Ramadan di Ukraina: 'Islam menguatkan kami untuk menjalani ujian Allah'
Enam tahun lalu, Viktoria Nesterenko tidak tahu tentang Islam dan tidak mengenal seorang pun Muslim di Ukraina.
Namun dalam Ramadan keenamnya setelah menjadi mualaf, dia termasuk yang paling aktif beribadah di masjid besar di ibu kota Kyiv.
Sejak invasi Rusia akhir Februari lalu, dia menjadi koordinator pusat sukarelawan yang berkantor di satu kompleks dengan masjid, membantu distribusi makanan untuk tentara dan warga sipil yang memerlukan.
"Saudara-saudara dan teman-teman saya berjuang melawan Rusia," katanya.
Simak juga:
Muslim di Ukraina berkisar 1% dari lebih 40 juta jiwa penduduk dengan mayoritas Kristen Ortodoks.
"Saya merasa saya harus terus membantu semampu saya. Saya memiliki tanggung patriotik. Kekuatan rakyat Ukraina adalah persatuannya. Kami harus tetap bersama dan saling membantu. Dengan begitu, kami bisa mengalahkan musuh kami," kata dia.
Video produksi: Endang Nurdin dan Silvano Hajid
