Mama Aleta, satu-satunya utusan masyarakat adat yang bertarung ke Senayan
Aleta Kornelia Baun maju sebagai satu-satunya utusan masyarakat adat Tiga Batu Tungku di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bertarung memperebutkan kursi legislatif di Senayan.
Perempuan pejuang lingkungan dari tanah Mollo ini dititipkan satu misi jika terpilih nanti: meloloskan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat yang selama sepuluh tahun mangkrak di DPR.
Tapi pertempuran Aleta mendapatkan setidaknya 100.000 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II bukan perkara enteng apalagi pakai dana sendiri yang tak seberapa besar.
Simak juga:
- Mami Vera, caleg transpuan pertama di NTT: 'Saya optimis, ini adalah jalan Tuhan'
- 'Kalau saya tidak maju bagaimana kasus-kasus tanah adat yang diklaim negara?' - Kisah Aleta Baun, satu-satunya caleg DPR yang diutus masyarakat adat Tiga Batu Tungku
- Kisah Suku Punan Batu, pemburu-peramu terakhir Kalimantan: 'Sampai meneteskan darah, kami menunggu pemerintah lindungi hutan kami'
Sejak kampanye dimulai akhir November lalu, ia keliling kampung dengan sepeda motor dan menggedor satu demi satu pintu rumah warga - mengajak mereka menyatukan kekuatan memilih 'anak Mollo'.
Seberapa besar peluangnya dan akankah perjuangan Aleta Baun berhasil membawanya lolos ke Senayan?
Video produksi: Anindita Pradana dan Quinawaty Pasaribu
