Kisah mualaf Jepang: 'Sebelum bertemu Islam, saya tidak punya tujuan hidup'
Kaiji Wada pertama kali berkenalan dengan Islam saat mengikuti program pertukaran pelajar di Brunei Darussalam.
Sebelumnya, dia hanya mendengar hal-hal negatif tentang Islam.
"Tapi setelah saya tinggal dengan orang Muslim di Brunei, pikiran saya berubah," ujar Kaiji.
Simak juga:
- Ramadan keempat mualaf Jepang: 'Cowok biasa' dulu sekuler sekarang punya 'tujuan hidup'
- Umrah para mualaf sebelum pandemi Covid-19: ‘Siapa yang bisa membayangkan pria sekuler seperti saya bisa berdiri di depan rumah Allah’
- ‘Air mata terindah di Padang Arafah’: Perjalanan spiritual pria Skotlandia yang masuk Islam
Dia mengucap dua kalimat syahadat dan resmi memeluk Islam pada 2017. Namun, dia mendapat banyak tantangan setelahnya, terutama dari ibunya.
"Dia masih belum nyaman dengan agama saya, tapi dia mendukung saya dan bahkan mengirimkan makanan halal," tambahnya.
Tantangan lainnya adalah mencari masjid, juga makanan halal. Tapi, bagi Kaiji, semua tantangan itu membuat imannya semakin kuat. Dia juga mengatakan, Islam membantunya menemukan tujuan hidup.
Video produksi: Lesthia Kertopati dan Endang Nurdin