TikTok perbanyak konten edukasi, tapi kenapa dilarang di beberapa negara?

TikTok yang selama ini dikenal sebagai platform video lip sync dan menari, kini memperbanyak konten edukasi dan bahkan bekerjasama dengan institusi pendidikan seperti Cambridge University, namun mengapa aplikasi tersebut dilarang di beberapa negara?

Salah satu negara yang baru-baru ini melarang TikTok adalah India. Padahal pengguna TikTok di India adalah yang terbesar di luar China. Pemerintah India khawatir aplikasi tersebut bisa menjadi ancaman keamanan nasional, terkait penyalahgunaan data pengguna.

Sebelumnya, TikTok pernah dilarang di Bangladesh dan Indonesia, meskipun kini larangan tersebut telah dicabut.

Simak juga:

Di Australia, Inggris dan Amerika Serikat, terdapat kekhawatiran serupa yang membuat Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mempertimbangkan pelarangan TikTok.

Di sisi lain, TikTok akan menderita kerugian besar jika AS memberlakukan pelarangan. Pasalnya, AS merupakan sumber bisnis dan tempat tinggal banyak bintang TikTok, salah satunya penari Charli D'Amelio yang punya 17 juta pengikut.

Adapun, TikTok melakukan beberapa hal untuk melepaskan diri dari asosiasi dengan pemerintah China, seperti menarik diri dari Hong Kong, meskipun mereka masih bungkam mengenai cara kerja, algoritma dan penyimpanan data.