Caleg transpuan pertama di NTT: 'Saya optimis, ini adalah jalan Tuhan'
Ketika sejumlah pemerintah daerah sedang menyiapkan dan sudah membuat peraturan anti-LGBT, seorang transpuan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) justru mendapat dukungan sebagai calon anggota legislatif daerah.
Mami Vera merupakan satu-satunya calon legislatif (caleg) transpuan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dalam Pemilu 2024.
Dia terdaftar atas nama Melkiades Mas Mangdare, seorang laki-laki berusia 47 tahun, yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan mendapat nomor urut lima dalam untuk pemilihan DPRD Kabupaten Sikka.
Simak juga:
- Perjalanan Mami Vera, dari ditolak masyarakat hingga jadi caleg transpuan pertama di NTT
- Kisah PRT, supir angkot, penjual sabun, dan tukang mi ayam menjadi caleg - 'Dana kampanye dari hasil mengosek WC'
- Mengapa para caleg minta bantuan 'dukun politik' dan 'guru spiritual' untuk merebut kursi legislatif?
"Mami sempat ragu di awal, mempertanyakan mengapa saya? Ketakutan saya bahwa 'Ih saya diterima tidak?' Saya ikuti saja alurnya mau dibawa ke mana," dia bercerita.
Namun, segala kemudahan yang dia dapatkan ketika proses pendaftaran membuat dia yakin kalau "ini adalah jalan Tuhan".
Lalu, bagaimana respons warga terhadap pencalonannya? Simak video selengkapnya.
Video produksi: Tri Wahyuni dan Ivan Batara