiwa itu." Dari Cina, ia kemudian pindah ke Belanda.
Sarmadji termasuk diantara <link type="page"><caption> ratusan eksil Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/09/150928_indonesia_lapsus_eksil_bui" platform="highweb"/></link> yang pindah dari satu negara ke negara lain menyusul Peristiwa 1965.