Sekolah khusus perempuan di Afghanistan: 'Saya ingin anak-anak perempuan menjadi dokter dan guru'
Seorang pria di Afganistan menyumbangkan tanahnya yang bernilai Rp945 juta untuk dijadikan lokasi sekolah khusus perempuan. Wakil Shah, yang berprofesi sebagai petani mengatakan, dia sudah lama ingin berkontribusi terhadap pendidikan.
"Saya tidak pernah sekolah, namun saya selalu bercita-cita ingin membangun sekolah, terutama bagi anak perempuan," kata Wakil.
Di Provinsi Khost, tempat Wakil tinggal, hanay terdapat 57 sekolah untuk 85.000 anak perempuan. "Kebanyakan sekolah berlokasi di pusat kota, jaraknya sangat jauh dan jalanannya berbahaya, anak-anak perempuan kesulitan bersekolah," tutur Wakil.
Simak juga:
Dengan sekolah yang dia bangun, Wakil berharap masa depan anak-anak perempuan di desanya bisa lebih cerah. "Saya ingin mereka bisa menjadi dokter atau guru," katanya.
Di Afghanistan, pendidikan bagi anak perempuan jauh tertinggal dari laki-laki dan hal tersebut berisiko membuat mereka terjebak dalam pernikahan anak.
Pemerintah Afghanistan menjadikan pendidikan sebagai salah satu program utama setelah perang, namun maraknya korupsi menciptakan skema penyaluran uang ke sekolah fiktif, yang membuat kesempatan anak perempuan bersekolah semakin menipis.
